Esports Ecosystem

[Exclusive] Donasi untuk Streamer Game PC Bisa Lebih dari Rp7 Juta dalam Satu Pekan

14 Sep 2020 | Yabes Elia
Nominal terbesar dari satu kali donasi bisa mencapai Rp3 juta.

Streamer game memang jadi salah satu komponen penting dari ekosistem esports dan industri game di zaman internet ini. Jumlah orang yang menjadi streamer game/esports juga semakin banyak kian hari, mengingat profesi ini memang bisa menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit.

Namun begitu, dengan popularitas esports mobile yang kian dominan di Indonesia, ekosistem game PC seolah kian tergerus seiring zaman. Mulai dari tim-tim besar yang membubarkan divisi game PC, para pemain profesional yang hijrah ke mobile, sampai para pembuat konten (termasuk media), mayoritas komponen ekosistem esports di Indonesia memang jadi menaruh perhatian lebih ke esports mobile yang nyatanya memiliki jumlah pengguna atau fans yang jauh lebih masif.

Meski demikian, nyatanya, metrik yang digunakan di industri esports/game sebenarnya tak hanya melulu soal besarnya pasar. Ada metrik lain yang harusnya bisa digunakan untuk menghitung apakah sebuah industri layak terus mendapatkan investasi atau memang harus ditinggalkan.

Platform PC gaming memang nyatanya tak akan mampu mengalahkan pasar mobile gaming di Indonesia, dalam hal jumlah gamer atau besarnya volume pasar. Namun demikian, fakta yang tak dapat dipungkiri adalah soal kelas ekonomi dari pasar gamer PC yang harusnya lebih tinggi ketimbang pasar mobile gamer.

Pokimane, salah satu game streamer internasional dengan donasi terbesar. Via: Wired
Pokimane, salah satu game streamer internasional dengan donasi terbesar. Via: Wired

Hal ini ternyata terbukti setelah saya mendengarkan pengakuan salah seorang kawan saya, yang enggan disebutkan namanya — sebut saja namanya Bunga. Ia mengaku bahwa dalam seminggu, pendapatan yang bisa ia dapatkan dari donasi para penontonnya bisa mencapai lebih dari Rp7 juta. Penting dicatat, saya sebenarnya juga mendapatkan screenshot dari platform donasi yang menunjukkan nominal-nominalnya namun saya tidak bisa menunjukkannya di sini.

Bunga juga bercerita, selain dirinya, salah satu kawannya yang juga streamer game PC bisa mendapatkan nominal yang setara dalam kurun waktu yang sama. Dari jumlah tersebut, 95% besaran setiap donasi memang hanya Rp10 ribu. Namun, ada juga satu orang yang menyumbangkan sampai Rp3 juta dalam sekali donasi. Dalam satu hari, rata-ratanya, ia dan kawannya juga bisa mendapatkan setidaknya lebih dari Rp1 juta (masing-masing) lewat donasi dari penonton.

Oh iya, Bunga dan kawannya memang lebih dikenal di komunitas Dota 2 meski juga beberapa kali streaming ataupun jadi shoutcaster untuk game lain. Bunga pun menambahkan bahwa ada juga beberapa kawannya yang stream game PC lainnya bisa mendapatkan nominal donasi yang sama dalam sehari (kurang lebih Rp1 juta).

Di luar sana, streamer game memang sudah lumrah mendapatkan pendapatan yang cukup besar dari donasi para penontonnya. Salah satu sumber menyebutkan jika streamer yang populer bisa mendapatkan US$1000-5000 dalam satu hari. Pendapatan dari donasi ini sebelumnya memang kurang dilirik di Indonesia karena tidak ada sarananya. Hal ini juga diakui oleh Bunga saat saya tanya salah satu faktor yang berpengaruh dari besarnya donasi yang ia dapatkan.

Ia mengatakan bahwa ada layanan semacam Saweria ataupun Trakteer sekarang, yang memudahkan fans mengirimkan donasi. Meski memang ia mengatakan Saweria lebih praktis ketimbang Trakteer. “Tinggal scan QR code yang ada di layar streaming, orang bisa kirim uang.” Ujarnya.

Saweria
Saweria

Selain kemudahan dari sisi aplikasi tadi, ia juga percaya sebenarnya game yang dipilih juga berpengaruh. “Streamer game PC mungkin kalah viewer ketimbang game mobile tapi donasinya lebih banyak karena kelas ekonominya yang lebih tinggi.” Jelas Bunga.

Sebelum menutup perbincangan, ia menambahkan, “gua yakin streamer game PC lain yang lebih populer di Indonesia harusnya bisa dapat jumlah yang lebih banyak dari donasi.”

Sebagai penutup, artikel ini mungkin tidak sepanjang tulisan saya seperti biasanya wkawkakw… Namun saya kira informasi ini penting dan bisa berpengaruh terhadap lanskap ekosistem esports/game di Indonesia.

Jika Anda memang memilih untuk berkutat di game mobile, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari sponsor ataupun dari iklan (AdSense, misalnya kalau di YouTube). Sebagai perbandingan, saya pernah mendengar cerita dari kawan saya lainnya yang juga cukup aktif di komunitas game mobile bisa mendapatkan pendapatan dari 1 sponsor saja Rp10 juta setiap bulan.

Sumber: Dokumentasi Hybrid - Akbar Priono
Sumber: Dokumentasi Hybrid – Akbar Priono

Namun demikian, bukan berarti game mobile hanyalah satu-satunya jalan ninja yang bisa Anda pilih. Anda bisa mencari penghasilan yang mungkin lebih tinggi dari donasi (ketimbang iklan) jika Anda ingin berkutat di game PC — atau malah console.

Oh iya, jangan salah kaprah juga, baik di mobile ataupun PC dari cerita-cerita tadi, Anda juga tak bisa serta merta langsung mendapatkan penghasilan hanya dengan satu kali buat konten ataupun streaming. Cerita dari kawan-kawan saya tadi adalah dari mereka yang sudah berkecimpung dan dikenal positif di komunitasnya masing-masing selama beberapa tahun.

Jadi, selamat berjuang ya!

Feat Image: via Deposit Photos