Dark
Light

Ubisoft Dapatkan Izin untuk Gelar Rainbow Six Invitational World Cup di Perancis

by
1 min read
May 2, 2021

Pengembang dari Rainbow Six Siege, Ubisoft, baru saja mengumumkan bahwa gelaran akbar tahunan mereka, Six Invitational, telah mendapatkan izin resmi untuk diadakan di kota Paris, Prancis oleh pemerintah setempat. Walau diadakan secara offline, turnamen ini tidak mengijinkan penonton mengingat pandemi yang masih berlangsung.

Tahun ini merupakan tahun yang berbeda dari biasanya karena Ubisoft akan memboyong gelaran kompetitif terbesarnya ke luar kota Montreal, Kanada yang merupakan markas besarnya. Faktanya, acara yang awalnya sempat dijadwalkan digelar pada 9 Februari lalu terpaksa ditunda karena regulasi Prancis yang melarang wisatawan dari luar negara Eropa untuk datang maupun pergi.

Six Invitational merupakan turnamen rutin tahunan yang diadakan langsung oleh¬†publisher dari game Rainbow Six Siege itu sendiri, Ubisoft. Kompetisi yang dapat dianggap “The International-nya R6” ini telah diadakan sejak 2017 silam. Di 2019, G2 yang menjadi juara Six Invitational 2019.

Babak penyisihan dari Six Invitational 2021 dijadwalkan akan dimulai dari tanggal 11 Mei, dengan dua grup (masing-masing sepuluh tim) akan bertanding satu sama lain selama enam hari penuh. Babak penyisihan akan berakhir di tanggal 16 Mei.

Beberapa tim besar yang telah dikonfirmasi akan hadir meliputi Team Empire, Giants Gaming, TSM, Cloud9, dan masih banyak lagi. Berikut adalah keseluruhan tim yang akan hadir beserta pembagian masing-masing grup:

Image Credit: Ubisoft

Walaupun terlihat mulus, banyak rintangan yang dilewati Ubisoft untuk memastikan bahwa Six Invitational tahun ini berjalan mulus. Pemerintah Prancis sempat melarang kedatangan seluruh paspor Brazil yang berefek kepada enam tim Brazil, yaitu FaZe Clan, MIBR, NiP, Liquid, Team oNe, dan FURIA tidak dapat hadir. Namun setelah berselang enam hari, Ubisoft berhasil mendapatkan otorisasi dari pemerintah setempat yang mengizinkan mereka datang.

Selain itu kabar buruk juga datang dari tim asal Australia, Wildcard, yang saat ini menduduki posisi tiga besar tim Asia-Pasifik menurut Siege.GG, harus merelakan posisinya lantaran pemerintah Australia yang tidak mengizinkan warganya untuk ke luar negeri.

Langkah berani Ubisoft dalam menyelenggarakan gelaran esports secara tidak langsung mengikuti jejak dari beberapa event organizer esports lainnya yang telah dengan lantang mencoba “berdamai” dengan pandemi, seperti ESL dan BLAST, meskipun belum memperbolehkan penonton untuk hadir.

Previous Story

Rockstar Games Sedang Mencari Game Tester untuk Game Terbaru Mereka

Next Story

Monitor Gaming Pertama dengan Teknologi “Mini LED” Ini Dibanderol Seharga Rp43 Juta.

Latest from Blog

Don't Miss

Apakah Popularitas Game di Kalangan Streamers Berpengaruh Pada Jumlah Gamers?

Sekarang, orang-orang tidak hanya suka untuk bermain game, tapi juga

Faktor Penghambat dan Pendorong Majunya Industri Esports di Jepang

Jepang merupakan pasar game terbesar ke-3 di dunia. Berdasarkan data