Esports Ecosystem
for SEO
Esports Ecosystem

Inilah 10 Kota Terbaik dan Terburuk untuk Gamers

3 March 2021Ellavie Ichlasa Amalia

Beberapa kriteria kota terbaik adalah ketersediaan jaringan cepat, expo gaming, dan pekerjaan terkait industri gaming

Industri game dan esports terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan. Jadi, tidak heran jika semakin banyak orang yang tertarik untuk masuk ke dunia tersebut. Broadband Savvy baru saja mengumumkan hasil studi mereka terkait daftar kota ideal untuk para gamers dan pecinta esports.

Salah satu karakteristik yang Broadband Savvy gunakan untuk menentukan apakah sebuah kota cocok untuk ditinggali para gamer adalah ketersediaan internet cepat serta biaya berlangganan internet di kota itu. Selain itu, mereka juga membandingkan harga hardware gaming di sebuah kota, jumlah turnamen esports offline dan gaming expo yang diadakan di kota tersebut, serta jumlah pekerjaan di dunia game yang tersedia. Dua kriteria lain yang juga dipertimbangkan adalah biaya hidup di sebuah kota dan ketersediaan 5G.

 

Skor Berdasarkan Region

Broadband Savvy membagi 74 negara yang mereka amati ke dalam 6 kawasan, yaitu Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Eropa, Oceania, dan Timur Tengah & Afrika. Masing-masing kawasan punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Misalnya, kota-kota di Asia — dengan Tiongkok dan India sebagai pengecualian — biasanya memiliki jaringan internet yang memadai dengan harga yang terjangkau, sebut saja Seoul, Hong Kong, dan Osaka. Selain itu, harga hardware gaming di Asia juga lebih murah. Tidak aneh, mengingat kebanyakan hardware memang diproduksi di kawasan Asia.

Seoul jadi kota terbaik kedua untuk gamers. |Sumber: Deposit Photos
Seoul jadi kota terbaik kedua untuk gamers. |Sumber: Deposit Photos

Sementara itu, salah satu keunggulan dari kota-kota di Amerika Utara adalah banyaknya jumlah pekerjaan terkait gaming. Austin dan Seattle menjadi dua kota yang memiliki pekerjaan di industri gaming paling banyak. Hanya saja, biaya hidup di kota-kota Amerika Utara cukup tinggi. Harga berlangganan internet di sana juga cukup mahal. Untungnya, harga hardware gaming di Amerika Utara lebih murah dari Eropa.

Di kota-kota di Benua Biru, yang terjadi justru sebaliknya. Harga hardware gaming di sana memang lebih mahal, tapi biaya berlangganan internet lebih terjangkau dari kota-kota di Amerika Utara. Selain itu, di beberapa kota Eropa, seperti Paris, jumlah tawaran pekerjaan terkait gaming juga cukup banyak.

Di kota-kota Amerika Selatan, keunggulan yang mereka punya adalah biaya hidup yang relatif murah. Masalahnya, tidak semua kota di Amerika Selatan sudah punya jaringan internet 1Gbps. Contohnya, Bogota. Kabar baiknya, di beberapa kota di Amerika Tengah — seperti Mexico City — Anda bisa mendapatkan koneksi internet yang cukup berkualitas dengan harga yang masuk akal. Selain itu, di Amerika Selatan, juga ada beberapa gaming expo dan turnamen esports besar yang diselenggarakan.

Kawasan Oceania dan Timur Tengah & Afrika punya masalah yang sama, yaitu biaya internet yang mahal. Hanya saja, biaya berlangganan internet di Timur Tengah & Afrika tetap jauh lebih tinggi dari di Oceania. Contohnya, di Uni Emirat Arab, biaya berlangganan internet 1Gbps bisa mencapai US$800 (sekitar Rp11,5 juta). Meskipun begitu, di Indonesia, biaya berlangganan internet 1Gbps bahkan lebih tinggi lagi. Pada 2019, IndiHome menawarkan paket 1Gbps seharga Rp17,5 juta.

 

10 Kota Terbaik untuk Gamers

Austin, Texas, Amerika Serikat dianggap sebagai kota paling ideal untuk para gamers dan fans esports, menurut Broadband Savvy. Alasannya adalah karena kota itu punya internet yang cukup cepat — 138Mbps — dan biaya langganan internet 1Gbps yang relatif murah, yaitu US$60. Tak hanya itu, kota itu juga sudah dilengkapi dengan jaringan 5G, walau belum merata di seluruh kota. Di Austin, jumlah pekerjaan terkait gaming juga cukup banyak. Selain itu, kota itu juga sering mengadakan gaming expo.

