Gaming News

Guide Wild Rift: Pembagian Role dan Gameplay Secara Umum

17 Nov 2020 | Akbar Priono
Karena Marksman tidak selalu ada di mid lane dan Fighter tidak selalu di atas, berikut guide role serta gameplay umum League of Legends: Wild Rift.

Sudah sekitar satu bulan League of Legends: Wild Rift hadir menemani keseharian para gamers Indonesia. Bagaimana? Apakah Anda masih cukup bingung dengan gaya main Wild Rift yang beda dari MOBA mobile sebelumnya? Atau Anda mungkin tergolong baru pindah ke Wild Rift sehingga masih kaget dengan cara main game tersebut?

Jangan bingung dan jangan khawatir. Terus adaptasi dan terus belajar adalah kunci untuk menyesuaikan diri di dalam sebuah game baru. Kali ini Hybrid mencoba menyajikan sebuah guide dengan tema fundamental gameplay Wild Rift. Pembahasan kali ini akan meliputi penjelasan singkat pembagian role serta berbagai hal yang harus Anda lakukan pada durasi permainan tertentu. Berikut guide dasar Wild Rift

 

Guide Pembagian Role di Wild Rift

Dalam Wild Rift, Champion (sebutan untuk karakter di dalam game) akan ditugaskan ke dalam 5 jenis role. Role tersebut adalah Solo Laner/Baron Laner, Mid Laner, Jungler, Attack Damage Carry (ADC), dan Support. Mirip seperti MOBA lain di mobile, Wild Rift memiliki kategori Champion seperti Fighter, Tank, Mage, Marksman, Assassin, dan Support. Namun satu kategori hero kadang bisa bermain di role berbeda. Contohnya role Fighter atau Assassin yang kadang bisa bermain sebagai Solo Laner ataupun Jungler. Mari kita mulai pembahasan role.

Solo Laner/Baron Laner

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Map Wild Rift bersifat Mirrored. Maksud Mirrored Map adalah posisi side-lane (atas dan bawah) yang bisa bertukar-tukar sesuai kondisi. Maka agar tidak tersesat, pastikan Anda memperhatikan indikator visual di dalam game ketika baru mulai bermain.

Solo Lane/Baron Laner umumnya berada di atas. Tugas Solo Laner adalah mempertahankan lane seorang diri. Karena harus bertahan seorang diri, Solo Lane umumnya diisi oleh Champion dengan kemampuan bertahan hidup yang kuat entah karena punya kemampuan defensif yang kuat atau tingkat kelincahan yang tinggi. Umumnya yang mengisi lane ini adalah Champion dengan kategori Fighter seperti Camille, Garen, atau Nasus. Walau begitu, Champion Assassin atau Marksman yang lincah seperti Vayne atau Akali juga bisa menjadi opsi yang bagus apabila tim Anda sudah punya cukup banyak hero Tank.

Mid Laner

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Mid Lane adalah jalur tengah lurus yang ada tepat di depan Anda. Pengisi lane ini bertugas untuk menghabisi minion dan menaikan level secepat mungkin agar dapat membantu lane lain setelahnya. Biasanya pemain lain akan berharap Mid Laner bisa membantu area Solo Lane/Baron Lane atau Duo Lane/Dragon Lane apabila area tersebut didesak musuh.

Maka dari itu Champion pengisi role Mid Laner biasanya adalah Champion Mage yang punya skill area dan mampu memberi damage besar dalam durasi sangat singkat (burst damage). Selain Mage, beberapa Champion Assassin juga cocok mengisi Mid Lane karena kemampuan damageburst mereka yang tinggi. Pratama “Yota” Indraputra yang terkenal sebagai analis di skena League of Legends mengatakan bahwa ADC/Marksman juga bisa mengisi area Mid Lane tapi hanya beberapa ADC yang kuat bertarung walau belum memiliki item lengkap. Champion Mage yang umum dimainkan di Mid Lane adalah: Ahri, Lux, Orianna, dan Twisted Fate. Sementara itu Champion Assassin yang umum di Mid Lane adalah: Zed, Akali, atau Yasuo. Sementara ADC yang mungkin mengisi Mid Lane adalah Jhin dan Ezreal.

Jungler

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Area jungle adalah milik pemain dengan role Jungler seorang. Pemain role lain DILARANG KERAS mengambil area jungle terutama pada fase awal permainan. Misi pemain Jungler adalah menghabisi monster jungle secepat mungkin untuk melakukan ganking setelahnya. Karena itu, maka pemain role Jungler seringkali menjadi pemain yang mengatur tempo permainan di dalam Wild Rift.

