Esports Ecosystem

India blokir Mobile Legends, TikTok, dan 57 Aplikasi asal Tiongkok

30 Jun 2020 | Akbar Priono
Pemblokiran ini dilakukan karena aplikasi tersebut dianggap telah melanggar privasi yang dikhawatirkan akan mencederai kedaulatan negara India.

Ekosistem esports di India mungkin bisa dibilang menjadi salah satu yang berkembang dengan pesat. Ini terbukti salah satunya, dari catatan data yang mengatakan bahwa total hadiah turnamen esports di tahun 2019 meningkat 118 persen dari tahun sebelumnya. India juga bahkan sampai bisa menarik perhatian organisasi esports Fnatic, yang membuat divisi esports PUBG Mobile di sana.

Namun, seperti di Indonesia, India juga mengalami kendala blokir memblokir dari pemerintah, yang berpengaruh pada perkembangan ekosistem esports. Januari 2020 lalu, India sempat akan blokir PUBG Mobile, karena dianggap menyebabkan kecanduan dan membuat pemainnya menjadi lebih agresif.

Kini pemblokiran kembali terjadi di India, dan Mobile Legends yang menjadi korbannya. Game MOBA besutan Moonton tersebut tidak sendirian, mengutip media lokal, dikatakan bahwa setidaknya ada 58 aplikasi Tiongkok lain yang juga turut diblokir. Selain Mobile Legends, game lain yang juga kena blokir dalam daftar tersebut Clash of Kings. Selain itu, 57 aplikasi sisanya yang diblokir adalah aplikasi Tiongkok yang populer seperti TikTok, UC Browser, DU recorder, dan lain sebagainya.

TikTok kini menjadi semakin populer. | Sumber: 9to5mac
Selain Mobile Legends, TikTok juga jadi korban aksi blokir aplikasi Tiongkok yang digagas oleh pemerintah India. Sumber: 9to5mac

Dikatakan, bahwa alasan memblokir ini adalah untuk melindungi pengguna internet India dari serangan privasi aplikasi-aplikasi tersebut. “Kompilasi data yang dikumpulkan oleh aplikasi tersebut menjadi sesuatu yang mengancam bagi keamanan nasional India. Hal tersebut tentu akan berdampak negatif bagi integritas negara, yang mana ini menjadi perhatian besar bagi negara, serta membutuhkan tindakan yang segera.” Tulis Kementerian Teknologi dan Informasi India membahas soal pemblokiran ini.

Mengutip dari IndianExpress, dikatakan bahwa walau telah diblokir, aplikasi TikTok masih bisa digunakan jika smartphone sang pengguna sudah terinstall aplikasi tersebut. Namun TikTok menjadi hilang di Google Play Store setelah pemblokiran. Jadi pengguna tidak dapat melihat TikTok di Google Play Store jika melakukan uninstall atau belum memiliki aplikasi tersebut di dalam smartphone. Masih dari IndianExpress, dikatakan bahwa beberapa aplikasi Tiongkok lainnya yang masuk dalam daftar blokir masih tersedia di Google Play Store. Namun tidak ada informasi lebih mendetil soal aplikasi apa yang masih bisa di-download.

Terkait pemblokiran di India, TikTok juga sudah memberikan sebuah pernyataan yang mereka sematkan lewat postingan twitter di akun resmi TikTok India.

Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa TikTok mematuhi segala kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan India, termasuk hukum soal privasi data dan keamanan digital. Juga dikatakan bahwa TikTok India sudah mendapat undangan dari badan pemerintahan, untuk memberi respon dan klarifikasi terkait pelanggaran privasi data yang dianggap pemerintah dilakukan oleh TikTok.

Lebih lanjut, dari pernyataan Kementerian Teknologi dan Informasi India mengatakan. “Computer Emergency Response Team (CERT-IN) juga telah menerima laporan dari perwakilan masyarakat terkait pelanggaran privasi dan data dari aplikasi tersebut, yang mana berdampak kepada ketentraman masyarakat. Juga ada arahan kuat dari masyarakat untuk melakukan tindakan keras terhadap aplikasi yang mencederai kedaulatan India, dan privasi dari masyarakat kami.”

Hingga saat ini, India memang belum memiliki ekosistem esports Mobile Legends. Namun pemblokiran ini tentu akan membuat game tersebut memiliki kesempatan yang kecil sekali untuk berkembang menjadi lebih besar lagi.

*Artikel ini telah disunting oleh tim editorial Hybrid. Kami menambahkan pernyataan dari TikTok, serta kutipan asli dari pemerintah India terkait pemblokiran yang dilakukan.