Dark
Light

Skin Original Pemutar Media Winamp 1997 Dijual Sebagai NFT

1 min read
March 17, 2022
Winamp

Kalau Anda termasuk generasi milenial atau generasi Y, mungkin Anda masih ingat dengan Winamp. Software pemutar media buatan Nullsoft yang dapat memainkan berbagi kodek dan tipe audio, serta dapat dikostumisasi. Dirilis perdana tahun 1997, meraih puncak kepopuleran pada tahun 2005, dan berakhir ditutup pada 2013.

Bagi yang ingin bernostalgia dengan Winamp, berita terbaru menyebutkan bahwa Winamp akan menjual non-fungible token (NFT) yang ditautkan ke tampilan skin original pemutar media Winamp tahun 1997. NFT tersebut akan dilelang melalui OpenSea antara tanggal 16 – 22 Mei, diikuti dengan penjualan terpisah dari total NFT pemutar media Winamp 1997 berdasarkan 20 karya seni yang berasal dari skin original.

Hasilnya akan disumbangkan ke Winamp Foundation untuk proyek amal. Langkah penjualan NFT ini tampaknya merupakan kombinasi dari publisitas dan upaya penggalangan dana. Winamp juga mencari sumber NFT turunan dengan meminta para seniman untuk mengirimkan karya berbasis Winamp dari sekarang hingga 15 April. Seniman yang terpilih akan memperoleh 20% dari setiap penjualan karya mereka sebagai NFT.

Sembilan belas karya seni tersebut akan dijual dalam edisi 100 copies dan sisanya akan memiliki 97 copies. NFT tersebut semua akan dijual seharga 0,08 Ethereum atau sekitar US$210 dengan nilai tukar Ethereum saat ini. Para seniman akan mendapatkan 10% dari royalti apa pun pada penjualan NFT nanti, di mana penjual akan menetapkan harganya sendiri.

Dilansir dari The Verge, Thierry Ascarez – head of business development Winamp mengatakan bahwa pembeli akan mendapatkan token blockchain yang ditautkan ke gambar skin original yang terlihat di atas atau salah satu turunannya, ini merupakan pengaturan umum untuk NFT.

Pembeli akan memiliki hak untuk menyalin, mereproduksi, dan menampilkan gambar, tetapi mereka tidak akan memiliki hak cipta. Demikian juga, para seniman yang terpilih akan setuju untuk mentransfer semua kekayaan intelektual untuk karya seni tersebut ke Winamp sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Winamp yang saat ini bukanlah layanan yang mungkin Anda ingat dari tahun 1990-an. Software pemutar MP3 ini diakuisisi oleh AOL pada tahun 1999, kemudian dijual ke perusahaan radio online Radionomy pada tahun 2014 setelah lama mengalami penurunan dan penutupan, Radionomy mengubahnya sebagai aplikasi audio seluler.

Sumber: The Verge

OPPO A16e
Previous Story

OPPO A16e Resmi Hadir, Tawarkan Perangkat Harga Entry Level dengan Fitur Khas OPPO

Next Story

Pasca Akuisisi yang Gagal, ARM Akan PHK Ratusan Pegawainya

Latest from Blog

Don't Miss

AVITA Umumkan 2 Seri Laptop Baru untuk Indonesia: SATUS S dan PURA A+

Pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan banyak orang dalam bekerja dan belajar.
Sega batalkan rencana kembangkan game blockchain

Berubah Haluan, Sega Batalkan Rencananya Kembangkan Game Blockchain

Pamor game blockchain belakangan relatif meredup. Termakan hype AI itu