Yandex dan Digital Talent Komdigi Buka Kelas Machine Learning, Apa Saja yang Dipelajari?

2 mins read
June 29, 2026

Kebutuhan akan talenta digital ahli di bidang komputasi pintar semakin krusial bagi berbagai sektor industri. Merespons tantangan tersebut, perusahaan teknologi global Yandex berkolaborasi dengan Digital Talent Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) resmi meluncurkan program pelatihan daring sekaligus kompetisi gratis bertajuk Linear Models in Machine Learning: Fundamentals, Applications, and Competition. Pendaftaran program strategis ini dibuka untuk umum mulai 29 Juni hingga 19 Juli 2026.

Inisiatif ini dirancang secara khusus untuk membekali masyarakat Indonesia dengan kemampuan analisis data dan pemrograman tingkat lanjut. Meskipun terbuka bagi siapa saja tanpa batasan usia maupun latar belakang profesi, program ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa dari rumpun keilmuan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Apa Saja Materi Kurikulum yang Akan Dipelajari?

Program ini bukan sekadar pemaparan teori, melainkan sebuah jembatan untuk mengimplementasikan ilmu data sains dalam skenario dunia nyata. Kurikulum yang disusun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi dan Yandex berfokus pada penguasaan model Machine Learning, khususnya Linear Regression.

Selama masa pelatihan, para peserta akan mendapatkan pendalaman materi melalui pendekatan teori dan praktik, yang meliputi:

  • Fundamental Pemrograman: Membangun dan melatih model komputasi menggunakan bahasa pemrograman Python dan library Scikit-learn.

  • Manajemen Data: Menguasai teknik prapemrosesan data (data preprocessing) sebelum dimasukkan ke dalam algoritma AI.

  • Validasi dan Evaluasi: Mempelajari teknik untuk menguji tingkat akurasi model serta memecahkan kendala (troubleshooting) yang umum terjadi dalam rekayasa Machine Learning.

  • Orientasi Bisnis: Mengembangkan kemampuan krusial dalam menerjemahkan kebutuhan operasional bisnis menjadi solusi berbasis kecerdasan buatan yang tepat guna.

Bagaimana Alur Pelatihan dan Kompetisi Berlangsung?

Pendekatan belajar yang digunakan bersifat terstruktur (learning journey). Peserta akan melewati serangkaian metode campuran, mulai dari pembelajaran mandiri (self-paced), sesi interaktif bersama mentor, praktik laboratorium maya (hands-on lab), pengerjaan tugas, hingga kompetisi tahap akhir.

Untuk gelombang pertama (Batch 1), pelatihan akan berlangsung mulai 20 Juli hingga 23 Agustus 2026. Tahapan spesifiknya meliputi:

  • Empat Modul Utama: Setiap modul wajib diselesaikan dalam waktu satu minggu berturut-turut. Pada tahap ini, peserta mendapat pendampingan eksklusif dari praktisi machine learning lokal mitra Yandex.

  • Asesmen Akhir: Setelah menuntaskan modul, peserta harus mengikuti ujian akhir yang berisi 40 pertanyaan dengan batas waktu 40 menit.

  • Hackathon Nasional: Peserta dengan nilai kelulusan terbaik akan diundang mengikuti kompetisi Hackathon daring pada 4-6 September 2026 untuk memperebutkan hadiah utama.

Bagi peserta yang tidak sempat mendaftar pada Batch 1, program ini akan berlanjut ke gelombang pembelajaran mandiri (self-paced) pada bulan September dan Oktober 2026. Gelombang susulan ini akan berlangsung selama enam minggu dengan tahapan serupa, mulai dari tes masuk hingga pemberian sertifikat kelulusan.

Mengapa Talenta Kecerdasan Buatan Sangat Dibutuhkan?

Berkaca pada kesuksesan tahun 2025, program serupa berhasil menjaring 1.295 peserta aktif dan melahirkan tiga pemenang Hackathon yang mampu menciptakan model Machine Learning dengan tingkat akurasi impresif.

Alexander Popovskiy, CEO Yandex Search, menegaskan bahwa akses pendidikan AI harus inklusif. “Kami menggabungkan materi yang kuat secara akademis dengan pengalaman belajar yang aplikatif. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga berlatih menyelesaikan tantangan nyata. Kami berharap semakin banyak talenta AI yang tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem AI di Indonesia,” ungkap Alexander.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Pudjianto, Ph.D, menyoroti urgensi tenaga ahli AI untuk transformasi lintas sektor. “Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta Artificial Intelligence, Machine Learning dan Data Science di berbagai sektor, mulai dari transportasi, pertanian, kesehatan hingga sektor prioritas lainnya,”jelasnya.

Bagi masyarakat yang berminat untuk mengakselerasi karier di bidang teknologi, pendaftaran dapat diakses secara langsung melalui portal resmi program ini.

Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

Previous Story

Ini Cara Fitur Sports Live Philips Smart Lighting Bawa Euforia Stadion ke Ruang Tamu

Latest from Blog