Dark
Light

Capcom Luncurkan Street Fighter Pro League, Liga dengan Format ala MOBA

2 mins read
January 24, 2019
Street Fighter Pro League

Dunia Street Fighter sudah memiliki sirkuit kompetisi global yang berada langsung di bawah pengawasan Capcom, yaitu Capcom Pro Tour (CPT). Namun bukan berarti Capcom Pro Tour adalah satu-satunya kompetisi resmi yang boleh ada di dunia Street Fighter. Buktinya baru-baru ini Capcom meluncurkan sebuah ajang baru dengan format liga untuk wilayah Amerika Serikat dan sekitarnya. Ajang itu disebut North American Street Fighter Pro League, atau singkatnya, SFL USA.

Berbeda dari kompetisi Street Fighter yang kebanyakan adalah pertandingan individu, SFL USA justru menggunakan format team battle tiga lawan tiga (3v3). Menurut keterangan di situs Capcom-Unity, mereka ingin menghadirkan suasana kompetisi baru dengan strategi serta drama tersendiri. Capcom juga terus aktif mendengarkan masukan dari para penggemar tentang format kompetisi baru ini.

Street Fighter V - G
G, karakter yang sedang naik daun belakangan ini | Sumber: Sony

SFL USA mempertemukan enam tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang dari seluruh wilayah Amerika Utara. Ketiga pemain itu terdiri dari satu pemain top yang diambil dari peringkat CPT 2018 sebagai kapten, ditambah satu orang pemenang online qualifiers, dan satu lagi pemain yang terpilih dari voting komunitas. Pada permulaan season, para kapten akan memilih siapa saja pemain yang masuk ke dalam tim mereka.

Pemilihan anggota tim sangat krusial karena Capcom menerapkan aturan unik: setiap tim boleh melakukan ban terhadap satu karakter sebelum pertandingan. Setiap karakter juga hanya boleh dipilih satu kali, jadi tidak mungkin ada satu tim yang semua anggotanya pemain Akuma, misalnya. Mirip seperti MOBA, dalam SFL USA adu strategi sudah dimulai bahkan sebelum pertandingan berjalan.

Street Fighter V - Zeku
Akankah Daigo Umehara bertanding menggunakan Zeku di SFV Season 4? | Sumber: Capcom

SFL USA Season 1 akan ditayangkan setiap hari Kamis mulai bulan April 2019, dengan pertandingan final pada bulan Juni. Hanya dua tim terkuat Season 1 yang berhak maju ke SFL USA Season 2. Sementara itu Season 2 akan dimulai dengan fase Draft pada bulan Agustus, dan puncaknya pada bulan November. Tim yang menjuarai SFL USA Season 2 ini akan dinobatkan sebagai penyandang gelar North American Pro League Champion.

Pertandingan berformat team battle bukan hal baru di kompetisi fighting game. Turnamen Super Smash Bros. Ultimate yang baru diumumkan Nintendo beberapa waktu lalu pun mengusung format serupa. Tapi masih ada perdebatan tentang apakah aturan baru soal character ban ini ide bagus atau tidak. Beberapa berpendapat bahwa sistem ban akan membuat SFL USA sangat seru (dan salty), juga memunculkan banyak kejutan. Sebagian sisanya beranggapan bahwa sistem ban hanya akan membuat kompetisi jadi membosankan karena kita bisa jadi tidak bisa melihat para pemain bertarung dengan performa terbaik.

Street Fighter V - Nash
Nash belakangan mendapat buff, tapi masih sulit melakukan reversal | Sumber: Steam

Saya sendiri merasa bahwa sistem ban ini seru, tapi hanya apabila SFL USA menawarkan hadiah yang besar. Itu artinya para pemain profesional akan dituntut untuk menguasai lebih dari satu karakter bila mereka ingin meraih hasil optimal. Yang mana yang benar, kita tunggu saja ketika SFL USA diluncurkan April nanti. Sementara itu, untuk mereka yang lebih gemar menonton pertarungan satu lawan satu, Capcom Pro Tour tidak akan pergi ke mana-mana.

Sumber: Capcom-Unity

Aplikasi Les Privat PrivatQ
Previous Story

Startup Pendidikan PrivatQ Rilis Versi Baru Aplikasi

Next Story

Tesla Akan Luncurkan Fitur Dash Cam 360 Derajat Sebagai Software Update

Latest from Blog

Don't Miss

Justin Wong Utarakan Keresahannya Terhadap Masalah Netcode di Game Fighting

Jika Anda pemain game fighting, Anda mungkin sudah tidak asing

Hasil EVO Japan 2020, Dominasi Jepang dan Kemunculan Juara Asia Tenggara Pertama

EVO Japan 2020 telah usai digelar. Petarung dari berbagai belahan