Esports Ecosystem

SFI Queen, Sang Srikandi Mobile Legends, Juarai FSL Indonesia Qualifier

22 May 2019 | Akbar Priono
Mereka akan terbang ke Singapura dan mewakili Indonesia dalam kompetisi FSL Elite 2019

Prestasi di kancah esports sebenarnya bukan monopoli para Arjuna saja. Walau jumlahnya tak banyak, namun juga ada para Srikandi esports yang tak mau kalah dengan para lelaki. Selain dari EVOS.Galaxy Sades yang sebegitu kuat di kompetisi ladies, sampai dinobatkan sebagai ratunya kancah Point Blank Indonesia, ternyata baru-baru ini juga ada SFI Queen yang menunjukkan tajinya. Tim Mobile Legends ladies yang satu ini baru saja lolos ke tingkat Asia Tenggara setelah menjadi juara di Female Esports League Indonesia Qualifier 2019.

Akhir pekan lalu (19 Mei 2019), mereka berhasil lolos dari kualifikasi Indonesia dengan catatan yang sangat baik, tak terkalahkan satu kalipun oleh tim lain yang berusaha menjatuhkan mereka. Padahal penantang mereka datang dari nama-nama yang cukup besar di esports Indonesia. Dari 16 tim peserta FSL Indonesia Qualifier, terselip tim seperti Saints Ladies atau tim campuran Winda “Earl” Lunardi yang bernama Pokemon.

Sumber: Instagram @sfiesportsteam
Sumber: Facebook @FSLMobileGames

Lolos dari kualifikasi Indonesia, perjuangan SFI Queen berlanjut pada 8-9 Juni 2019 mendatang. Mereka akan bertanding dalam kompetisi FSL Elite, yang akan diselenggarakan di Singapura, melawan tim Mobile Legends perempuan terhebat dari berbagai negara di regional Asia Tenggara. Saat ini sendiri sudah ada Bren Esports Victress dari kualifikasi Filipina dan Venus Vixens dari kualifikasi Myanmar, yang siap menghadang mereka di gelaran utama FSL Elite 2019.

Selain dari dua tim tersebut, masih tersisa satu kualifikasi terakhir sebelum menuju gelaran final, yaitu kualifikasi SG/MY yang diselenggarakan pada 25-26 Mei. Menghadapi kompetisi yang cukup besar dan melihat torehan prestasi SFI Queen pada gelaran kualifikasi Indonesia, saya cukup penasaran dan mewawancara kapten tim SFI Queen, Violetta “Caramel” Aurelia.

Bercerita tentang asal usul terciptanya SFI Queen, Caramel mengatakan bahwa tim Mobile Legends perempuan dari SFI Esports ini sudah terbentuk sejak Agustus 2018. “Awalnya kami terbentuk untuk wacana akan diadakannya MPL Ladies. Walau MPL Ladies akhirnya belum juga terlaksana, tapi kami tetap mempertahankan tim ini, dan coba ikut turnamen umum. Sampai akhirnya ada pengumuman kompetisi FSL yang bikin tim kami excited, dan latihan lebih giat lagi.” Jawab Violet.

SFI Queen terbilang cukup getol latihan sehari-harinya. Violetta bercerita bahwa tim mereka sudah punya jadwal latihan rutin tersendiri. “Tapi setelah mendengar pengumuman FSL, latihan kami diperketat, durasinya ditambah, dan meningkatkan komitmen antar player juga.” cerita Violet.

Sumber: Instagram @sfiesportsteam
Sumber: Instagram @sfiesportsteam

Ternyata berkat latihan keras tersebut, terbukti SFI Queen bisa menang sapu bersih, tak terkalahkan satu pertandingan pun sepanjang fase kualifikasi. “Pas menang, kita seneng banget, apalagi kita menang mulus tanpa kecolongan skor, mulus sampai final. Tapi sebenarnya kami juga sudah cukup percaya diri bakal lolos, karena tahu nggak semua tim punya komitmen latihan seperti tim kami.” kata Violetta.

Jelang FSL Elite, bagaimana persiapan SFI Queen menghadapi kompetisi tersebut. Violetta mengatakan, salah satunya adalah dengan latihan yang lebih intensif. Intensif yang bagaimana? Yaitu dengan fokus bootcamp, alias latihan bersama di dalam satu tempat, supaya lebih fokus, bisa lebih mantap, dan membangun chemistry antar anggota tim SFI Queen.

Caramel juga bercerita, bahwa ia dan kawan-kawannya cukup optimis untuk kompetisi ini. “Walau kami was-was dengan tim Bren Victress, tapi kami tetap optimis untuk FSL Elite nanti. Pastinya kami akan berusaha yang maksimal agar Indonesia bisa menjadi juara satu di kompetisi setingkat Asia Tenggara.”

Sumber: Instagram @sfiesportsteam
Sumber: Instagram @sfiesportsteam

Terakhir, Violetta juga bercerita soal harapannya terhadap scene esports perempuan dan juga para srikandi esports yang ada di luar sana. “Kalau soal harapan terhadap scene, tentunya kompetisi seperti FSL ini bisa terus ada. Bahkan kalau bisa, pada suatu hari nanti ada liga format liga seperti MPL untuk para ladies. Kalau bicara pesan-pesannya untuk para srikandi esports lainnya, kembangkan terus skill individu, teamwork, dan chemistry. Harus pantang menyerah!”

Mari kita doakan agar Caramel dan kawan-kawan SFI Queen bisa mendapatkan hasil yang terbaik di gelaran FSL Elite 2019, yang akan diselenggarakan pada 8-9 Juni mendatang. Maju terus Srikandi esports Indonesia!