Esports Ecosystem

Agate Bakal Rilis Esports King, Game Simulasi Manager Tim Esports

26 Feb 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Salah satu tujuan Esports King adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan lapangan pekerjaan di dunia esports

Developer game asal Bandung, Agate akan meluncurkan game baru untuk Android berjudul Esports King pada 28 Februari 2020. Esports King merupakan game simulasi untuk menjadi manager tim esports. Di sini, pemain bisa melatih para pemain esports dan membuat tim impiannya. Selain itu, pemain juga bisa menghias gaming house. Dalam game, para pro player dibagi ke dalam tiga peran, yaitu Tanker, Specialist, dan Assaulter. Masing-masing peran memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Jadi, sebelum bertanding, Anda harus bisa mempersiapkan komposisi tim yang sesuai serta strategi.

Saat ini, game tersebut telah masuk dalam tahap pre-registrasi. CEO Agate Arif Widhiyasa mengatakan bahwa telah ada lebih dari 100 ribu orang yang telah mendaftarkan diri. Dia bercerita, Esports King telah mulai dikembangkan sejak Desember 2016. Untuk membuat game ini, Agate tidak sendiri. Mereka menggaet RRQ, salah satu organisasi esports terbesar Indonesia. Faktanya, pencetus dari konsep game ini adalah Riki Kawano Suliawan, founder dan mantan CEO RRQ.

CEO Agate, Arif Widhiyasa. | Sumber: Dokumentasi Hybrid / Ellavie I. A.
CEO Agate, Arif Widhiyasa. | Sumber: Dokumentasi Hybrid / Ellavie I. A.

Dalam acara yang diadakan di Ayana Midplaza, Arif bercerita, salah satu tujuan game Esports King dibuat adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat bahwa pekerjaan di dunia esports tidak terbatas pada atlet profesional. Memang, selama ini, bintang dari dunia esports adalah para pemain profesional. “Padahal, karir sebagai pemain esports juga bisa tidak lama. Kami ingin membuat masyarakat sadar bahwa pekerjaan di ekosistem esports beragam. Ada pelatih, manager, fans manager, dan lain-lain,” kata Arif.

Tujuan lainnya Agate meluncurkan Esports King adalah untuk mendongkrak game lokal. Dia bercerita, industri game Indonesia bernilai sangat besar. Mengutip data 2017 dari Newzoo, Delta Partner dan AGI, nilai industri game Indonesia bisa mencapai US$1,08 miliar pada 2019. Sayangnya, 99,6 persen pangsa pasar game Indonesia dikuasai oleh game buatan developer luar negeri.

Arif mengakui, salah satu penyebab hal ini adalah karena kualitas game buatan developer lokal yang masih kurang mumpuni jika dibandingkan dengan developer asing. Dengan membuat Esports King, Agate berharap bisa membuktikan bahwa game lokal pun memiliki kualitas yang baik. Untuk itu, mereka juga bekerja sama dengan ekosistem esports. “Agar teman-teman yang duduk di bangku kuliah dan SMA terinspirasi untuk membuat game juga,” ujar Arif.

Game Esports King. | Sumber: Dokumentasi Hybrid / Ellavie I. A.
Game Esports King. | Sumber: Dokumentasi Hybrid / Ellavie I. A.

Esports King bisa dimainkan dengan gratis, tapi para pemain bisa membeli item dalam game. “Tapi, jangan sampai game ini menjadi game pay to win,”¬†kata¬†Arif. “Jika pemain mau mendapatkan karakter yang hebat dengan cepat, furnitur yang bagus, mereka bisa membayar. Tapi, kami nggak mau kalau orang yang bermain gratis tidak bisa bersaing dengan pemain berbayar. Kami mau pemain yang bermain gratis juga bisa mengejar pemain yang berbayar, tapi membutuhkan waktu lebih lama.”

Ketika ditanya soal target pendapatan dari Esports King, Arif berkata bahwa mereka lebih fokus pada jumlah pemain. “Dalam tiga bulan ke depan, target kami dua juta orang,” ujarnya.