Dark
Light

Code For Vote 2.0 Ajak Pengembang Muda Beri Kontribusi Dalam Pilpres 2014

1 min read
June 17, 2014

Pemilihan umum Republik Indonesia periode 2014-2019 akan dilaksanakan kurang dari sebulan lagi. Setelah debat presiden yang kedua, berita dan isu negatif justru semakin gencar di media sosial maupun media lainnya. Meskipun begitu, masih banyak orang yang masih memiliki harapan dan kepercayaan demi kemajuan Indonesia, masih banyak yang mengusung kampanye damai dan bersih dari noda hitam dengan banyak cara, contohnya dengan memanfaatkan teknologi.
Perludem beberapa bulan yang lalu menyelenggarakan hackathon dengan sukses. Bertajuk Code for Vote, acara tersebut menjaring lebih dari 200 developer lokal untuk membuat sebuah aplikasi terkait pemilu di Indonesia. Perludem berkolaborasi dengan sebuah komunitas asal kota Bandung,  FOWAB, untuk menyediakan API Pemilu sebagai open data untuk memudahkan developer mengembangkan aplikasi dan visualisasi menggunakan data terbuka dari API Pemilu. Hackathon Code for Vote diharapkan dapat memberikan pantauan untuk masyarakat agar lebih mengenal dan berpartisipasi lebih jauh terhadap pemilu tahun ini. Selain itu, Code for Vote ingin menciptakan sistem informasi menyeluruh untuk pemilu yang dapat dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Melanjutkan semangat yang telah digagas sebelumnya, Perludem menggandeng Google Developer Group Jakarta dan The Asia Foundation menyelenggarakan Code for Vote 2.0 Presidensial untuk pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Diselenggarakan di fX Sudirman, Jakarta Pusat pada tanggal 14 Juni 2014, dari 100 peminat yang mendaftar, terpilih 61 untuk menjadi peserta.

Acara ini kembali mengumpulkan para developer berbakat di tanah air. Mereka dipersilakan menggunakan API yang disediakan, contohnya: Campaign Finance API untuk laporan finansial kampanye, Stamps API menyediakan satu set gambar terkait pemilu, Presidential Candidate API memberikan informasi biografi tentang para kandidat, Election Violations API yang merupakan database terkait laporan pelanggaran pemilu, dan lain-lain. Ini memberi kesempatan developer untuk lebih fleksibel untuk memaparkan insight tentang kandidat pemilu.

Dengan aplikasi-aplikasi tersebut, para developer dapat mendidik masyarakat dengan fakta-fakta dan berita terkini seputar pemilu karena open data yang disediakan sifatnya resmi dan terpercaya. Diharap masyarakat tidak akan hanyut dalam arus informasi yang begitu deras dari internet sehingga dapat meredam isu dan fitnah yang semakin merebak. Hackathon Code for Vote diharapkan menjadi insiatif bagi para generasi muda untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan ditantang untuk membantu transparansi pemerintahan.

[ilustrasi foto: Shutterstock]

Previous Story

Facebook Election Tracker Tampilkan Popularitas Capres Berdasarkan Percakapan di Facebook

Next Story

Situs Xiaomi India Lebih Dahulu Hadir Ketimbang Indonesia

Latest from Blog

Don't Miss

DigiHackAction 2021 Resmi Mengumumkan Tiga Pemenang dengan Inovasi Terbaik di Bidang AdTech dan MarTech

DigiHackAction 2021 Resmi Mengumumkan Tiga Pemenang dengan Inovasi Terbaik di Bidang AdTech dan MarTech

Program hackathon yang digagas secara kolaboratif oleh Telkomsel DigiAds, TINC

Menantang Inovator dan Founder Bantu UMKM Memasarkan dan Mengiklankan Produknya Secara Efektif

Hadirnya layanan digital seperti online marketplace dan social media telah