Lewat AMP Stories, Google Ingin Kita Mengonsumsi Berita Seperti di Instagram

1 min read
February 15, 2018

Pada bulan Oktober 2015, Google mengumumkan inisiatif bernama AMP Project dengan tujuan menciptakan pengalaman browsing yang lebih baik bagi pengguna smartphone. Sekarang jumlah situs yang mengadopsi format AMP sudah sangat banyak, dan format itu terbukti bisa dibuka jauh lebih cepat ketimbang halaman aslinya, meski tentunya ada sejumlah keterbatasan.

Google sepertinya belum cukup puas dengan apa yang mereka capai lewat AMP. Mereka menilai harus ada cara lain untuk menyajikan konten secara lebih visual dan lebih interaktif kepada pengguna smartphone. Dari situ lahirlah format baru yang mereka sebut dengan istilah AMP Stories.

Anda tidak salah apabila langsung teringat pada Instagram Stories, sebab AMP Stories memang banyak terinspirasi dari situ. Contoh yang paling gampang, menavigasikan artikel dalam format AMP Stories bukanlah dengan menggulirkan layar, melainkan dengan menyentuh sebalah kiri atau kanannya.

Di atas, terdapat indikator kecil yang menandakan Anda sudah sampai di bagian mana dalam suatu artikel. Di sepanjang artikel, Anda akan disuguhi beragam elemen visual, beberapa bahkan animated. Singkat cerita, mengonsumsi konten AMP Stories sangat berbeda dari membaca artikel seperti biasanya.

Terlepas dari banyaknya elemen visual di dalam artikel AMP Stories, Google memastikan semuanya tetap bisa dibuka dengan cepat di browser ponsel berkat penggunaan fondasi teknologi yang sama seperti di AMP Project. Lebih lanjut, AMP Stories tidak terbatas pada platform tertentu, dan bisa diadopsi oleh semua situs tanpa terkecuali.

Sama seperti format AMP standar, AMP Stories juga bakal muncul di hasil pencarian Google. Beberapa yang bisa dicoba saat ini berasal dari media-media publikasi ternama seperti CNN, Wired, Mashable, Vox Media dan The Washington Post – silakan buka tautan-tautan tersebut menggunakan smartphone.

Sumber: Google.

Previous Story

Jelang Peresmian, Samsung Rilis 3 Video Teaser Galaxy S9 dan Galaxy S9+

Next Story

Lewat Redmi 5 dan Versi Plus-nya, Xiaomi Memastikan Semua Orang Bisa Menikmati Smartphone ‘Berlayar Penuh’

Latest from Blog

Don't Miss

Mengenal Googlebook: Laptop Premium dengan Fitur Magic Pointer dan Integrasi Ekosistem Android

Ada yang menarik di acara Google beberapa waktu lalu. Sejak

Mulai Akhir Juni, Chrome Android Dilengkapi Asisten AI Proaktif dan Fitur Otomatisasi Tugas

Pengalaman berselancar di internet menggunakan perangkat seluler akan segera memasuki