Karena harus bisa mengalahkan monster jungle dengan cepat seorang diri, maka Champion yang mengisi role ini biasanya punya pasif berupa damage tambahan setelah beberapa pukulan. Selain itu, Champion yang digunakan untuk jungling biasanya juga punya kemampuan disable (stun, slow, silence) karena tugasnya untuk melakukan ganking. Contoh Champion jungle yang paling umum adalah Graves, Vi, Xin Zhao, dan Lee Sin. Champion seperti Vayne atau Tryndamere juga bisa digunakan untuk jungling. Namun mereka cenderung kurang efektif gara-gara tidak punya kemampuan disable yang kuat.

Duo Lane – ADC

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Duo Lane diisi oleh dua Champion dengan peran yang berbeda. Peran yang pertama adalah Attack Damage Carry yang sering disebut ADC. Dari komposisi awal kita sudah punya seorang Fighter yang punya damage nan tanky, Mid Laner dengan damage burst, dan Jungler yang cenderung punya damageburst. Untuk melengkapi komposisi, maka Duo Lane biasanya diisi oleh Attack Damage Carry yang punya damage konsisten walaupun tanpa mengeluarkan skill sekalipun.

Karena harus memberi damage yang konsisten dengan serangan biasa, maka tugas ADC adalah mengumpulkan gold sebanyak mungkin dengan melakukan last-hit terhadap minion. Karena butuh damage yang konsisten, Marksman menjadi kategori yang paling umum digunakan untuk role ADC. Beberapa contoh Marksman yang umum digunakan sebagai ADC adalah: Ashe, Jhin, Vayne, Kai Sa, Ezreal, dan sebagainya.

Duo Lane – Support

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

ADC cenderung lebih lemah ketika permainan baru dimulai. Maka untuk melindungi Champion ADC yang sedang farming, ada satu pemain lagi mengisi Duo Lane dengan berperan sebagai Support. Tugas Support adalah untuk melindungi ADC agar bisa menyerang lawan dengan leluasa tanpa ada gangguan.

Karena tugasnya, maka Role Support biasanya diisi dengan Champion yang punya kemampuan disable, memberi heal/shield, dan kemampuan bertahan yang tinggi. Champion yang mengisi role Support bisa berkategori Tank atau Mage. Champion Support-Tank di dalam Wild Rift adalah: Braum, Blitzcrank, atau Alistar. Champion Support-Mage di dalam Wild Rift adalah Janna, Sona, Seraphine, dan Nami.

 

Tips Memenangkan Pertandingan Wild Rift Berdasarkan Durasi Permainan

Setelah memahami pembagian tugas di dalam Wild Rift, kini kita akan membahas apa yang harus Anda lakukan pada setiap fase permainan yang kadang disebut juga sebagai ilmu Macro Game (Ilmu yang berisi cara memahami game dari sudut pandang lebih luas). Dalam guide ini saya akan mencoba menjelaskan objektif dari masing-masing role pada setiap 5 menit permainan berjalan.

Fase merancang strategi awal dan farming (0 – 5 Menit)

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Tugas paling pertama yang harus dilakukan seorang pemain adalah mengetahui di mana posisi laneDuo dan Solo. Normalnya lane Duo ada di bawah dan lane Solo ada di atas. Game akan memberitahu apabila Anda berada di sisi Mirrored Map. Pada sisi Mirrored map, lane Duo ada di atas dan lane Solo ada di bawah.

Laning di Wild Rift terbilang tidak sepakem seperti League of Legends. Mungkin akan ada masanya Anda tetap menang pertandingan walupun laning secara asal-asalan. Walau begitu, membiasakan diri melakukan laning sesuai pada tempatnya mungkin bisa membantu Anda memenangkan pertandingan pada Rank yang lebih tinggi nanti.

Selain memeriksa posisi lane, periksa juga Champion yang jadi lawan di posisi Anda (Champion Matchup). Tindakan ini terbilang sudah masuk ke level permainan yang lebih tinggi karena Anda harus punya pengetahuan terhadap skill kebanyakan Champion yang sering digunakan pemain lain. Bila Anda baru mulai main, ada baiknya mengintip menu daftar Champion dan melihat bagaimana cara kerja skill masing-masing Champion.

