Dark
Light

Tak Ada Investasi Baru untuk Bisnis B2B Indosat Ooredoo

1 min read
April 19, 2018
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi bersama jajaran manajemen / Indosat Ooredoo
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi bersama jajaran manajemen / Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo tahun ini kembali fokus mengembangkan jaringan 4G di seluruh Indonesia. Kepada DailySocial, President Director dan CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi mengungkapkan, bisnis digital yang dianggap menguntungkan masih dipertahankan, termasuk IMX, layanan cloud, dan program inkubasi Ideabox.

Disinggung apakah ada inovasi atau investasi yang bakal diberikan perusahaan untuk bisnis digital yang tersisa, Joy menegaskan saat ini bisnis yang kebanyakan menyasar pasar B2B tersebut masih berjalan dengan baik tanpa investasi tambahan.

“Sejauh ini masih in-line model bisnisnya dengan Indosat Ooredoo. Bukan tidak diteruskan tapi sudah established. Berjalan selama dua tahun dengan bisnis sendiri layaknya anak perusahaan Indosat Ooredoo,” kata Joy.

Berbeda saat dua tahun lalu yang banyak diwarnai eksperimen di sektor digital, tahun ini Indosat Ooredoo fokus ke core business-nya, yaitu membangun jaringan. Hal tersebut, menurut Joy, mulai diterapkan kembali oleh operator telekomunikasi lainnya.

“Saya lihat semua operator saat ini sudah mulai fokus dengan bisnis awalnya. Mungkin masih ada yang mencoba untuk mengembangkan bisnis digitalnya, contohnya Telkomsel dengan layanan TCash milik mereka,” kata Joy.

Menambah kemitraan

Selama ini Indosat sudah menjalin kemitraan dengan brand asing yang sudah dikenal namanya, seperti Spotify dan Iflix, yang diklaim cukup membantu Indosat memperluas kegiatan pemasaran.

“Sesuai dengan rencana awal, Indosat Ooredoo tidak sembarangan memilih kemitraan dengan brand lokal dan asing. Meskipun akan mengeluarkan biaya yang cukup besar, namun jika brand yang kami gandeng tepat, akan memberikan keuntungan lebih untuk Indosat Ooredoo,” kata Joy.

Selain menambah jumlah kemitraan, perusahaan juga berencana untuk menambah jumlah galeri Indosat Ooredoo di seluruh Indonesia. Dengan menawarkan konsep franchise, diharapkan kegiatan ini bisa menambah jumlah pelanggan pasca bayar Indosat Ooredoo.

“Berbeda dengan operator lain yang memiliki produk khusus untuk menambah jumlah pelanggan pascabayar, kami di Indosat justru ingin melakukan pendekatan secara offline demi menambah jumlah adopsi pelanggan pascabayar,” kata Joy.

Mengklaim memiliki pengalaman yang lebih di dunia telekomunikasi, Joy berharap kembalinya mereka ke core business dan investasi yang digelontorkan di segmen ini bakal meningkatkan pendapatan dan menambah jumlah pengguna baru.

Previous Story

Facebook Uji Fitur Premiere, Kreator Bisa Sajikan Video Rekaman Sebagai Siaran Langsung

Next Story

Intel Batal Realisasikan Prototipe Kacamata Pintarnya, Vaunt

Latest from Blog

nubia V60 Design Hadir di Indonesia

ZTE Mobile Devices Indonesia secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya, nubia V60 Design di Indonesia. Smartphone ini dirancang dengan menghadirkan estetika dan teknologi,

Don't Miss

Pentingnya Industri Telekomunikasi untuk Kembangkan Industri Game dan Esports

Nilai dari industri game meroket selama pandemi COVID-19. Bahkan setelah
Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia selesai merger umumkan nama baru Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dipimpin Vikram Sinha sebagai CEO

Indosat Ooredoo Hutchison Rampung Merger, Kejar Inovasi Digital dan Jaringan 5G

Mengawali tahun baru, Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia mengumumkan