Dark
Light

Dengerin Musik Lokal Legal di Streamsation

1 min read
January 26, 2010

streamKonon masa depan layanan musik di internet, layaknya prediksi semua layanan nantinya, bakal ada di cloud. Ngga perlu lagi menuhin hard disk dengan file MP3 kalau musik yang mau lo denger bisa dicomot dari mana aja dong.

Pemain lokal juga sepertinya udah ada yang mau bergerak ke arah sana, dengan menyajikan layanan streaming untuk musik dalam negeri: Streamsation.

Streamsation hadir sebagai layanan legal, yang berarti membayarkan royalti untuk tiap lagu yang diputarnya. Otomatis layanan ini jadi ngga gratis, harga yang dipatoknya adalah lima puluh ribu rupiah untuk dengerin sepuasnya selama sebulan. Kemahalan? Kemurahan? Tergantung kualitas layanannya.

Kurangnya kesadaran akan hak cipta di Indonesia mungkin bakal bikin sebagian besar orang mencibir, buat apa bayar untuk streaming doang? Banyak yang ngga tau kalau untuk memutarkan musik, baik di internet maupun di dunia nyata, sebenarnya ada royalti yang harus dibayarkan kepada pemilik lisensi lagu tersebut, dalam hal ini perusahaan rekaman atau label musik.

Streamsation udah ngambil langkah yang tepat dengan menggaet sebelas label besar sebagai penyedia konten musik mereka. Kecuali selera musik lo sangat marjinal, kemungkinan besar elo bakal nemuin musik yang elo cari di sini.

Di luar negeri sendiri layanan sejenis memang lagi marak, mulai dari Spotify, Pandora, atau iMeem yang sudah dibeli MySpace, hingga iTunes pun kencang dihembuskan mau terjun ke dunia streaming ini.

Sayangnya Streamsation ini tampaknya sama sekali ngga melirik satupun nama-nama di atas dalam mendisain layanannya. Pas ngeliat tampilannya, gue curiga ini pake CMS gratisan kayak Joomla, dan pas ngintip dikit sourcenya ternyata memang ada jejak-jejaknya. Hasilnya tampilan halaman depannya malah lebih kayak portal berita musik ketimbang menjagokan layanan utamanya.

Layanan streaming atau portal berita?
Layanan streaming atau portal berita?

Banyaknya banner-banner Flash warna-warni dengan font norak yang bersifat himbauan publik untuk menjauhi bajakan sekaligus memproklamirkan Streamsation sebagai layanan legal akhirnya malah jadi bumerang. Capek juga diceramahin terus tiap kali mata ngelirik.

Untuk menjaring orang supaya mau nyoba, kemudian berbayar, kayaknya preview 30 detik ngga cukup. Belom berasa sama sekali pengalaman streaming yang nyamannya. Harusnya bisa dikasih masa gratisan dulu, katakanlah bikin playlist maksimal 3 lagu atau batasan beberapa menit gratis dalam satu hari.

Fitur pencarian artis dan lagu yang ngga bersahabat akhirnya jadi titik akhir yang membuat gue urung mengeluarkan duit walaupun lagi diskon 50%. Pas masuk menu “Artists“, yang pertama disodorin adalah daftar lagu Andi Meriem Matalatta? Selamat berjuang deh.

No, thanks
No, thanks

Sebagai penyedia layanan jenis ini yang pertama di Indonesia, masih terjal bukit yang harus didaki oleh StreamSation. Padahal pengguna internet lokal kita butuh banget kok layanan kayak begini, yang memberi keuntungan buat pendengar maupun pemilik hak cipta.

Gue nebak “Streamsation” itu gabungan antara kata “streaming” dan “sensation”. Terus terang dengan pengalaman beberapa menit di sana, sulit ngerasain sensasinya.

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

TuiTwit: Light Twitter Mobile Web Client Buatan Lokal

Next Story

MusicDNA: Generasi Baru Pengganti MP3

Latest from Blog

Don't Miss

The Beatles pakai AI untuk rilis lagu baru

Berkat AI, The Beatles Siap Rilis Lagu Baru dengan Vokal John Lennon

Haruskah penggunaan AI dilarang di industri musik? Jawabannya sudah pasti

Tren Co-Streaming di Industri Esports

Beberapa tahun belakangan, popularitas esports memang meningkat pesat. Jumlah fans