JBL secara resmi mengumumkan pembaruan jajaran periferal gaming mereka di Jakarta. Perusahaan meluncurkan tiga lini headset sekaligus yang mencakup JBL Quantum 950 sebagai kelas flagship, disusul oleh JBL Quantum 650 dan JBL Quantum 250.
Ketiga perangkat ini dirancang untuk menetapkan standar baru pada presisi akustik kompetitif, mengintegrasikan material driver kelas atas, desain modular yang berkelanjutan, serta kenyamanan ergonomis untuk sesi permainan berdurasi panjang.
Keputusan JBL merilis ketiga model ini secara bersamaan ditujukan untuk merangkul seluruh spektrum pemain, mulai dari gamer kasual hingga atlet esports profesional yang menuntut akurasi spasial tingkat tinggi.
Grace Koh, General Manager dan Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific, menegaskan bahwa lini terbaru ini difokuskan pada peningkatan kaliber akustik. “Misi kami sederhana: menghadirkan audio berkualitas ke turnamen dan semua gamer. Dan kini kami berhasil mewujudkannya,” ungkap Grace.
Inovasi Audio Spasial dan Ergonomi pada JBL Quantum 950
Sebagai model tertinggi, JBL Quantum 950 membawa lompatan perangkat keras yang signifikan. Perangkat ini tidak sekadar berfungsi sebagai penyuara telinga biasa, melainkan pusat komando audio (audio hub) berkat kehadiran modul Base Station nirkabel yang terintegrasi.
Berikut adalah teknologi utama yang diusung oleh varian flagship ini:
-
Driver Dinamis Karbon 50mm: Material karbon digunakan untuk meminimalisasi distorsi pada frekuensi tinggi. Hal ini memudahkan pemain mendeteksi isyarat audio mikro (micro-audio cues) seperti langkah kaki atau pergerakan proyektil lawan secara presisi.
-
JBL Quantum Spatial Sound & 3D Head Tracking: Berjalan di bawah peranti lunak JBL QuantumENGINE, fitur ini melacak pergerakan kepala pengguna secara seketika (real-time) untuk menyimulasikan posisi arah suara secara akurat (audio 360 derajat).
-
Mikrofon AI dengan Noise Reduction: Ukuran boom mic kardioid ditingkatkan menjadi 6mm. Algoritma kecerdasan buatan (AI) akan secara aktif mengeliminasi suara bising latar—seperti ketikan keyboard mekanis—sehingga komunikasi tim tetap jernih.
-
Suspensi Hammock & Desain Modular: Mengadopsi sistem suspensi jaring (hammock) pada area bando (headband) untuk distribusi beban yang merata. Sebagian besar komponen perangkat, termasuk bantalan telinga (memory foam) dan kabel, didesain agar mudah dilepas-pasang atau diganti (replaceable).
-
Baterai Hot-Swappable: Sistem daya ganda yang memungkinkan pengguna menukar baterai yang habis di tengah permainan tanpa memutus koneksi perangkat.
Solusi Nirkabel Menengah dan Varian Kabel Konvensional
Bagi konsumen yang menginginkan teknologi nirkabel dengan harga yang lebih rasional, JBL Quantum 650menawarkan solusi perantara. Varian ini mewarisi esensi dari model 950—termasuk driver karbon 50mm dan fitur hot-swappable—namun dengan penyesuaian pada hilangnya fitur Base Station, Active Noise Cancellation (ANC), dan tata cahaya RGB.
Sementara itu, JBL Quantum 250 menyasar kalangan pemula atau pengguna yang lebih menyukai keandalan sistem colok-dan-main (plug-and-play). Model ini mengeliminasi fungsi nirkabel secara keseluruhan, beroperasi murni melalui kabel 3.5mm, namun tetap mempertahankan kualitas driver presisi khas lini Quantum.
Tabel Komparasi Spesifikasi dan Harga
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait perbedaan segmentasi fitur, berikut adalah rincian perbandingan spesifikasi teknis dan harga resmi ketiga perangkat tersebut di Indonesia:
Seluruh varian headset gaming JBL Quantum seri terbaru ini dapat diperoleh konsumen melalui situs resmi perusahaan, gerai ritel fisik JBL, serta mitra e-commerce resmi di seluruh Indonesia mulai pertengahan Juli 2026.

—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.
