Ini 3 Standar Pengujian Kamera OPPO dan Hasselblad: Dari Akurasi Warna hingga Presisi Efek Bokeh

2 mins read
November 2, 2026

Kemitraan strategis antara produsen perangkat pintar OPPO dan merek kamera profesional Hasselblad yang telah terjalin sejak 2022 melalui seri OPPO Find X5, dan kini terus diperdalam melalui serangkaian riset dan pengujian bersama di fasilitas pengembangan imaging di Tiongkok.

Standar evaluasi kualitas gambar ini dirancang khusus agar kamera ponsel pintar mampu menangkap foto yang setia pada warna, pencahayaan, dan kedalaman momen aslinya.

Dalam kolaborasi jangka panjang ini, pengembangan sistem kamera tidak hanya menitikberatkan pada penciptaan fitur baru atau sekadar mengejar angka ketajaman dan kecerahan, melainkan berfokus pada karakter visual foto secara menyeluruh.

Terkait pendekatan pengembangan kamera bersama tersebut, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Jiang Linlin,menyampaikan:

“Bagi OPPO, kualitas kamera tidak cukup diukur dari seberapa tajam atau terang sebuah foto. Hal yang sama pentingnya adalah bagaimana kamera mampu mempertahankan warna, detail, serta karakter cahaya seperti yang dilihat pengguna secara langsung,” ujar Jiang Linlin, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia.

Lebih lanjut, melalui kolaborasi dengan Hasselblad, pengujian teknis digabungkan dengan perspektif fotografi profesional oleh perusahaan guna mengembangkan kamera yang tidak hanya menghasilkan foto berkualitas tinggi, tetapi juga tetap setia pada momen aslinya.

Tiga Dimensi Utama Pengujian Fotografi di Fasilitas Hasselblad

Untuk menerjemahkan standar fotografi profesional Hasselblad ke dalam perangkat mobile imaging OPPO, proses evaluasi di laboratorium pengujian difokuskan pada tiga dimensi utama yang saling berkaitan:

1. Reproduksi Warna dan Tonal yang Natural

Pengujian pada aspek ini dilakukan menggunakan beragam objek dan material uji—mulai dari deretan pensil warna,bagan warna standar (color chart), hingga permukaan logam reflektif—dalam jarak serta focal length pemotretan yang diseragamkan.

Fokus utamanya bukan hanya pada ketepatan dan konsistensi warna dasar, tetapi juga kemampuan sensor serta algoritma kamera dalam mempertahankan gradasi nuansa dan karakter pencahayaan. Pendekatan ini krusial untuk menghasilkan warna kulit manusia (skin tone), rona langit, serta warna dedaunan secara akurat, sekaligus menjaga transisi area terang dan bayangan agar tetap terlihat alami.

2. Kualitas Gambar: Detail dan Tekstur Tanpa Penajaman Berlebih

Untuk menguji ketahanan detail, tim peneliti menggunakan pola uji standar yang dipadukan dengan pemotretan objek nyata bertekstur rumit, seperti fasad bangunan, serat kain, dan dedaunan tumbuhan. Hasil tangkapan kamera kemudian diperiksa melalui proses pembesaran (zoom) dan pemotongan gambar (cropping).

Evaluasi ini bertujuan memastikan kamera sanggup menampilkan tekstur permukaan secara jelas dan realistis, namun terhindar dari efek penajaman digital berlebihan (over-sharpening) yang kerap membuat foto ponsel terlihat kaku atau artifisial.

3. Efek Bokeh dengan Kedalaman Ruang Realistis

Pada skenario fotografi portrait, efek buram latar belakang (bokeh) dievaluasi secara ketat untuk memisahkan subjek utama dari latar sekaligus membangun dimensi ruang. Pengujian menggunakan berbagai objek dengan tepian yang rumit serta titik-titik sumber cahaya guna mengukur tiga parameter kunci:

  • Kehalusan transisi pemisahan pada bagian tepi subjek.

  • Konsistensi tingkat keburaman (blur) pada berbagai tingkatan jarak ruang.

  • Akurasi bentuk bulatan cahaya (light orbs) di latar belakang agar menyerupai karakter optik lensa kamera profesional.

Kombinasi Pengukuran Data Teknis dan Kurasi Estetika Ahli

Seluruh tahapan pengujian ketiga dimensi di atas tidak hanya bertumpu pada parameter angka di laboratorium. OPPO dan Hasselblad menerapkan metode berlapis yang menggabungkan pengukuran teknis berbasis data, pengujian pemotretan langsung di kondisi dunia nyata, serta penilaian estetika secara langsung oleh para ahli imaging dari Hasselblad.

Melalui pembagian peran ini, Hasselblad menyumbangkan perspektif dan standar kurasi fotografi profesional dalam menilai karakter sebuah gambar, sementara tim rekayasa OPPO menerjemahkan parameter tersebut ke dalam arsitektur perangkat keras dan pemrosesan komputasi kamera ponsel pintar.

—

Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

PC Small Form Factor
Previous Story

Mengenal PC Small Form Factor (SFF): Panduan Lenovo Memilih Desktop Ringkas dan Hemat Ruang

Next Story

Ini Daftar Harga Promo realme 11.11 Mega Sale

Latest from Blog

Don't Miss

Resmi Lolos TKDN 46,44%, OPPO Indonesia Buka Pendaftaran Minat Flagship OPPO Find X10

OPPO Indonesia memastikan kesiapannya untuk memboyong ponsel pintar kelas atas

Agentic AI di Ponsel: OPPO dan Manus Integrasikan Agen AI ke AI Mind Pilot

Produsen perangkat pintar OPPO mengumumkan kerja sama dengan Manus, platform