Esports Ecosystem

Buah Investasi di Awal Maret, EVOS Buka Lowongan Psikolog Esports

13 May 2019 | Ayyub Mustofa
Tersedia juga sejumlah posisi lain, termasuk desainer grafis, pelatih fitness, hingga manajer keuangan.

EVOS Esports sempat menjadi perbincangan menarik di bulan Maret 2019 lalu, karena saat itu mereka mengumumkan pendanaan besar-besaran dari berbagai investor lokal dan asing. Meski EVOS tak mengungkap siapa saja yang turut ambil bagian, investasi tersebut tetaplah cukup menghebohkan sebab nominalnya yang besar, yaitu mencapai Rp50 miliar. Ini juga menjadikan EVOS organisasi esports pertama di Asia Tenggara yang melakukan fundraising dari investor asing.

Pendiri EVOS Esports, Hartman Harris, menyatakan bahwa investasi ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur seperti dukungan psikolog, fasilitas training kelas internasional, dan sebagainya. “Kami menghadirkan para pelatih yang berpengalaman dan menguatkan peran analisis untuk menghasilkan tim yang solid, profesional, dan meningkatkan performa EVOS di industri ke depannya,” papar Harris waktu itu.

EVOS Capital
Tim juara dunia harus didukung dengan fasilitas kelas dunia juga | Sumber: EVOS

Kini kita sudah bisa melihat sebagian hasil dari investasi tersebut, setidaknya dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Dalam situs pencarian kerja JobStreet.com, EVOS terlihat memasang lowongan untuk beberapa posisi seperti yang mereka sebutkan dulu. Beberapa di antaranya yaitu posisi Psikolog Esports, Assistant Personal Trainer (pelatih fitness), Senior Graphic Design, hingga Finance & Accounting Manager.

Dari semua tawaran tersebut, mungkin Psikolog Esports adalah posisi yang paling menarik. Isu kesehatan mental untuk atlet esportsadalah masalah nyata yang sudah diakui oleh tim-tim kelas dunia, namun memang sering kali belum menjadi prioritas. Apalagi di negara Indonesia, di mana stigma negatif terhadap kesehatan mental masih cukup kuat. Melihat organisasi besar seperti EVOS mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut rasanya cukup menyenangkan, dan saya berharap tim-tim lain bisa mengikuti jejak EVOS dalam hal ini.

Menurut lowongan kerja di atas, posisi Psikolog Esports di EVOS punya tanggung jawab untuk “menciptakan program manajemen stres bagi para pemain esports. Berikut ini beberapa syarat yang diminta pada pelamar:

  • Memiliki gelar Master di jurusan Psikologi Klinis.
  • Memiliki lisensi psikolog.
  • Memiliki pengalaman dengan klien yang mengalami masalah stres/depresi.
  • Kemampuan bahasa Inggris yang baik, verbal maupun tertulis.
  • Bersedia ditempatkan di Pantai Indah Kapuk.

Sementara jumlah gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp7 – 9 juta. Melihat syarat yang diajukan, tampaknya EVOS memang serius ingin menjadikan psikolog sebagai salah satu kru yang berperan besar dalam performa tim, sesuai dengan visi EVOS untuk membangun ekosistem esports dalam negeri dan menciptakan standar baru tentang bagaimana seharusnya sebuah organisasi esports beroperasi.

Sumber: JobStreet.com