Gaming News

Baldur’s Gate 3, cRPG Legendaris: Buah Hati Baru Larian Studios

07 Jun 2019 | Yabes Elia
Bagaimana cerita CEO Larian Studios tentang proyek terbaru mereka?

Buat yang fanatik dengan Dungeons and Dragons (D&D) ataupun gamer PC sejati yang sekarang sudah jadi om-om, Anda seharusnya tahu seri game Baldur’s Gate.

Jika kita berbicara soal Baldur’s Gate, tak ada salahnya juga kita belajar sedikit soal sejarah RPG dan turunannya (termasuk MOBA). Baldur’s Gate (1998) adalah salah satu game yang mendapatkan lisensi resmi D&D karena memang menggunakan lore yang diangkat dari tabletop (board) game legendaris yang menjadi nenek moyang RPG.

D&D bisa dibilang sebagai cikal bakal lahirnya segala jenis game yang memiliki character role/class (macam Warrior, Mage, Rogue, dan varian-varian lainnya) dan formula rock-paper-scissors. Sedangkan Baldur’s Gate adalah salah satu game yang memopulerkan sistem dan formula itu ke kalangan yang lebih luas (di luar penggemar board game).

Baldur’s Gate dan Baldur’s Gate 2 (dengan BioWare sebagai developernya) adalah dua dari RPG klasik (cRPG) yang menjadi pakem bagaimana seharusnya merumuskan cerita (lore, plot, ketokohan, karakteristik, dkk.) dan gameplay dari sebuah game; bersama dengan game-game legendaris lainnya seperti seri Icewind Dale dan Planescape: Torment.

Baldur's Gate Enhanced Edition. Sumber: Steam
Baldur’s Gate Enhanced Edition. Sumber: Steam

Kenapa saya bercerita sedikit soal itu tadi? Karena saya ingin menekankan betapa penting dan istimewanya seri Baldur’s Gate sebagai salah satu tonggak sejarah perkembangan game sampai hari ini.

Menariknya, Baldur’s Gate 3 menjadi proyek garapan dari Larian Studios. Buat yang tidak tahu, Larian Studios adalah yang menggarap seri Divinity, termasuk Divinity: Original Sin (D:OS) dan Divinity: Original Sin 2 (D:OS2). Buat yang lebih senang bermain game picisan, Anda mungkin tak pernah mendengar nama developer ini. Namun mereka berhasil menciptakan sebuah mahakarya lewat 2 game terakhir mereka tadi. Karena itu, Larian Studios memiliki sentimen positif dari mereka-mereka yang cukup idealis dalam menilai sebuah game.

Kombinasi antara Baldur’s Gate 3 dan Larian Studios inilah yang membuat gempar para fanatik RPG sejati saat mendengar pengumumannya.

Menurut cerita CEO Larian Studio, Swen Vincke, kepada PC Gamer, ada cerita menarik di balik mendaratnya proyek Baldur’s Gate 3 ini ke pangkuan mereka. Awalnya, saat Vincke mendekati Wizards of the Coast (pemegang lisensi D&D), Larian Studios dianggap masih ‘bau kencur’ (kala itu Larian masih sedang dalam tahap pengembangan D:OS). Namun demikian justru Wizards yang menghubungi Larian saat mereka sedang menggarap D:OS2.

“Waktu D:OS2, kami harus menyerahkan desain untuk Baldur’s Gate, yang terasa sangat menyebalkan karena kami juga hendak merilis D:OS2,” Vincke bercerita. “Jadi kami duduk di hotel selama akhir pekan, sebulan sebelum rilis (D:OS2), saya bersama beberapa penulis dan designer, untuk membuat dokumen desain awal. Desain awal tadi memang tak terlalu bagus namun punya ide-ide inti dan mereka (Wizards) menyukainya.”

Larian pun membuat versi lainnya, Wizards jatuh hati, dan itulah yang menjadi fondasi dari Baldur’s Gate 3. Sayangnya, Larian belum mau mengungkap lebih banyak soal fondasi tadi. Meski memang ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi clue dari obrolan Vincke bersama PC Gamer.

“Ada banyak orang di Larian yang bermain D&D dan ada banyak sesi game yang berjalan terus menerus, jadi hal itu memudahkan kami karena kami punya lore police internal. Saya malah yang biasanya mencoba keluar dari pakem namun mereka menegur saya untuk kembali ke ‘kiblat’. Biasanya hal itu memang cukup karena koreksi internal kami justru lebih kaku ketimbang Wizards. Mereka sangat fleksibel dengan tujuan membuat petualangan jadi lebih menyenangkan. Kami (Larian dan Wizards) punya keselarasan dalam berpikir dan implementasinya, namun punya kami berbentuk video game.” Jelas Vincke.

D:OS2 juga sudah punya mode Game Master dan Co-Op yang mengijinkan Anda bermain tabletop RPG di PC. Karena itu, Baldur’s Gate juga akan memberikan para pemainnya perlengkapan yang serupa untuk dimainkan.

Meski memang Vincke tidak mau memberikan konfirmasinya untuk Baldur’s Gate 3, ia mengaku tertarik untuk meninjau kembali sistem origin di Original Sin 2 yang menyuguhkan karakter premade dengan latar belakang, quests, dan talents yang unik.

“Saya kira latar belakang cerita yang berbeda-beda (di D:OS2) adalah sebuah terobosan untuk genre RPG. Ekspektasi untuk origin stories tadi juga sebenarnya lebih tinggi dari apa yang bisa kita implementasikan di game-nya namun saya kira kami berhasil membuatnya relevan dan saling terkait, namun ada banyak hal lainnya yang bisa dilakukan lagi soal fitur tersebut. Saya sungguh tertarik untuk eksplorasi lebih jauh soal ini.”

Divinity: Original Sin 2. Credits: Larian Studios
Divinity: Original Sin 2. Credits: Larian Studios

Baldur’s Gate 3 juga akan mengizinkan Anda bertualang bersama kawan (multiplayer) namun Larian belum mau bercerita tentang bagaimana implementasi sistem multiplayer-nya nanti.

Akhirnya, saya pribadi, yang memang maniak cRPG dan selalu mendamba game-game dengan cerita mendalam serta gameplay yang kompleks, sungguh tak sabar menanti reinkarnasi seri game legendaris yang jadi buah hati baru antara Larian Studios dan Wizards of the Coast.