Bagaimana Samsung Memangkas Bobot Galaxy Z Fold8 Menjadi 201 Gram? Ini Jawabannya

2 mins read
September 10, 2026

Menjawab keraguan konsumen terhadap dimensi fisik perangkat lipat yang kerap dinilai tebal dan berat, Samsung Electronics kembali menetapkan standar baru di industri telekomunikasi.

Melalui Samsung Galaxy Z Fold8, Samsung berhasil mencetak rekor dengan menciptakan smartphone foldable teringan di dunia yang hanya berbobot 201 gram. Pencapaian ini merupakan hasil dari perombakan arsitektur internal secara radikal yang berhasil memangkas bobot hingga 52 gram sejak era Galaxy Z Fold5.

Berbekal wawasan dari survei YouGov pada 2024 yang menyoroti bahwa desain besar menjadi kendala utama adopsi foldable, tim riset dan pengembangan (R&D) Samsung menetapkan target ekstrem.

Target ini berawal dari ambisi untuk mengalahkan bobot ponsel bar-type kelas atas, seperti Galaxy S25 Ultra (218 gram). Ambisi tersebut pertama kali terwujud pada Galaxy Z Fold7 (215 gram), dan kini disempurnakan pada Galaxy Z Fold8 dan varian tertingginya, Galaxy Z Fold8 Ultra.

“Bisakah smartphone lipat memiliki bobot lebih ringan daripada smartphone flagship bar-type?” Pertanyaan fundamental dari tim pengembangan inilah yang memicu rekayasa teknologi komponen hingga ke tingkat fraksi gram (0,001 gram) tanpa mengorbankan durabilitas dan performa.

Bagaimana Cara Kerja Pemangkasan Bobot pada Layar dan Engsel?

Menciptakan bodi yang lebih ramping menghadirkan tantangan mekanis yang signifikan, terutama pada pelat penopang layar dan mekanisme engsel. Logam yang ditipiskan cenderung lebih mudah melengkung saat diproses (machining).

Untuk mengatasi isu struktural ini, Samsung menerapkan tiga inovasi rekayasa utama:

  • Material Flex Titanium: Layar perangkat kini ditopang oleh Titanium Alloy Film yang sangat tipis (hanya puluhan mikrometer, atau setara sepertiga ketebalan rambut manusia), namun memiliki kekakuan struktural tingkat tinggi.

  • Pemrosesan Pelat Logam Ultra-Tipis: Pelat penopang layar diproses hingga ketebalan 0,2 mm (bagian tertipis mencapai 0,15 mm). Samsung menyempurnakan kondisi pendinginan dan parameter tooling agar material tidak terdeformasi selama masa perakitan.

  • Optimalisasi Engsel Presisi: Modul engsel dirancang ulang secara spesifik untuk mendistribusikan gaya mekanis dari aktivitas buka-tutup secara merata, menyesuaikan dengan ruang internal yang kian menyempit.

Inovasi Material Eksterior dan Manajemen Termal

Menipisnya perangkat berbanding lurus dengan menyusutnya ruang untuk sirkulasi panas dari chipset. Untuk menyiasati hal ini, Samsung mengimplementasikan kombinasi material baru pada sasis dan struktur internal.

Bagian eksterior kini mengandalkan paduan Advanced Armor Aluminum yang kokoh sekaligus ringan. Sementara itu, untuk sistem pendingin, Samsung menggunakan material grafit berkinerja tinggi serta Clad Metal di sisi belakang internal perangkat. Material hibrida ini mendistribusikan suhu panas secara efisien tanpa menambah beban massa secara signifikan.

Tabel Evolusi Spesifikasi Smartphone Lipat Samsung

Untuk mengilustrasikan pencapaian rekayasa teknologi ini, berikut adalah perbandingan transformasi fisik dan spesifikasi dari beberapa generasi utama lini Galaxy Z Fold:

Generasi Model Bobot Fisik Ketebalan Perangkat Inovasi Spesifikasi / Komponen Utama
Galaxy Fold (2019) 276 Gram 17,1 mm Desain foldable generasi pertama
Galaxy Z Fold5 253 Gram
Galaxy Z Fold6 239 Gram
Galaxy Z Fold7 215 Gram
Galaxy Z Fold8 201 Gram 9,7 mm Flex Titanium, Reduksi Komponen 0,001g
Galaxy Z Fold8 Ultra 215 Gram 8,9 mm Baterai 5.000 mAh, Kamera 200MP + 50MP UW

Rahasia Kapasitas Baterai 5.000mAh pada Galaxy Z Fold8 Ultra

Pada model Galaxy Z Fold8 Ultra, Samsung mempertahankan dimensi dan bobot yang sama dengan pendahulunya (215 gram), namun memberikan peningkatan drastis pada perangkat keras. Baterainya ditingkatkan dari 4.400 mAh menjadi 5.000 mAh, yang secara logis seharusnya menambah beban sekitar 6 gram.

Untuk mengompensasi 6 gram tambahan tersebut, para insinyur membedah ulang sekitar 270 komponen utama dan 180 jenis bagian pendukung (bracket, fastener, selotip). Hasilnya, 15 jenis komponen penyokong berhasil dieliminasi, dan 170 lainnya dioptimalkan dimensinya. Printed Circuit Board (PCB) dirancang lebih padat, dan Antena Magnetic Flux Channel (MFC) ditata ulang agar tidak saling berhimpitan.

Penghematan ruang mikroskopis ini tidak hanya mampu menampung baterai yang lebih besar, tetapi juga memberikan ruang ekstra sebesar 7% untuk volume lapisan grafit peredam panas, serta mengizinkan penyematan modul kamera utama beresolusi 200 MP bersanding dengan lensa Ultra-Wide 50 MP untuk pertama kalinya dalam sejarah lini Galaxy Z Fold.

Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

Mengenal Muse: Agen AI Personal Buatan Meta yang Mampu Selesaikan Tugas Secara Mandiri

Latest from Blog

Don't Miss

Samsung Galaxy S26 FE

Resmi Hadir, Ini Harga Samsung Galaxy S26 FE dan Info Promo Reservation+

Menjawab ekspektasi konsumen akan gawai kelas premium dengan rentang harga

Samsung Rilis AC Neo WindFree Lite: Solusi Pendingin Cerdas Berbasis AI untuk Hadapi Kemarau Panjang

Merespons data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai masuknya