Esports Ecosystem

Masih Perkasa, Fortnite Kumpulkan Pendapatan Rp25 triliun Selama 2019

06 Jan 2020 | Akbar Priono
Fortnite masih perkasa sebagai game free-to-play dengan pendapatan terbesar. Namun, angka pendapatan PC Games keseluruhan masih kalah dari Mobile Games.

Setelah hampir 3 tahun menemani para pemainnya, Fortnite ternyata terbukti masih menjadi favorit banyak gamers di dunia. Walau kurang populer di Indonesia, game ini tetap masih menjadi pilihan, dengan total pemain mencapai kurang lebih 250 juta pemain di bulan Maret 2019 lalu.

Selain itu, tahun 2019, Fortnite kembali mencetakkan rekor. Mengutip riset yang dilakukan SuperData, sebuah perusahaan sub-divisi bidang gaming milik Nielsen, Fortnite mencatatkan pemasukan sebesar US$1,8 miliar (sekitar Rp25 triliun), dan mencatatkan diri di peringkat 1 game free to play dengan pendapatan terbanyak. Angka ini melejit cukup jauh jika dibandingkan dengan League of Legends, yang hanya mendapatkan US$1,5 miliar (sekitar Rp 20 triliun) saja sepanjang tahun 2019; yang membuatnya bertengger di posisi ke-4 dari 10 game free to play dengan pendapatan terbanyak di 2019.

Mengutip SuperData, ada beberapa faktor atas suksesnya Fortnite. Pertama, adalah soal update konten yang rutin. Strategi ini berhasil membuat pemain jadi pembeli setia atas konten-konten yang disajikan Epic Games. Dikatakan, walau jumlah pemain Fortnite lebih sedikit dibanding League of Legends, namun para pemainnya dua kali lipat lebih ingin untuk membeli konten in-game Fortnite. Selanjutnya, faktor kedua yang tak kalah penting menurut SuperData adalah karena berbagai promosi bersifat crossover yang dilakukan oleh Fortnite, seperti dengan Marvel Avengers, Stranger Things, ataupun Star Wars.

Secara umum, laporan tersebut mengatakan bahwa pendapatan dari konten digital meningkat tiga persen dalam perbandingan data tahun ke tahun. Sepanjang 2019, konten digital berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar US$120,1 milyar. Walau demikian, pendapatan konten digital untuk PC games masih tertinggal jika dibanding dengan mobile games. Dari total US$120,1 milyar, sektor mobile games mendapatkan US$64 milyar, dilanjut US$29,6 milyar dari sektor PC games dan US$15,4 milyar dari sisi game konsol.

Memang sepertinya pada tahun 2019 lalu, besaran pasar mobile games sedang meningkat dengan cukup signifikan. Peningkatan dari sisi teknologi mungkin jadi salah satu faktor penyebabnya. NPD juga sempat mengungkap belanja gamers Amerika Serikat di Q3 2019 lalu. Ketika itu, total pendapatan gaming meningkat satu persen dengan pendapatan terbesar dari sektor konten digital, dengan Pokemon GO termasuk sebagai salah satu dari 7 game top-grossing.

Sumber: Fortnite Official Site
Tren mobile games tak terhentikann, Epic Games juga memutuskan membuat versi mobile dari Fortnite pada pertengahan 2018 lalu. Sumber: Fortnite Official Site

Kalau bicara pasar mobile gaming, Indonesia adalah salah satu pasar yang besar. Hal ini terbukti lewat Esports Market Trend 2019 dari DSResearch yang menemukan tiga dari lima game esports terpopuler adalah mobile game. Walau Fortnite masih mempertahankan diri sebagai game terpopuler dan paling laku, namun tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Melihat angka pendapatan yang dilaporkan oleh Super Data, mungkinkan mobile games akan jadi tren berikutnya di tahun 2020. Apalagi tren ini juga sudah ditanggapi berbagai pengembang besar di barat. Contohnya seperti Epic Games yang merilis Fortnite untuk mobile, Riot Games membuat LoL: Wild Rift untuk mobile, dan Activision Blizzard yang membuat Diablo untuk mobile.

Sumber header: Fortnite Official Site