Esports Ecosystem

Terdampak Pandemi, Tim Dota 2 Reality Rift Resmi Dibubarkan

02 Sep 2020 | Narendra Soejoedi
Kekosongan sirkuit turnamen Dota 2 lambat laun akan menumbangkan tim-tim profesional.

Beberapa waktu yang lalu, tim Dota 2 asal Singapura, Reality Rift, diumumkan berhenti beroperasi. Kondisi pandemi di lingkup global menjadi salah satu tantangan yang menjadi penyebab tim tersebut dibubarkan. Menurut penuturanCEO Reality Rift, Ilya Vlasov, setidaknya masih terbuka kemungkinan tim Dota 2 Reality Rift bisa kembali aktif di tahun depan.

Sejauh ini, industri gaming dan esports tetap bisa bertahan di tengah situasi pandemi global. Namun malang bagi organisasi esports Reality Rift, efisiensi biaya juga turut menjadi faktor dalam pertimbangan pembubaran tim Dota 2 mereka. Reality Rift Arena yang menjadi salah satu lini bisnis mereka sebelumnya pun ditutup dan sekarang hanya bisa beroperasi dengan kapasitas 25% saja.

via: Reality Rift
via: Reality Rift

Mobilitas fisik yang terbatas menjadi masalah yang tidak sepele bagi tim Reality RIft. Sekalipun berkantor di Singapura, gaming house tim Reality Rift terletak di Malaysia. Larangan bepergian antara negara menjadi masalah yang mengganggu operasi organisasi esportsReality Rift.

Di sisi lain dampak psikologis juga menimpa roster Dota 2 tim Reality rift. Kepenatan terjebak di tempat yang sama setidaknya 6 bulan terakhir berpengaruh pada performa tim.

Jika ditilik dari lingkup yang lebih besar, minimnya perhatian dari Valve mengundang berbagai reaksi dari komunitas gamers Dota 2. Sejak gelaran turnamen tahunan, The International 10 dinyatakan batal, belum terlihat adanya usaha dari Valve untuk memastikan berlangsungnya sirkuit Dota 2 secara global. Kekosongan kompetisi resmi perlahan bisa membinasakan tim-tim Dota 2 lainnya.

Selama terjadi kekosongan musim kompetisi, beberapa esports organizer mengadakan gelaran turnamen Dota 2. ESL dan WePlay! setidaknya bisa memberikan sedikit napas panjang dengan menghadirkan turnamen dalma format online. Hanya saja inisiatif esports organizer tentu tidak bisa dibandingkan dengan sirkuit kompetisi yang pasti dan menjadi arena pertandingan bagi tim-tim profesional

Roster Dota 2 Reality Rift | via: Reality RIft
Roster Dota 2 Reality Rift | via: Reality RIft

Gelaran turnamen OMEGA League Asia: Divine division adalah penampilan terakhir dari tim Reality RIft. Kala itu tim Execration asal Filipina berhasil menaklukkan mereka dengan skor 2-0.

Setelah dibubarkan berikut adalah status dari roster Dota 2 tim Reality rift. Wong “NutZ” Jeng Yih yang mengisi posisi kapten dan Lee “kYxY” Kong Yang menyandang status free agent. Sedangkan Ravdan “Hustla” Narmandakh dan Vincent “AlaCrity” Hiew Teck Yoong. Tercatat juga satu bulan yang lalu Andrew “Drew” Halim meninggalkan tim Reality Rift.