Sumber: Facebook Page Atoy
Sumber: Facebook Page Atoy

Fungsi dari mengetahui Champion yang jadi lawan adalah untuk menentukan gaya main Anda. Apabila di atas kertas Champion lawan Anda lebih lemah, maka Anda bisa mempertimbangkan bermain agresif. Apabila Champion lawan Anda cenderung lebih kuat di atas kertas, maka Anda harus hati-hati karena bisa jadi sang lawan akan bermain secara lebih agresif. Contoh: bila Anda bermain sebagai Ashe, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk main secara lebih defensif apabila lawan Anda adalah Ezreal pada fase awal permainan.

Setelah itu fokus semua pemain laner (Solo Laner, Mid Laner, Duo Laner) adalah melakukan last-hit minion sebanyak mungkin sampai menit ke-5. Idealnya Anda tidak boleh terlalu agresif memukuli minion. Agresif memukuli minion akan membuat posisi Anda jadi menyebrang sungai. Apabila Anda menyebrang sungai, maka posisi Anda akan terancam karena bisa jadi sasaran empuk Jungler saat melakukan ganking.

Jungler punya tugas yang sedikit berbeda dibanding laner. Setelah mengetahui posisi masing-masing lane, pertanyaan pertama yang harus ditanyakan ke diri seorang Jungler adalah: “mulai jungling dari mana?”. Saya sendiri biasanya melakukan jungling dari lane Solo ke arah lane Duo. Rute tersebut terbilang cukup umum karena prioritas tim biasanya adalah membuat sang ADC “jadi” agar bisa meng-carry permainan di fase akhir nanti.

Jungler juga tidak boleh lupa mengambil Scuttler, si monster kecil yang ada di sungai. Monster Scuttler akan membantu memberi informasi apabila ada pergerakan dari Jungler musuh. Apabila semua bagian tim melakukan tugasnya dengan lancar, biasanya item Anda sudah separuh jadi pada menit ke-5. Saatnya Recall, kembali ke lane/jungle, lalu melanjutkan pertarungan ke fase 5 menit ke-2.

Fase Early Game (5 – 10 Menit)

Sumber: YouTube Channel League of Legends: Wild Rift
Sumber: YouTube Channel League of Legends: Wild Rift

Setelah Recall dan membeli item, Anda sudah mulai harus mempertimbangkan mengambil monster objektif yang tersedia di menit ini. Ada dua pilihan Monster yang bisa diambil. Pertama ada Dragon yang spawn pada menit ke-4 permainan. Kedua ada RiftHerald yang spawn pada menit 6 dan akan digantikan oleh Baron pada menit 10.

Pemain role Jungler biasanya bertugas sebagai inisiator yang mengajak lane terdekat untuk mengambil Dragon atau Rift Herald. Dragon akan lebih diperebutkan karena akan memberi buff sepanjang permainan berjalan. Ada beberapa jenis Dragon dengan jenis buff berbeda yang diberikan. Rincian soal Dragon apa memberi buff apa bisa Anda lihat pada laman berikut ini.

Mengambil Dragon juga terbilang menjadi salah satu tugas pengisi Duo Lane pada fase ini. Namun demikian, fokus sang ADC tetaplah untuk last-hit dan menjaga agar lane tidak jebol. Maka Duo Lane sebisa mungkin harus mendesak Champion dan minion musuh sebelum melakukan rotasi ke arah Dragon. Kenapa harus didesak? Fungsinya adalah untuk memberi musuh dua keputusan sulit antara menjaga turret tapi kehilangan Dragon atau merebut Dragon tapi kehilangan turret.

Sumber: Facebook Page Atoy
Sumber: Facebook Page Atoy

Pada sisi lain, Solo Laner mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengambil Rift Herald yang muncul di menit ke-6 apabila Anda sudah cukup mendominasi lane. Rift Herald cenderung masih bisa dikalahkan seorang diri karena ada damage tambahan apabila Anda memukul sang monster dari belakang. Jadi apabila posisi Anda lebih unggul dari lawan, Anda jadi lebih leluasa mengambil Dragon dan Rift Herald pada fase ini. Rift Herald nantinya bisa membantu Anda melakukan push lane karena dia akan memberi damage besar kepada turret dalam satu kali terjangan.

Pada sisi lain Mid Laner harus menjadi lebih waspada terhadap keadaan lane samping pada tahap ini. Siap siaga untuk bergerak sedikit ke atas atau bawah untuk mengambil Rift Herald, Dragon, atau mungkin melihat kesempatan melakukan ganking. Walaupun demikian, Anda tetap harus fokus pada tujuan awal yaitu menjaga lane. Maka Anda juga harus memastikan Champion musuh dan minion sedang terdesak ke arah turret Mid Lane musuh sebelum melakukan rotasi ke tempat lain.

