Dark
Light

Inkuiri Membantu Pembeli Untuk Mencari Barang Yang Paling Cocok

2 mins read
October 8, 2010

Ceritanya sama, calon pembeli ingin membeli satu barang online, tapi kita ingin cari yang paling cocok, ya barangnya ya harganya.  Masalahnya, ada banyak sekali toko-toko online yang ada di Internet yang manawarkan barang yang sama tapi dengan harga yang berbeda.  Apa yang calon pembeli bisa lakukan?  Kita kunjungi satu-satu toko-toko online tersebut, cari barang yang kita mau dan catat harganya.  Kemudian setelah kita sudah dapat semua data yang kita perlukan, kita bisa mulai membandingkannya.

Seperti yang anda bisa tebak, aktivitas ini bukan saja bisa membosankan, tetapi juga membuang-buang waktu.  Bagaimana kalau kita bisa melakukan ‘riset’ ini di satu tempat saja, tanpa harus susah-susah mengunjungi setiap situs satu-persatu?

Jawabannya adalah MetaSearch Engine.  Metasearch Engine adalah mesin pencari yang menerima kata-kata kunci pencarian yang dimasukkan oleh pengguna, mengirimkannya ke mesin-mesin pencari lain atau database lain, kemudian mengumpulkan hasil-hasil pencarian ini dan menyajikannya kepada pengguna secara sistematis.

Anda pasti sudah pernah mendengar atau malah sudah mencoba Google Product Search.   Dengan menggunakan situs Google yang satu ini, para calon pembeli bisa mencari dan sekaligus membandingkan harga barang dari banyak toko online.  Contoh lain adalah Travel Metasearch seperti Kayak, TripAdvisor, dan Expedia yang bisa dibilang 3 besar situs Metasearch di sektor Travel (pesawat, akomodasi, paket liburan dll).

Di Indonesia sendiri belum banyak situs-situs Metasearch yang seperti ini.  DailySocial pernah menulis tentang TiketDomestik dimana pengguna bisa melihat harga-harga tiket pesawat domestik dari beberapa maskapai penerbangan di satu tempat.  Situs yang lain contohnya adalah PriceArea dan FjbEx.  PriceArea adalah metasearch pencarian barang dari situs toko-toko online, sedangkan FJBex juga sama tapi sumber pencariannya dari Forum-Forum jualan lokal.

Inkuiri bisa dibilang mirip dengan PriceArea, dimana pengguna bisa mencari suatu barang dari beribu-ribu situs toko online di satu tempat.  Rizqi, founder dari Inkuiri, menceritakan dalam wawancaranya dengan DailySocial bahwa arah dari Inkuiri berubah banyak dari ide awal situs ini.  Rizqi, yang katanya pernah belajar mata kuliah Information Retrieval (Sistem Temu Balik Informasi), mengatakan bahwa tadinya dia ingin membuat sebuah online marketplace dimana pengguna bisa mendaftarkan toko onlinenya kemudian melakukan aktivitas jual beli.  Tapi karena kesibukan yang meningkat, ide ini jadi terbengkalai bertahun-tahun.

Para Startup, ingat!  Yang penting bukan ide-nya tapi eksekusi-nya 🙂

Untuk fitur-fitur yang disediakan oleh situs yang masih Beta ini, selain pencarian barang lewat kotak pencari, Inkuiri juga menyediakan kategorisasi barang berdasarkan jenis-jenisnya.  Selain itu pemilik toko juga bisa mendaftarkan tokonya supaya nantinya secara otomatis bisa di-crawl oleh mesin Inkuiri.  Semua fitur-fitur ini bisa langsung di-akses dari halaman depan.

Pada halaman hasil pencarian, pengguna bisa melihat daftar barang anda cari bersama dengan toko mana yang menjual dan berapa harganya.  Untuk lebih memudahkan pengguna untuk mempersempit pencariannya, disebelah kiri halaman ini ditampilkan beberapa Filter yang bisa digunakan untuk membatasi hasil dari pencarian, menurut kategori barang, nama toko dan lokasi toko.

Ketika ditanya apa rencana Inkuiri untuk kedepannya, Rizqi memaparkan beberapa hal diantaranya: merapikan hasil pencarian dan kategori, menambah filter berdasarkan harga (ini menurut saya sangat penting sekali), menyediakan layanan API untuk para developer yang ingin mendapatkan akses ke database Inkuiri, dan menambah crawler untuk forum (bersaing dengan FjbEx?).

Selanjutnya, mengenai monetisasi, Rizqi menambahkan bahwa sampai saat ini yang dilakukan adalah masih dalam taraf menyediakan space untuk iklan kontekstual, artinya iklan akan ditampilkan sesuai apa yang dicari oleh pengguna.  Dengan kata lain, Inkuiri akan mengikuti bisnis model ala Google.

Situs-situs dengan basis Metasearch ini di Indonesia memang bisa dibilang masih dalam taraf-taraf awal, tapi dengan adanya situs-situs lokal ini kita bisa melihat usaha-usaha untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.  Ada baiknya kalau situs-situs ini bekerjasama dengan toko-toko online yang ada di dalam hal infrastuktur, terutama di tingkat komunikasi data.  Bayangkan kalau bisa ada standardisasi pada tingkat ini, maka integrasi antara situs Metasearch dan toko online akan lebih mudah diciptakan.

Chris Prakoso

Chris Prakoso is a Software Analyst Programmer and Web Developer, who mainly codes in .NET, Ruby on Rails, and the myriads of other Web Frameworks. He is also a Tech Geek, Seasonal Podcaster and a Coffee drinker, who recently converted to Mac. You can find him haunting the Social Media scenes whenever he has spare-time.

5 Comments

  1. blm banyak cust yg tau ttg google product search, krn kgnykan menggunakan google search engine yg umum dipake. btw nais inpo gan

  2. blm banyak cust yg tau ttg google product search, krn kgnykan menggunakan google search engine yg umum dipake. btw nais inpo gan

  3. blm banyak cust yg tau ttg google product search, krn kgnykan menggunakan google search engine yg umum dipake. btw nais inpo gan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Google Lakukan Uji Fitur Integrasi Twitter di Google News

Next Story

MySpace Umumkan Logo Baru

Latest from Blog

Don't Miss

Wego Tunjuk Ruwie S. Raharjo Sebagai General Manager untuk Indonesia

Setelah melakukan pencarian pimpinan perusahaan untuk wilayah Indonesia, layanan pencarian

Layanan Metasearch Trivago Ingin Tingkatkan Brand Awareness di Indonesia

Diluncurkan enam bulan yang lalu di Indonesia sebagai salah satu