Di tengah tingginya adopsi Kecerdasan Buatan (AI) untuk menunjang produktivitas digital, Canva secara resmi mengumumkan ketersediaan umum fitur Canva Code 2.0 di pasar Indonesia.
Inovasi yang terintegrasi di dalam Aplikasi Visual Canva (Canva Visual Suite) ini dirancang untuk mendobrak hambatan teknis pemrograman. Melalui pembaruan ini, kreator, pelaku usaha, hingga tenaga pendidik dapat mengubah instruksi teks bahasa sehari-hari menjadi sebuah situs web, kuis edukasi, hingga formulir interaktif secara instan.
Sebelumnya diperkenalkan pada ajang Canva Create 2026, fitur ini kini dapat diakses lintas ekosistem, mulai dari pengguna Gratis, Business, Perusahaan, hingga Pendidikan. Pendekatan ini merupakan respons atas tingginya kebutuhan kustomisasi antarmuka digital yang selama ini terbentur oleh minimnya keahlian coding.
Stefani Herlie selaku Country Manager – Indonesia Canva, menegaskan bahwa misi perusahaan adalah menghilangkan hambatan teknis tersebut. “Kami melihat semakin banyak pendidik, pelaku usaha, kreator, hingga marketer di Indonesia yang ingin menghadirkan pengalaman digital yang lebih menarik, namun sering kali terkendala oleh kemampuan teknis. Canva Code 2.0 membantu menghilangkan hambatan tersebut, sehingga siapa pun dapat membangun website, kuis, maupun pengalaman interaktif lainnya hanya dengan menuangkan ide mereka,” paparnya.
Bagaimana Cara Kerja Canva Code 2.0?
Fitur ini secara fundamental menggabungkan kemampuan AI generatif (untuk menulis kode di balik layar) dengan editor visual drag-and-drop khas Canva yang sudah familier bagi pengguna.
Untuk menghasilkan sebuah ekosistem digital interaktif, pengguna ditawarkan fleksibilitas alur kerja sebagai berikut:
-
Pembuatan Berbasis Prompt: Pengguna cukup mengetikkan instruksi (misal: “Buat halaman pendaftaran acara seminar teknologi”), dan AI akan menyusun kerangka website yang berfungsi penuh.
-
Modifikasi Templat & HTML: Pengguna dapat memulai dari templat bawaan atau bahkan mengimpor file HTML dari platform lain untuk diedit secara visual di dalam Canva tanpa harus membangun ulang dari nol.
-
Kustomisasi Visual: Melalui antarmuka visual, pengguna bisa mengaplikasikan Kit Merek (warna dan font khusus), menukar gambar, dan menggeser tata letak (layout) tanpa menyentuh struktur kode sama sekali.
-
Otomatisasi Responsif: Setiap desain yang dihasilkan sudah teroptimasi secara otomatis untuk tampil proporsional, baik di layar komputer (desktop) maupun perangkat seluler.
Siapa Saja yang Bisa Memanfaatkan Fitur Ini?
Karena dirancang tanpa batasan keterampilan teknis, adopsi Canva Code 2.0 meluas dengan cepat di berbagai sektor. Berikut adalah perbandingan studi kasus pemanfaatannya di lapangan:
Dukungan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja AI
Dalam lingkungan kerja profesional, Canva Code 2.0 mendukung kolaborasi hibrida real-time. Anggota tim dapat meninggalkan komentar, meninjau alur halaman interaktif, dan melakukan revisi bersama sebelum situs dipublikasikan menggunakan domain khusus maupun tautan tertutup untuk internal organisasi.
Integrasi ini juga membuktikan kematangan model AI Canva. Berdasarkan data internal perusahaan per Juli 2026, ekosistem AI mereka telah menunjukkan akselerasi kinerja yang signifikan:
-
Produk AI Canva telah digunakan lebih dari 32 miliar kali secara global.
-
Lebih dari 500 juta desain diciptakan dengan campur tangan asisten AI.
-
Terdapat 6 juta website yang telah dipublikasikan menggunakan ekosistem Canva Code.
-
Kecepatan generate kode kini 75 persen lebih cepat dibanding generasi pertama, memangkas waktu pengerjaan dari ide hingga publikasi sebesar 30 persen.
Kehadiran fitur ini mempertegas evolusi Canva, dari sekadar alat desain grafis, menjadi pusat komando komprehensif untuk perancangan pengalaman digital yang interaktif.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.