10 kota terbaik untuk ditinggali gamers. | Sumber: Broadband Savvy
10 kota terbaik untuk ditinggali gamers. | Sumber: Broadband Savvy

Sementara itu, peringkat kedua diduduki oleh Seoul, Korea Selatan. Dari segi kecepatan internet, Seoul menang jauh dari Austin. Kecepatan rata-rata internet di ibukota Korea Selatan itu mencapai 602Mbps. Tak hanya itu, biaya berlangganan internet 1Gbps di sana juga lebih murah, hanya US$33,24. Meskipun begitu, jumlah pekerjaan terkait gaming di Seoul jauh lebih sedikit dari Austin. Dan walau Seoul lebih sering menjadi tuan rumah dari turnamen esports, jumlah gaming expo yang diadakan di Austin jauh lebih banyak dari Seoul.

Bucharest menduduki peringkat tiga. Ibukota dari Romania ini memiliki kecepatan internet rata-rata yang sedikit lebih tinggi dari Austin, yaitu 164Mbps. Namun, biaya berlangganan internet 1Gbps di kota itu jauh lebih murah, kurang dari US$10. Bucharest juga sudah memiliki jaringan 5G. Hanya saja, harga hardware gaming di kota ini jauh lebih mahal dari Austin atau Seoul. Selain itu, jumlah pekerjaan terkait gaming di sini juga jauh lebih sedikit dari Austin.

“Tergantung pada apa yang Anda cari, ada beberapa kota yang ideal sebagai tempat tinggal para gamers. Kota seperti Bucharest mendapatkan nilai tinggi karena mereka punya internet yang cepat dan murah serta biaya hidup yang rendah,” kata Tom Paton, pendiri Broadband Savvy, seperti dikutip dari situs mereka. “Kota lain seperti Los Angeles dan London memang memiliki biaya hidup yang lebih mahal, tapi di sana, sering diselenggarakan expo gaming dan kompetisi esports.”

Berikut 10 kota terbaik untuk para gamers:

  • Austin, Amerika Serikat
  • Seoul, Korea Selatan
  • Bucharest, Romania
  • Paris, Prancis
  • Los Angeles, Amerika Serikat
  • Hong Kong, Hong Kong
  • Montreal, Kanada
  • Barcelona, Spanyol
  • Seattle, Amerika Serikat
  • Boston, Amerika Serikat

10 Kota Terburuk untuk Gamers

Dari 74 kota yang masuk dalam studi Broadband Savvy, Dubai, Uni Emirat Arab ada di peringkat terakhir. Salah satu alasannya adalah karena kota itu memiliki koneksi internet yang tidak hanya lambat, tapi juga mahal. Di Dubai, kecepatan rata-rata internet hanya mencapai 11 Mbps. Sementara biaya berlangganan internet 1Gbps mencapai US$775. Kabar baiknya, kota itu sudah memiliki 5G, walau jangkauan 5G belum merata di seluruh kota. Alasan lain mengapa Dubai ada di peringkat terakhir adalah karena tidak banyak pekerjaan terkait game yang tersedia di kota tersebut.

10 kota terburuk untuk ditinggali gamers. | Sumber: Broadband Savvy
10 kota terburuk untuk ditinggali gamers. | Sumber: Broadband Savvy

Sementara itu, Sydney, Australia ada di peringkat kedua paling akhir. Kecepatan internet rata-rata di kota ini lebih baik dari Dubai, mencapai 26Mbps. Biaya berlangganan internet 1Gbps juga jauh lebih murah, hanya US$112. Namun, biaya hidup di Sydney mahal. Selain itu, Sydney tidak punya banyak lowongan pekerjaan soal game.

Abu Dhabi, kota lain di Uni Emirat Arab, menduduki peringkat ketiga terakhir. Masalah yang dihadapi oleh Abu Dhabi sama seperti Dubai, yaitu internet yang lambat — kecepatan rata-rata 9Mbps — dan biaya internet yang mahal. Di sana, biaya berlangganan internet 1Gbps juga mencapai US$775. Biaya hidup yang lebih murah menjadi salah satu alasan mengapa peringkat Abu Dhabi lebih baik dari Dubai.

Berikut 10 kota terburuk untuk para gamers:

  • St Petersburg, Rusia
  • Cairo, Mesir
  • Johannesburg, Afrika Selatan
  • Vienna, Austria
  • Santiago, Chili
  • Auckland, Selandia Baru
  • Brisbane, Australia
  • Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
  • Sydney, Australia
  • Dubai, Uni Emirat Arab
Play video

3 June 2021

HY ESPORTS

HY Esports adalah acara baru di Hybrid.IDN yang akan menampilkan berbagai segmen dalam satu gelaran acara. Akan ada scrim, interview, give away yang ...

Others from #HybridTV