Kolaborasi AWS dan PwC Indonesia Latih Ribuan Siswa SMK Bandung Kuasai Cloud dan AI

1 min read
October 14, 2026

Terampil di Awan 2026 adalah program pelatihan cloud computing dan generative AI yang diikuti 5.587 siswa dari 20 SMK di Bandung Raya, Jawa Barat. Program Terampil di Awan 2026 yang berlangsung dua bulan ini diselenggarakan PwC Indonesia bersama Amazon Web Services (AWS).

Pada edisi tahun ini, program tersebut sukses melatih 5.587 siswa dari 20 SMK di kawasan Bandung Raya, Jawa Barat, selama dua bulan penuh guna membekali mereka dengan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pengumuman keberhasilan program ini disampaikan di Jakarta pada 13 Oktober 2026. Pelaksanaannya tidak lepas dari kolaborasi empat pihak, yakni AWS, PwC Indonesia, Yayasan Sagasitas Indonesia, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Bagi PwC Indonesia, keterlibatan ini merupakan tahun kedua secara berturut-turut. Fokus utamanya adalah memangkas kesenjangan keterampilan digital di kalangan siswa sekolah kejuruan.

Tidak hanya siswa, para guru juga dibekali wawasan industri agar kurikulum cloud dan AI berbasis AWS ini bisa diajarkan secara mandiri dan berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Dari Ruang Kelas Menuju Hackathon AI

Sebagai puncak acara, para siswa ditantang untuk mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan melalui platformPartyRock. Dengan pendampingan guru, mereka bekerja secara berkelompok dan berhasil menghasilkan total 1.177 proyek AI dalam sebuah kompetisi hackathon.

Karya-karya ini menjadi bukti nyata bagaimana siswa SMK mampu merancang solusi teknologi untuk memecahkan persoalan di dunia nyata. Berikut adalah tiga karya terbaik yang keluar sebagai pemenang:

  • Juara 1 (SMK Negeri 13 Kota Bandung): Davin Maritza Alfarrezal dan Ridho Arrayan merancang alat pendeteksi tumor berbasis AI. Sistem ini memanfaatkan convolutional neural network (CNN) untuk membantu profesional di bidang pencitraan medis.

  • Juara 2 (SMK Negeri 11 Kota Bandung): Tim yang terdiri dari Tania Salsabila Putri, Fitri Licia Ramadhan, Nasifa Khairunnisa, Kanaya Khalidazia Mustopa, dan Sylvia Hayfa Kayla menciptakan “Cycle Flow”. Aplikasi ini mampu memprediksi siklus menstruasi, melacak suasana hati, serta memberikan rekomendasi makanan dan olahraga.

  • Juara 3 (SMKS Telkom Bandung): Ataraja Berdharma Cinta dan Irfan Rafa G. mengembangkan sebuah platform gamifikasi yang didesain khusus untuk membantu siswa mempersiapkan rencana studi ke luar negeri.

Komitmen Jangka Panjang untuk Talenta Digital

Keberhasilan para siswa ini sejalan dengan pandangan penyelenggara mengenai masa depan dunia kerja. Corporate Sustainability Leader PwC Indonesia, Djohan Pinnarwan, menilai kesuksesan teknologi AI dan cloud sangat bergantung pada kemampuan manusia dalam berinovasi dan memecahkan masalah.

Ia berharap para peserta tidak sekadar menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu bertindak sebagai agen perubahan yang menggunakan teknologi secara bertanggung jawab demi kemajuan komunitas.

Di sisi lain, Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership AWS, Yashinta Bahana, memandang kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah nyata industri dalam menyiapkan generasi muda. AWS sendiri terus berkomitmen membuka akses pelatihan teknologi tanpa biaya bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, UMKM, hingga kelompok marjinal.

Sejak tahun 2017, inisiatif strategis dari AWS ini tercatat telah memberikan pelatihan cloud dan AI kepada lebih dari 1,3 juta penduduk Indonesia.

—

Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

4 Ponsel realme Jadi Gelombang Pertama Penerima ColorOS 17 dengan Fokus Kelancaran dan AI

Next Story

Bukan Cuma Teknologi, Tren Gaya Hidup Jadi Kunci Perkembangan Connected Home di Asia

Latest from Blog

Don't Miss

Apa Saja Keuntungan Program Student Rewards AWS untuk Persiapan Karier Teknologi?

Komitmen Amazon Web Services (AWS) dalam mencetak talenta digital masa

Sinergi Kawasan Industri dan Teknologi Hijau: AWS Manfaatkan Fasilitas Air Daur Ulang di Kota Deltamas

Potensi krisis air tawar global yang diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa