Esports Ecosystem

PSG Jalin Kolaborasi bersama RRQ untuk Tim Mobile Legends

08 Feb 2019 | Yabes Elia
Tuturu dan kawan-kawannya pun akan membawa nama PSG.RRQ selama MPL ID Season 3

19 April 2018 yang lalu, Paris Saint-Germaine jalin kerjasama dengan salah satu organisasi terbesar asal Tiongkok, LGD. Tim utama mereka, untuk Dota 2, pun berubah nama menjadi PSG.LGD.

Hari ini, 8 Februari 2019, PSG kembali membuat kejutan dengan menjalin kerjasama dengan salah satu organisasi esports terbesar asal Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ). Bertempat di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, PSG mengumumkan kerjasama tersebut.

Namun demikian, kerjasama ini memang hanya terbatas pada tim Mobile Legends: Bang Bang dari RRQ meski organisasi ini punya lebih dari 9 divisi game. Setelah konferensi pers, kami pun sempat berbincang-bincang singkat mengenai kerjasama ini dengan CEO RRQ, Andrian Pauline yang akrab disapa AP.

RRQ.O2 saat jadi juara MPL ID S2. Sumber: MLBB
RRQ.O2 saat jadi juara MPL ID S2. Sumber: MLBB

Menurut penuturan AP, kerjasama ini terjadi karena ada kesamaan DNA antara RRQ dan PSG yang sama-sama mengincar prestasi.

Mengenai perluasan kerjasama ini ke game lainnya, AP menjelaskan PSG sendiri memang masih menghindari game-game shooter seperti PUBG Mobile; padahal tim PUBGM dari RRQ, Athena, boleh dibilang punya prestasi yang lebih baik karena berhasil menjadi juara dunia di Dubai saat PUBG Mobile Star Challenge.

Sebenarnya, prestasi tim MLBB RRQ sendiri memang tidak buruk karena mereka masih bisa mengklaim sebagai tim MLBB terbaik di Indonesia berkat kemenangan mereka di Grand Final MPL ID S2. Namun, tetap saja skala esports MLBB sendiri belum sebesar PUBGM dan RRQ pun gagal juara di kompetisi MLBB tingkat Asia Tenggara terakhir, MSC 2018.

Lebih jauh AP bercerita soal awal kerjasama ini. Menurutnya, PSG lah yang lebih dahulu mendekati RRQ via email untuk menawarkan kerjasama ini di bulan Oktober 2018. Setelah proses yang cukup panjang, beberapa bulan berselang, kerjasama ini diumumkan. Sedangkan untuk bentuknya, kerjasama ini merupakan partnership, bukan sponsorship. Jadi, memang tidak ada investasi dalam bentuk dana antara keduanya – apalagi akuisisi RRQ oleh PSG.

Dokumentasi: Hybrid
Dokumentasi: Hybrid

Saat sesi tanya jawab bersama awak media, Sébastien Wasels, Managing Director dari PSG untuk Asia Pasifik pun menjelaskan alasan mereka menggandeng RRQ. Menurutnya, Indonesia merupakan pasar yang besar dan mereka juga punya jumlah fans yang besar di Indonesia. Karena itulah, mereka ingin menggaet lebih banyak fans dari Indonesia lewat kerjasama dengan RRQ.

Sebagai klub sepak bola yang paling aktif mendukung esports, saya pribadi penasaran atas pendapat PSG tentang klub bola lain yang masih negatif soal esports (seperti Bayern Munich yang seakan masih galau soal ini). Wasels pun mengatakan, “kami menghormati pendapat seperti itu. Namun, bagi PSG, esports itu penting dan kami akan terus percaya dengan esports. Kalau tidak mau ke esports, ya bagus, berarti lebih banyak kesempatan buat kami.” Katanya sambil tertawa.


Terakhir, kerjasama ini mungkin memang menarik dan bisa mengangkat nama esports Indonesia, khususnya RRQ, di mata dunia. Namun demikian, satu hal yang bisa jadi tantangan tersendiri adalah beban moril yang harus ditanggung oleh para pemain MLBB, seperti Tuturu, Lemon, AyamJGO, dan kawan-kawannya karena membawa nama besar PSG.

Bagaimana ya kira-kira performa mereka di MPL ID S3 nanti? Melihat ke belakang, LGD justru bisa mencuri gelar juara Major (Epicenter XL) dari Team Liquid sesaat setelah berubah nama jadi PSG.LGD. Jadi, siapa tahu PSG.RRQ bisa jadi juara MSC 2019…