Terlepas dari tugasnya, pemain juga harus ingat untuk tidak terlalu nafsu memburu Kill. Tapi tentunya ini juga tergantung dari pola pikir Anda di dalam permainan. Apakah Anda ingin menang atau sekadar ingin mendapatkan MVP/Kill banyak agar bisa dipamerkan ke teman-teman?

Fase Mid Game (10 – 15 Menit)

Permainan kadang sudah bisa berakhir pada menit ini apabila lawan Anda tidak sebegitu jago. Tapi dalam pertandingan yang sengit, fase 5 menit ke-3 justru adalah puncak keseruan pertandingan. Pada fase ini, fokus tim adalah untuk berusaha mempertahankan keunggulan yang sudah didapat atau bertahan hidup sambil mencari peluang apabila tim Anda sedang terdesak.

Pada fase ini Baron sudah muncul dan posisi pemain biasanya sudah mulai menyebar. Walaupun begitu, Anda tetap tidak boleh lupa dengan posisi lane awal Anda. Jadi apabila Anda seorang Mid Laner, tetap awasi area Mid Lane lewat minimap walaupun Anda sedang patroli ke tempat lain. Apabila lane tersebut terdorong oleh minion, jangan lupa untuk dorong balik dengan cara membersihkan wave minion dengan cepat.

Sebagai tim yang unggul, tugas Anda sebagai tim adalah mencari kesempatan gank agar bisa mengambil Baron setelahnya. Kesempatan gank bisa muncul apabila Anda menyerang area teritori jungle musuh. Anda bisa membawa Oracle Lens (Item pengganti Ward) untuk memudahkan Anda menemukan posisi musuh yang bersembunyi di area bush. Menculik satu sampai dua Champion sudah cukup untuk membuat tim musuh jadi kesulitan merebut Baron. Jadi Anda bisa langsung berjalan ke Baron setelah mendapat satu sampai dua Kill tersebut.

Sumber: YouTube Channel League of Legends: Wild Rift
Sumber: YouTube Channel League of Legends: Wild Rift

Selain menyerang teritori jungle, mendorong lane juga bisa jadi opsi yang bagus jika Anda sedang unggul di fase ini.

Apabila Anda berada di pihak yang terdesak, maka objektif Anda pada fase ini adalah bertahan sekuat mungkin. Cara paling sederhana untuk bertahan adalah dengan menghabiskan wave minion secepat mungkin sebelum berhasil mencapai turret area dalam dan melakukan rotasi secara berkelompok.

Hal yang tidak boleh Anda lakukan dalam fase ini adalah mati konyol. Kenapa? Seperti yang tadi saya sebut, kehilangan satu atau dua Champion bisa membuat keadaan berbalik atau menyelesaikan permainan di masa ini. Jenis kematian seperti apa yang tergolong sebagai mati konyol? Mati karena terlalu sombong ingin bertarung satu lawan banyak atau mati karena push minion terlalu jauh tanpa berbekal vision/skill untuk bertahan hidup/kabur.

Jika keadaan berjalan ideal, permainan seharusnya bisa selesai setelah Anda mengambil Baron dan melakukan 5-man push. Tetapi apabila pertarungan berjalan sengit atau teman Anda berkeliaran tidak jelas, maka permainan akan berlanjut ke fase 5 menit ke-4.

Fase Late Game (15 Menit – Akhir Permainan)

Sumber: Tangkapan Layar
Mengambil Baron kedua di menit 15++ bisa menjadi opsi yang dipertimbangkan demi memastikan kemenangan. Sumber: Tangkapan Layar

Pada menit ini kondisi permainan biasanya sudah berantakan terutama bila Anda bermain Solo Rank. Jika tujuan Anda adalah untuk menang, penting untuk tetap rasional, jangan terlalu bernafsu, dan menanamkan pola pikir fokus pada tujuan.

Bagaimana bentuk pola pikir fokus pada tujuan? Contohnya mungkin seperti mengejar musuh sampai jarak tertentu saja, tidak memaksa push dari satu sisi lane saja apabila Champion musuh masih segar bugar, atau berusaha rasional dengan mengambil Baron kedua demi mendapat kemenangan yang lebih pasti.

