28 April 2022

by Adi Nawan

Bisnis Activision Blizzard Mengalami Penurunan Drastis

Anjloknya pemain Call of Duty menjadi penyebab utama penurunan ini.

Diakuisisinya Activision Blizzard oleh Microsoft memang membawa banyak harapan baru terhadap publisher dan developer game tersebut. Terutama setelah tahun 2021 lalu yang dipenuhi masalah internal.

Namun sayangnya laporan finansial terbaru dari Activision Blizzard menunjukkan bahwa kuartal pertama ini tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan mereka harus menghadapi penurunan tajam untuk awal tahun ini.

Segmen bisnis Activision dilaporkan yang mengalami penuruan terbesar dengan penurunan pendapatan hingga 49%. Penyebabnya tidak lain adalah turunnya minat para gamer terhadap franchise Call of Duty secara keseluruhan.

Data yang ditampilkan oleh Activision bahkan menunjukkan bahwa mereka kehilangan 63 juta pengguna aktif dibandingkan periode yang sama untuk tahun lalu. Dari tahun lalu yang masih sekitar 435 juta user bulanan menjadi sekitar 372 user saja.

sumber: Call of Duty: Vanguard

Buruknya performa penjualan Call of Duty: Vanguard disebut sebagai penyebab utama terbesar dari hilangnya minat para gamer. Namun bahkan Call of Duty: Warzone yang notabene merupakan game free-to-play juga mengalami penurunan jumlah pemain.

Satu-satunya seri Call of Duty yang tidak mengalami perubahan dari tahun lalu adalah Call of Duty Mobile. Meskipun beberapa tahun terakhir ini menjadi jumlah pemain terendah yang dimiliki oleh Call of Duty Mobile sejak diluncurkan pada 2019 silam.

Di sisi lain, Blizzard juga mengalami penurunan pendapatan hingga 43%. Terlambatnya ekspansi baru dari Warcraft yaitu Dragonflight yang harusnya dirilis tahun ini disebut sebagai penyebab terjadinya penurunan ini.

Tetapi Blizzard mengklaim bahwa mereka telah memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan kembali keuntungan mereka. Yang pertama melalui Warcraft Mobile yang akan mendapatkan lebih banyak informasi baru dalam beberapa minggu ke depan.

Diablo Immortal / Blizzard

Perilisan game free-to-playDiablo Immortal pada Juni mendatang juga disebut akan memberikan peningkatan minat dari para pemain yang telah menunggu lama untuk game barunya. Terlebih Blizzard juga akan merilis game tersebut di platform PC dengan dukungan cross-play dan cross progression.

Secara keseluruhan, pendapatan Activision-Blizzard mengalami penurunan 22% dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan net booking yang turun sebanyak 29% dan juga pendapatan bersih yang juga turun hingga 36%.

Satu-satunya peningkatan yang terjadi di dalam Activision-Blizzard berasal produk franchise Candy Crush. Game mobile kasual ini disebut mengalami peningkatan keuntungan sebanyak 12% dibandingkan tahun lalu.

Bahkan game buatan developer King ini masih tetap menjadi franchise dengan pendapatan tertinggi di App Store untuk kuartal ke-19 secara berturut-turut.