Esports Ecosystem

Ekosistem Esports Indonesia Dirilik Venture Capital Lokal

16 May 2019 | Wiku Baskoro
Salah satu VC lokal yang didukung grup besar media, berinvestasi di tim besar Indonesia

Ketika DailySocial memutuskan untuk mendirikan sister company esports platform Hybrid, ada kesadaran bahwa momen untuk para VC yang biasa berinvestasi di ekosistem startup teknologi akan juga berinvestasi di ekosistem esports lokal akan tiba. Dan momennya telah tiba, ada kemungkinan trennya akan semakin meningkat.

Informasi dari beberapa sumber yang Hybrid dapatkan, bahwa salah satu tim besar di Indonesia sedang dalam proses untuk mendapatkan investasi dari salah satu VC yang didukung grup media besar tanah air. Adalah Skystar Capital yang kami dengar akan berinvestasi ke tim esports lokal. Nama tim yang akan diinvestasi sudah kami dapatkan, tetapi berhubung informasinya belum publik, kami belum bisa menginformasikan ke khalayak umum.

Salah satu tim besar lokal

Untuk memastikan perihal investasi ini, kami mencoba untuk mengontak Skystar Capital untuk mendapatkan komentar, Michelle Irawan – Principal Skystar Capital mengatakan bahwa, “We (Skystar Capital – ed) are in close discussion to invest in one of the best esports team in the country. After exploring different opportunities in the space, we have decided that the team has the best management, giving us comfort on the sustainability of our investment. We are extremely interested in eSports due to the high growth potential and will continue to look for opportunities to invest in the sector.”

Skystar mengkonfirmasi rencana mereka untuk berinvestasi di ekosistem esports lokal, lewat tim. Memang tak ada nama tim yang disebutkan dikomentar di atas, atau setidaknya belum. Prediksi kami, biasanya kalau sedang ‘in close discussion’ seperti yang disebutkan di atas, maka proses yang terjadi adalah sedang dalam tahap finalisasi, biasanya urusan paperworks. Artinya, dalam waktu dekat kemungkinan besar kita akan mendapatkan informasi secara gamblang, tim mana yang mendapatkan investasi ini, dan akan digunakan untuk apa dana yang diterima. Apakah pengembangan tim, memperluas jaringan ke regional atau yang lainnya.

Satu hal bisa digarisbawahi dari pernyataan perwakilan Skystar Capital adalah ‘the best esports team in the country’. Kalau mau ditelaah, sebenarnya dari sekian banyak tim esports lokal, bisa dibilang jumlahnya menjadi tidak banyak. Pembaca Hybrid juga bisa mengingat bahwa ada satu tim yang bisa menjuarai dua kompetisi besar di salah satu game mobile. Kalau melihat belum banyak VC yang secara publik mengumumkan investasi ke ranah esports, kemungkinan besar akan menyasar tim yang besar di game populer yang dimainkan di Indonesia. Meski demikian, sebelum nama tim menjadi informasi publik, kita masih harus tunggu info selanjutnya.

Tentang Skystar Capital dan dampaknya di ekosistem

Jika ada pembaca sister company Hybrid.co.id yaitu DailySocial.id, tidak akan asing dengan nama Skystar Capital. VC yang satu ini telah berinvestasi di berbagai startup, beberapa diantaranya Bridestory, Hijup, Laku6, Sweet Escape bahkan Grab. Salah satu nama yang ikut andil mendirikan VC ini adalah Geraldine Oetama, cucu dari pendiri KG Jakoeb Oetama. Dalam laman resminya juga disebutkan bahwa Skystar didukung oleh grup korporasi yang memiliki akses ke media, hospitality dan edukasi, tidak lain dan tidak bukan adalah Grup Kompas Gramedia.

Pergerakan VC yang berinvestasi ke esports adalah hal yang menarik. Satu mimpi yang saya pikirkan ketika mendirikan Hybrid adalah akan ada banyak integrasi yang bisa dilakukan dari pengembangan teknologi di startup dengan ekosistem esports, dan hal itu bisa dimulai dengan investasi ke tim. Portofolio yang ada di VC, yang sebagian besar berbasis teknologi, bisa diintegrasikan dan menjadi pelengkap di ekosistem. Memang untuk hal ini masih membutuhkan waktu, tetapi bibitnya sudah mulai tumbuh. Mimpi semacam AI yang bertanding melawan tim esports yang sudah terjadi di luar negeri, adalah mimpi yang bisa dikejar jadi mimpi bersama esports lokal.

Di sisi lain, masuknya dana VC juga bisa berperan untuk mengembangkan tim ke ranah yang lebih profesional, setidaknya membuka peluang untuk VC lain melirik peluang di ekosistem esports, yang kini sedang bertumbuh. Persoalan struktur organisasi sebagai sebuah perusahaan, standar gaji sampai dengan profesionalitas manajemen adalah beberapa hal yang (seharusnya) bisa terbantu dengan kehadiran VC di ranah esports.

Selain Skystar Capital, ada satu tim lagi yang mendapatkan dana dari VC yang biasa berinvestasi di startup, yaitu EVOS, namun VC itu berasal dari negara tetangga bukan VC lokal.

Ada banyak hal yang menarik untuk didiskusikan terkait investasi di ekosistem esports lokal, namun sepertinya harus dilakukan di artikel lain. Untuk sementara, kita tempatkan informasi Skystar Capital yang berinvestasi ke tim esports lokal di sini, dan kita tunggu perkembangan selanjutnya, termasuk informasi publik nama timnya.