Sedang unggul atau sedang kalah, fokus pada fase ini adalah untuk bertarung sesuai dengan potensi maksimal dari kategori Champion yang Anda mainkan. Contohnya mungkin seperti ini: tetap jaga jarak apabila Anda bermain Champion ADC marksman. Jangan takut membuka pertarungan apabila Anda adalah Champion Tank dengan kemampuan inisiasi seperti Malphite atau Alistar. Fokus lindungi ADC apabila Anda memainkan Champion Support Mage seperti Nami atau Sona. Serang musuh dari belakang dan cari target yang lemah apabila Anda memainkan Champion Assassin seperti Akali. Terus lakukan pokedamage kepada pertahanan terdepan musuh apabila Anda adalah Mage seperti Ahri. Jangan takut bertarung sampai titik darah penghabisan apabila Anda adalah bermain Champion Fighter seperti Master Yi atau Olaf.

Jika Anda sudah unggul jauh, seharusnya kemenangan bisa dipastikan sampai dengan 80% di fase ini. Walaupun begitu, Anda tetap masih punya 20% kesempatan kalah yang datang dari gaya bermain yang tidak rasional dan tidak fokus pada tujuan. Jika Anda ada di pihak yang kalah, mungkin satu-satunya yang bisa Anda lakukan hanya berdoa. Berdoa agar tim musuh melakukan 20% kesalahan tersebut dan tim Anda bisa bermain lebih disiplin sehingga bisa membalikkan keadaan.

Kesempatan comeback di Wild Rift terbilang jauh lebih kecil, kenapa? Ruang gerak Anda terbatas karena tidak punya turret. Karena ruang gerak Anda terbatas, Anda jadi susah farming dan juga susah mengambil Dragon atau Baron. Anda juga bisa jadi kalah damage karena perbedaan item yang terpaut jauh. Selain itu kalau tim musuh sudah ambil Baron, minion mereka akan jadi jauh lebih kuat dan sangat sulit untuk dibendung serangannya.

Lakuan Analisis Setelah Pertandingan Selesai

Sumber: Tangkapan Layar
Sumber: Tangkapan Layar

Pasca pertandingan selesai, tugas Anda belum selesai. Jangan langsung tergesa-gesa membalas kekalahan dengan melakukan Find Match lagi. Coba lakukan analisa sederhana terhadap permainan Anda sebelumnya dan tanyakan kepada diri sendiri “Kenapa saya kalah?”. Jawaban pertanyaan tersebut bisa dijawab lewat beberapa hal.

Pertama adalah lewat data statistik permainan. Apabila Anda memainkan seorang ADC, coba Anda periksa berapa gold yang Anda peroleh di akhir permainan dan berapa damage yang Anda berikan kepada musuh. Apabila jumlahnya masih kalah dibanding pemain Jungler atau Solo Laner, maka Anda harus intropeksi diri. Mungkin Anda kurang last-hit pada awal permainan? Mungkin Anda terlalu sering mati? Atau mungkin Anda beberapa kali mati terlalu dini di dalam pertarungan 5 vs 5.

Selain perolehan gold dan jumlah damage yang diberikan kepada musuh, ada juga data lain yang bisa berguna bagi pemain role lain. Data tersebut adalah data jumlah partisipasi pertarungan yang bisa jadi bahan evaluasi pemain role Jungler dan data jumlah damage yang diterima yang bisa bagi pemain Support-Tank.

Jawaban kedua atas pertanyaan tersebut mungkin adalah build item serta Rune Champion yang kamu mainkan. Sejauh ini build default dari Wild Rift terbilang sudah cukup untuk bisa membawa Anda mendaki rank, mungkin sampai Gold. Tetapi semakin tinggi rank, maka semakin ketat juga persaingan. Maka dari itu Anda kadang juga perlu memperbaiki build item Champion yang dimainkan agar jadi lebih efektif.

Apabila Anda belum sebegitu paham dengan efek masing-masing item, Anda bisa nyontekbuilditem rankedboost.com yang terbilang jauh lebih efektif dibanding build default dari Wild Rift. Tapi jika ingin lebih efektif, maka Anda harus mempelajari efek-efek item dan pandai-pandai menyesuaikan build item dengan jalannya pertandingan.

Semoga guide ini bisa membantu perjalanan Anda mendaki rank di dalam game Wild Rift. Guide ini mungkin hanya membahas topik-topik mendasar, tetapi hal yang saya jelaskan tersebut terbilang hal fundamental di dalam Wild Rift yang saya harap bisa membantu siapapun Anda terlepas dari rank yang dimiliki.

Push rank memang bisa membuat stress dan darah tinggi. Tapi jangan lupakan fungsi videogame sebagai sarana rekreasi dan jangan lupa bahagia.