Dark
Light

Bangun Infrastruktur Cloud dan AI di Indonesia, Microsoft Siapkan Dana Investasi 27 Triliun

1 min read
May 2, 2024

30 April 2024 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi perkembangan industri teknologi tanah air. Pada hari itu, Microsoft mengumumkan investasi senilai $1,7 miliar (± 27,5 triliun rupiah) untuk membangun infrastruktur cloud dan AI di Indonesia selama empat tahun ke depan.

Diumumkan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam acara Microsoft Build: AI Day 2024 di Jakarta, investasi ini diharapkan akan dapat membantu pemerintah Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Generasi baru AI ini mengubah cara hidup dan bekerja setiap orang di mana pun, termasuk di Indonesia,” ujar Satya dalam sambutannya.

“Investasi yang kami umumkan hari ini — yang mencakup infrastruktur digital, keterampilan, dan dukungan bagi para developer — akan membantu Indonesia untuk terus melaju di era baru ini,” imbuhnya.

Investasi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Berdayakan Indonesia yang Microsoft umumkan pada Februari 2021, yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif.

Lewat investasi terbarunya ini, Microsoft berharap dapat memenuhi permintaan terhadap layanan cloud computing yang semakin meningkat di Indonesia. Tidak ketinggalan juga adalah kesempatan bagi Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang ekonomi dan produktivitas yang signifikan melalui penggunaan teknologi AI terbaru.

Ini penting mengingat AI diperkirakan dapat menyumbang hampir $1 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Asia Tenggara pada tahun 2030, dan sekitar sepertiganya sendiri ($366 miliar) diproyeksikan bakal diserap oleh Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmennya, Microsoft akan memberikan pelatihan keterampilan bagi 840.000 orang di Indonesia. Program yang telah direncanakan sejauh ini mencakup:

  • Pelatihan keterampilan AI kepada siswa sekolah menengah kejuruan melalui program AI TEACH for Indonesia
  • Peluang dan dukungan untuk membangun karier di bidang keamanan siber bagi perempuan melalui program Ready4AI&Security
  • Pelatihan kefasihan AI untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan kerja bagi generasi muda dari komunitas yang kurang terlayani dan kurang terwakili
  • Pengetahuan dan keterampilan di bidang AI dan teknologi digital untuk karyawan organisasi nirlaba

Microsoft tidak lupa menyoroti sejumlah organisasi di Indonesia yang telah memanfaatkan solusi AI generatif dari Microsoft untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat inovasi, di antaranya perusahaan fintech DANA, PT Kereta Api Indonesia, dan Telkomsel.

Beberapa contoh lainnya meliputi:

  • BRI, yang mengembangkan chatbot digital bernama Sabrina serta tiga solusi berbasis AI generatif lainnya
  • Kontraktor pertambangan BUMA, yang mulai menggunakan Copilot for Microsoft 365 pada bulan Maret 2024 untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya
  • eFishery, yang meluncurkan chatbot bernama Mas Ahya (Mas Ahli Budidaya), yang didukung penuh oleh infrastruktur Azure OpenAI Service
  • Telkom, yang mulai mengadopsi Github Copilot pada pertengahan tahun 2023 untuk meningkatkan efisiensi kinerja programmer
  • Universitas Terbuka, yang mengembangkan chatbot AI dan menggunakannya di 1.000 ruang kelas virtual dalam 10 mata kuliah
  • Yayasan Mitra Netra, yang memanfaatkan GPT-4 dari Azure OpenAI Service untuk memungkinkan teknologi Arabic Braille Converter rancangannya mengonversi teks Arab berhuruf harakat dalam format gambar ke Unicode Arab
Previous Story

Samsung Experience Lounge Pertama di Indonesia Diresmikan, Hasil Kolaborasi Samsung dan Blibli

Next Story

realme C65 Dijual Mulai 2.4 Juta Rupiah, Hadirkan Fitur Air Gestures dan Dukungan 4 Tahun Lag-free

Latest from Blog

Don't Miss

92% Pekerja di Indonesia Sudah Menggunakan GenAI dan Temuan Lain dari Work Trend Index 2024

Microsoft dan LinkedIn merilis laporan Work Trend Index 2024. Di

Western Digital Luncurkan Siklus Data AI: Optimalisasi Penyimpanan untuk Inovasi AI Masa Depan

Western Digital (NASDAQ: WDC) meluncurkan inovasi terbaru mereka, Siklus Data