Gaming News

Netflix Rilis Seri TV Dokumenter Industri Game, High Score

22 Aug 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
High Score akan menceritakan tentang berbagai kejadian penting dalam industri game

Netflix merilis seri TV dokumenter tentang game pada 19 Agustus 2020. Seri yang dinamai High Score itu terdiri dari enam episode.

“High Score adalah seri TV dokumenter tentang era kejayaan video game, yaitu saat game-game legendaris, mulai dari Pac-Man sampai Doom, diluncurkan,” tulis Netflix dalam sinopsis untuk High Score, seperti yang dilaporkan oleh ComicBook. “Game-game ikonik seperti Space Invaders, Final Fantasy, Street Fighter II, Mortal Kombat, Sonic the Hedgehog, dan John Madden Football dibuat oleh ahli komputer dan seniman dari berbagai negara di seluruh dunia.”

Sebagai seri TV dokumenter, High Score menceritakan tentang berbagai kejadian penting dalam industri game, seperti kejatuhan Atari, sejarah Nintendo, dan perang konsol pada tahun 1990-an. Tak hanya itu, seri TV tersebut juga membahas tentang awal mula penggunaan teknologi 3D dalam game dan bagaimana game online menjadi populer. France Costrel, Director dan Executive Producer, High Score mengungkap, era saat Pac-Man menjadi game populer akan menjadi awal yang tepat untuk High Score.

“Kami tahu bahwa developer telah tertarik untuk membuat game sebelum era industri gaming yang kami bahas,” kata Melissa Wood, Executive Producer, High Score, pada GamesBeat. “Di High Score, kami juga sempat membahas tentang era Space War dan Pong. Namun, apa yang kami ingin coba tunjukkan di High Score adalah game sebagai media baru yang kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat. Bagi kami, Space Invaders dan Pac-Man memiliki peran penting dalam memperkenalkan game ke masyarakat luas.”

Lebih lanjut, Wood menjelaskan tentang alasan di balik keputusan mereka untuk membahas game dan orang-orang yang muncul dalam setiap episode High Score. “Ada cerita apa di balik game-game ini? Siapa saja orang-orang yang membuat game tersebut? Kami ingin membahas tentang game yang dikenal semua orang dan orang-orang yang populer di kalangan gamer. Namun, kami juga ingin menunjukkan para kreator game yang mungkin tidak terlalu dikenal dan tidak pernah menceritakan perjalanan mereka,” ujar Wood.

Dalam setiap episode dari High Score, ada satu orang yang menjadi fokus narasi. Saat ditanya tentang cara menentukan orang yang pantas untuk menjadi fokus dari masing-masing episode, Costrel menjawab, “kami ingin agar orang-orang yang menjadi pusat dari High Score beragam. Kami mau agar para gamer kasual atau orang-orang yang sekedar ingin bernostalgia tentang game tua sadar bahwa ada cerita yang menarik di balik game-game lawas yang mereka mainkan.”

Pada awalnya, High Score membahas era gaming saat Pac-Man populer. Sementara pada akhir seri TV tersebut, High Score bercerita tentang game 3D dan game multiplayer. Pasalnnya, Constrel merasa, awal kemunculan game 3D dan game online adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri High Score.

Dengan peluncuran High Score, baik Costrel dan Wood berharap, orang-orang akan menyadari bahwa game tak hanya permainan. “Video game punya reputasi sendiri. Tujuan kami membuat High Score adalah untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa game adalah sebuah seni. Kami ingin menunjukkan bahwa membuat game tidak mudah dan membutuhkan kreativitas,” ungkap Costrel.

Wood lalu menambahkan, “Game punya nilai. Menghabiskan waktu bermain game itu tidak sia-sia. Bermain game menjadi cara bagi orang-orang untuk saling terhubung dengan satu sama lain. Para kreator game selalu memikirkan para pemain mereka ketika mereka membuat game. Dan ada unsur seni dalam game.”

“Kami juga ingin menunjukkan beragam jenis seni dalam game, mulai dari komposisi musik sampai programming,” kata Costrel. “Membuat game tidak melulu tentang mendapatkan untung dan mengembangkan industri game. Ada unsur seni dalam membuat game. Saya berharap, orang-orang akan sadar betapa rumitnya proses pembuatan game, dan bahwa membuat game merupakan seni.”

Sumber: ComicBook, GamesBeat