Dark
Light

Pencipta Ethereum Tidak Yakin Proyek Metaverse Facebook Akan Berhasil

1 min read
August 1, 2022
Ilustrasi metaverse

Metaverse digadang-gadang bakal menjadi lembaran baru internet, dan saat ini sudah ada beberapa perusahaan besar yang tengah bekerja keras mewujudkan visinya terkait metaverse. Salah satu yang paling dinanti oleh publik tentu saja adalah proyek metaverse garapan Facebook/Meta, namun tidak demikian untuk Vitalik Buterin.

Pencipta blockchain Ethereum itu justru terkesan pesimistis dengan proyek metaverse yang sedang dibuat oleh Facebook. Vitalik bahkan meyakini bahwa proyek metaverse Facebook tersebut nantinya bakal gagal. Hal ini ia sampaikan lewat sebuah cuitan saat berdiskusi mengenai metaverse di Twitter.

“Kita belum benar-benar tahu definisi ‘metaverse’, masih terlalu dini untuk mengetahui apa yang sebenarnya orang-orang inginkan. Jadi apapun yang dibuat Facebook sekarang akan gagal,” tulis Vitalik di cuitannya.

Seperti yang kita tahu, istilah metaverse sendiri sebenarnya sudah lama eksis. Awalnya cuma sebatas istilah di novel fiksi berjudul Snow Crash, istilah metaverse baru mulai banyak digunakan di dunia nyata dalam beberapa tahun terakhir sebagai gambaran akan dunia internet di masa depan.

Masalahnya, kita masih belum punya standar yang pasti akan sebuah metaverse dikarenakan masing-masing masih sibuk membangun versinya sendiri-sendiri. Saat ini bahkan ada setidaknya dua aliansi perusahaan yang dibentuk untuk menetapkan standar metaverse: yang pertama adalah Metaverse Standards Forum yang melibatkan raksasa-raksasa teknologi seperti Facebook, Microsoft, maupun Sony, dan yang kedua adalah Open Metaverse Alliance yang diinisiasikan oleh Animoca Brands.

Sebelum ada yang salah tangkap, Vitalik bukannya pesimistis terhadap tren metaverse, melainkan hanya spesifik untuk proyek-proyek yang tengah digarap kalangan korporat. “‘Metaverse’ akan terwujud, tetapi saya rasa upaya perusahaan yang saat ini dilancarkan demi secara sengaja menciptakan metaverse tidak akan ada yang berhasil,” tulisnya di sebuah cuitan lain.

Sayangnya, Vitalik tidak mengutarakan pendapatnya mengenai proyek metaverse lain yang tidak kalah populer, seperti misalnya The Sandbox, atau Otherside yang digagaskan oleh kreator Bored Ape Yacht Club. Apakah keduanya tidak termasuk dalam definisi “metaverse korporat” versi Vitalik? Kalau benar tidak termasuk, lalu apakah keduanya bisa dianggap tidak “secara sengaja menciptakan metaverse?”

Via: Decrypt. Gambar header: Freepik.

Review realme Narzo 50 5G
Previous Story

Review Realme Narzo 50 5G, Smartphone 5G Terjangkau Untuk Bermain Game

OPPO-Reno8-Pro-5G-dengan-MariSilicon
Next Story

OPPO Reno8 Pro 5G Hadir Bulan Agustus 2022 Dengan NPU MariSilicon X

Latest from Blog

Don't Miss

Qualcomm Bekerja Sama dengan Meta untuk Inovasi AI On-Device

Qualcomm Technologies, Inc. baru saja mengumumkan kolaborasi besar dengan Meta
Sugartown Zynga

Zynga Umumkan Game Web3 Pertamanya, Sugartown

Perlahan tapi pasti, popularitas game Web3 masih terus ada. Tidak