Ponsel pintar kini memegang peranan krusial sebagai pusat kendali aktivitas digital masyarakat Indonesia, mulai dari urusan pekerjaan hingga konsumsi hiburan. Menyikapi tren ini, Opera mengumumkan hasil survei terbarunya atas lebih dari 2.000 responden di Tanah Air guna memetakan pola konsumsi peramban web (browser).
Hasilnya, mayoritas pengguna yang didominasi oleh pemilik perangkat keras kelas pemula (entry-level) cenderung mencari satu aplikasi peramban yang ringan namun memiliki ragam fungsi komprehensif, guna menyiasati keterbatasan spesifikasi ponsel mereka.
Laporan lain dari We are Social edisi Digital 2025: Indonesia, juga menyebutkan bahwa pengguna internet di dalam negeri rata-rata menghabiskan waktu hingga 4 jam 38 menit per hari untuk berselancar di dunia maya melalui ponsel, dengan kontribusi lalu lintas web nasional mencapai lebih dari 70 persen.
Tingginya angka pemakaian ini mendesak pengembang aplikasi peramban untuk menghadirkan solusi yang hemat daya memori tanpa mengorbankan fungsionalitas.
Mengapa Kecepatan Menjadi Faktor Utama bagi Pengguna di Indonesia?
Tingginya frekuensi akses internet masyarakat tidak selalu sejalan dengan kepemilikan perangkat berspesifikasi tinggi. Survei yang digelar Opera mengungkap fakta bahwa kecepatan (speed) merupakan indikator paling krusial yang dipertimbangkan pengguna lokal ketika mengunduh aplikasi peramban.
Kebutuhan akan pengalaman penjelajahan web yang ringan ini sangat beralasan, mengingat:
-
Sebanyak 63 persen responden survei Opera merupakan pengguna ponsel pintar dengan rentang harga di bawah Rp3 juta.
-
Data riset dari lembaga Counterpoint pada kuartal kedua tahun 2025 menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan (YoY) pada segmen ponsel pintar berharga di bawah US$150.
Angka tersebut mengukuhkan dominasi perangkat ramah kantong di pasar gawai Indonesia, yang pada akhirnya membatasi kapasitas pengguna untuk menginstal terlalu banyak aplikasi berat secara bersamaan.
Apa Saja 5 Fitur Andalan Opera untuk Keterbatasan Spesifikasi HP?
Membaca celah kebutuhan tersebut, Opera merancang strategi peramban multifungsi yang menghimpun lima kemampuan inti ke dalam satu jendela aplikasi. Langkah ini bertujuan menekan beban komputasi perangkat agar pengguna tidak perlu memasang beragam aplikasi pihak ketiga yang rakus memori (RAM) maupun ruang penyimpanan.
Berikut adalah integrasi lima fitur utama yang disematkan dalam ekosistem peramban Opera:
Bagaimana VPN dan AI Membentuk Pola Penjelajahan Modern?
Selain isu keterbatasan spesifikasi gawai, kesadaran masyarakat terhadap privasi data turut mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari tingginya angka adopsi fitur Free VPN yang memimpin daftar penggunaan di antara responden (58%).
Sementara itu, kehadiran asisten AI personal di dalam jendela peramban mendefinisikan ulang cara pengguna di Indonesia dalam mencari dan mengolah informasi. Melalui fitur Think Deeper, mesin kecerdasan buatan mampu menangani intruksi bahasa lokal yang kompleks.
Semua kemampuan komputasi canggih ini dapat diakses masyarakat Indonesia melalui dua opsi utama: Opera One untuk perangkat Android reguler yang kaya fitur, dan Opera Mini sebagai alternatif absolut bagi peranti berspesifikasi sangat terbatas.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.