IBM Bangun Laboratorium Penelitian di Afrika

by
1 min read
August 14, 2012

IBM diberitakan mendirikan laboratorium penelitian di Nairobi, ibukota Kenya, Afrika. Sebelumnya IBM telah memiliki relasi bisnis dengan 20 negara Afrika.

IBM akan memfokuskan diri untuk melakukan apa yang menjadi keahliannya, memecahkan masalah yang rumit. Emerging market seperti Afrika tentu memiliki berbagai masalah yang memerlukan penyelesaian yang maksimal dan tepat guna. IBM juga sering menyinggung hal yang berhubungan dengan Afrika dalam hal pertumbuhan ekonomi mereka, peran teknologi juga tidak bisa dikesampingkan dalam pengembangan ekonomi sebuah daerah.

Seperti yang dikutip dari AllThingsD, pengembangan kota yang lebih pintar dan berfokus pada analisis yang kuat atas permasalahan infrastruktur seperti transportasi dan sistem pengairan adalah beberapa hal yang sepertinya menjadi pengembangan yang akan dilakukan IBM.

Sumber artikel: AllThingsD. Gambar: Wikipedia.

Previous Story

Twitter Akuisisi Clutch.io

Next Story

Dengan Studio Mode, Pertunjukan Musik di Google+ Hangout On Air Lebih Enak Didengar

Latest from Blog

Don't Miss

Transformasi Ritel Indonesia: Integrasi AI Jadi Kunci Menangkan Konsumen di Musim Lebaran

Musim perayaan Ramadan dan Idulfitri, lanskap industri ritel mengalami pergeseran

IBM: Chief AI Officer Tingkatkan ROI Investasi AI hingga 36% di Indonesia

IBM Institute for Business Value merilis studi global pada 18