Perusahaan penyedia layanan kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, dan teknologi global, NTT DATA, resmi mengumumkan pengoperasian fasilitas pusat data terbarunya, Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A), pada Selasa (3/11/2026).
Langkah ekspansi ini bertujuan memperluas jejak operasional pusat data perusahaan di kawasan Asia-Pasifik sekaligus menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur komputasi awan (cloud), AI, dan transformasi digital di Asia Tenggara.
Berbarengan dengan peresmian gedung pusat data tersebut, NTT DATA turut meluncurkan APN Connect, yakni layanan konektivitas pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi All-Photonics Network (APN) berbasis Innovative Optical and Wireless Network (IOWN®).
Terkait pembukaan fasilitas baru tersebut, Managing Director, Japan and APAC, NTT Global Data Centers, Yasuhiro Kajiki, menyampaikan bahwa peresmian JKT2A merupakan tonggak penting bagi operasional bisnis perusahaan maupun para klien yang dilayani di Indonesia.
“Dengan memperluas kapasitas dan menghubungkan fasilitas-fasilitas kami melalui APN Connect, kami membangun platform data center yang lebih terintegrasi dan tangguh, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi klien seiring dengan berkembangnya kebutuhan infrastruktur mereka. Kami bangga dapat terus berinvestasi untuk mendukung masa depan digital Indonesia,” ujar Yasuhiro Kajiki.
Senada dengan hal tersebut, CEO and President NTT Global Data Centers, Doug Adams, menjelaskan bahwa sebagai salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara, Indonesia memiliki permintaan yang tinggi terhadap infrastruktur digital berkapasitas besar dengan konektivitas yang andal.
“Pembukaan JKT2A mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung inisiatif cloud, AI, dan transformasi digital klien melalui infrastruktur yang tangguh dan berperforma tinggi. Bersama APN Connect, JKT2A semakin memperkuat kemampuan kami dalam menyediakan kapasitas, konektivitas, dan keandalan yang dibutuhkan organisasi untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan,” ujar Doug Adams.
Spesifikasi Teknis JKT2A: Pusat Data AI-Ready Berkapasitas 12MW
Dirancang sebagai fasilitas pusat data generasi baru yang siap menangani beban kerja AI (AI-ready), JKT2A dibangun untuk menunjang kebutuhan komputasi berskala hyperscale, korporat (enterprise), hingga pemrosesan berdensitas tinggi (high-density computing workloads).
Berikut adalah rincian spesifikasi teknis, sistem pendinginan, dan standar keamanan yang disematkan pada fasilitas JKT2A:
-
Kapasitas Daya & Kelistrikan: Menyediakan kapasitas IT load sebesar 12MW yang ditopang oleh dua gardu induk listrik (dual power substations), arsitektur kelistrikan 2N UPS, serta generator cadangan berkonfigurasi N+1.
-
Sistem Pendinginan: Mengintegrasikan teknologi pendingin melalui sistem air-cooled chiller berkonfigurasi N+1 serta pengaturan unit N+2 CRAH (Computer Room Air Handler).
-
Konektivitas Netral: Mengusung jaringan carrier-neutral dan cloud-neutral yang menyediakan akses terbuka ke berbagai platform cloud global maupun penyedia jaringan domestik dan internasional.
-
Standar Sertifikasi & Keamanan: Mengantongi sertifikasi rancang bangun Tier III yang dilengkapi pengawasan operasional keamanan 24/7 serta sistem pengamanan fisik berlapis (multi-layered physical security controls).
Secara lokasi, JKT2A berdiri di dalam kompleks kawasan NTT Global Data Centers di Jakarta dan terhubung langsung (campus interconnection) dengan pusat data JKT2 yang telah beroperasi sebelumnya.
Saat ini, ekosistem JKT2 telah menjadi rumah bagi lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, titik pertukaran trafik JKT-IX, penyedia layanan cloudutama, serta jalur koneksi kabel komunikasi bawah laut (submarine cable). Integrasi satu kawasan ini memudahkan klien memperluas skala infrastruktur digital tanpa harus mengubah arsitektur jaringan maupun mitra cloud yang sudah mereka gunakan.
Peluncuran Perdana APN Connect Berbasis Teknologi IOWN® di Indonesia
Untuk memperkuat integrasi antarfasilitas, layanan APN Connect yang diluncurkan NTT DATA memanfaatkan inovasi jaringan optik dan nirkabel IOWN® guna menghadirkan konektivitas Layer 1 berkapasitas tinggi dengan tingkat latensi yang sangat rendah.
Jaringan optik ini menghubungkan langsung pusat data JKT2/JKT2A dengan fasilitas JKT3 yang terpisah jarak geografis sekitar 35 kilometer. Melalui sambungan berkecepatan tinggi tersebut, perusahaan pelanggan dapat melakukan sinkronisasi data secara real-time antar-lokasi guna mendukung sistem pemulihan bencana (disaster recovery), replikasi data (data replication), serta skema operasional multi-data center yang terintegrasi.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.