Esports Ecosystem

Dapat Investasi, Tempo Storm Bakal Fokus Buat Lebih Banyak Konten

24 Feb 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Selain sebagai organisasi esports, Tempo juga membuat game dan reality show

Organisasi esports Tempo Storm mendapatkan pendanaan sebesar US$3,3 juta (sekitar Rp46 miliar). Pendanaan kali ini dipimpin oleh Galaxy Interactive, divisi dari bank Galaxy Digital yang fokus pada aset digital dan blockchain. Dalam pernyataan resmi, Tempo mengatakan bahwa mereka akan menggunakan kucuran dana segar ini untuk memproduksi lebih banyak konten dan mengembangkan diri di luar lingkup mereka sebagai organisasi esports.

“Satu hal yang membuat kami kagum dengan Tempo Storm adalah visi mereka untuk menjadi lebih dari sekadar organisasi esports,” kata Sam Englebardt, Managing Partner dari Galaxy Interactive dan co-founder Galaxy Digital, menurut laporan The Esports Observer. “Mulai dari pendiri dan CEO Tempo, Andrey Yanyuk, perusahaan ini benar-benar membuat inovasi di berbagai area seperti produksi konten interaktif dan pengembangan game. Memang, mereka adalah organisasi esports yang sukses, tapi mereka lebih dari sekadar organisasi esports. Tidak sulit bagi kami untuk memutuskan untuk menanamkan investasi pada mereka.”

Tempo Storm didirikan pada 2014 oleh pemain Hearthstone profesional dan kreator konten Andrey “reynad” Yanyuk. Sama seperti kebanyakan organisasi esports lainnya, mereka memiliki beberapa tim yang berlaga di berbagai game, seperti Hearthstone, Super Smash Bros., Magic: The Gathering, Shadowverse, PUBG Mobile, dan Rainbow Six Siege.

“Nama Tempo memang cukup dikenal di dunia competitive gaming, tapi sebagai perusahaan, kami selalu fokus untuk mengembangkan diri sebagai perusahaan pembuat konten daripada tim esports,” kata Yanyuk, dikutip dari The Gamer. “Kami percaya, konten interaktif adalah masa depan dari industri hiburan dan kami sangat senang karena kami bisa bekerja bersama investor yang juga memiliki visi yang sama dengan kami.”

Selain berkompetisi di pertandingan esports, Tempo juga tengah mengembangkan card game berjudul The Bazaar dan reality show Game Changers. Namun, masih belum diketahui apakah dengan investasi ini Tempo akan mengubah fokus mereka menjadi pengembangan konten. Memang, ketika organisasi esports mendapatkan investasi, mereka tidak melulu menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan tim profesional mereka. Misalnya EVOS Esports. Pada November 2019, EVOS mendapatkan kucuran dana sebesar US$4,4 juta (sekitar Rp61 miliar). Mereka lalu menggunakan untuk mengembangkan manajemen influencer mereka.

Sumber header: Esports Insider