Dark
Light

Video Akan Berperan Penting di Media Online

by
3 mins read
November 15, 2013

Dalam sebuah laporan berdasarkan hasil survei atas 4.500 responden di tiga negara (Indonesia, Cina dan Jepang), disebutkan bahwa video akan berperan penting dalam penyajian berita di media online.

Laporan berjudul ‘Tinggal Landas: Era baru erita video di Asia’ ini disusun oleh Deloitte atas permintaan kantor berita AP. Penelitian di lapangan dilakukan oleh GfK.

Dalam penelitian ini terungkap beberapa data yang berhubungan dengan konsumsi media di ranah maya oleh para pengguna di tiga negara. Berapa temuan antara lain adalah bahwa 98 persen responden menggunakan portal atau mesin pencari secara teratur untuk mencari berita.

Terkait video di media online. Maria Roson, vice president of sales for Asia di AP menyebutkan bahwa dari data penelitian ini berita video menawarkan cara yang penting bagi outlet media untuk membedakan diri dari pesaing dan membangun loyalitas para permirsanya.

Tentunya dengan perlikaku yang suka mencari berita di layanan pencari, penyedia konten harus mencari cara agar beritanya dibaca atau dilihat pembaca. Dengan konten media berupa video hal ini bisa menarik pembaca atau pemirsa.

Asia sendiri, yang menjadi tempat pertumbuhan berbagai hal di bidang teknologi, mulai dari ponsel murah, penetarasi pengguna internet serta pertumbuhan ketersediaan jaringan broadband bergerak menjadikan pasar media online yang besar. Penyediaan konten yang menarik seperti video online disebutkan juga oleh Matthew Guest – media director di Deloitte – akan memainkan peran vital dalam menciptakan pengalaman berita yang menarik bagi konsumen.

Penelitian juga menyebutkan bahwa pemirsa atau pembaca berita mau untuk bereksperimen dengan berbagai sumber berita termasuk piranti terbaru.

Dari penelitian ini pun ditemukan bahwa 93 persen pengguna video berita online di Asia berpendapat bahwa video begitu penting bagi situs berita atau aplikasi agar terlihat lebih menarik, serta 96 persen responden asal Indonesia berpendapat bahwa video dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai sebuah berita

Apa saja temuan lain dari penelitian ini, berikut kami kutipkan beberapa temuan utama dari dari rilis pers yang dikirimkan ke TRL:

  • Permintaan konten melalui piranti bergerak. Di pasar negara berkembang Asia, banyak konsumen yang beralih ke dunia online untuk pertama kalinya melalui ponsel atau tablet dibandingkan lewat komputer personal. Dengan penetrasi tablet yang meningkat pesat di seluruh dunia, para pengguna mungkin mengharapkan ragam kekayaan konten tersulam pada piranti layar-lebar mereka. Dari kelompok yang kami survei di Indonesia, yang mewakili konsumen online perkotaan yang lebih makmur, 51 persen menggunakan ponsel pintar dan 24 persen menggunakan tablet untuk mengakses berita. Pengguna tablet di Jepang cenderung menonton berita video secara  online daripada pemilik piranti lain, dan hampir dua kali lipat lebih sering mengakses video setiap harinya atau hampir setiap hari, dibandingkan dengan pemilik ponsel pintar.

  • Di Cina, penelitian ini menemukan 75 persen dari responden menyatakan bahwa mereka pernah mengakses berita dari perangkat ponsel atau ponsel pintarnya. Hampir sepertiga dari populasi Cina memiliki ponsel pintar dan 16 persen dari survei yang berbasis di Cina membuka aplikasi apps untuk mengetahui tentang berita terkini.  Delapan belas persen dari konsumen di Cina menggunakan tablet dan tiga perempatnya menggunakan piranti mereka untuk menonton berita video setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu.

  • Dampak dari berita video. Di kebanyakan negara-negara Asia video begitu penting untuk menonjolkan diri di tengah ramainya pasar online. 93 persen pengguna video berita online yang disurvei di Asia menyatakan bahwa video begitu penting bagi situs berita atau aplikasi agar terlihat lebih menarik, dengan 96 persen responden Indonesia menegaskan bahwa video dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai sebuah berita. Penelitian ini juga mengungkap apa yang menjadi penghambat bagi para pemirsa dalam menonton konten video online. Di Indonesia, 41 persen mempertimbangkan tidak menonton konten video karena koneksi internet yang lamban. Jadi manakala koneksi internet membaik, penyedia konten harus siap untuk memenuhi permintaan laten ini. Sementara di Cina dan Jepang, diantara mereka yang tidak menyaksikan video online, rata-rata sebanyak 39 persen mengatakan bahwa video dengan topik yang menarik bagi mereka tidak cukup banyak tersedia, dibandingkan dengan 19 persen di Indonesia.

  • Menganalisa kompetisi online. Penelitian menemukan bahwa para penyedia berita menghadapi tantangan untuk membedakan konten dalam pasar online yang memiliki persaingan tinggi serta mudah diakses. 78 persen responden dari survei kami menyatakan bahwa mereka sering atau selalu menggunakan lebih dari satu sumber untuk suatu berita. Rata-rata, konsumen berita online di Cina dan Indonesia akan menggunakan empat hingga lima situs web untuk suatu berita yang menarik perhatian mereka. Sebaliknya, rata-rata konsumen di Inggris hanya menggunakan dua situs saja untuk berita sehari-hari. Keinginan untuk memverifikasi berita dengan menggunakan beberapa sumber berita adalah yang terbanyak di kalangan kelompok sosial-ekonomi yang lebih tinggi, hal mana menunjukkan bahwa seiring meningkatnya tingkat pendidikan dan pendapatan, saluran berita harus bekerja lebih keras untuk menonjolkan diri dan mempertahankan loyalitas pelanggan.

  • Berita terkini di jejaring sosial. Di Asia, media sosial telah menjadi sumber utama dari berita terkini bagi populasi online. Di antara negara-negara yang disurvei, tren paling kuat berada di Indonesia, dimana 18 persen responden terlihat berbagi, berdiskusi dan memverifikasi berita diantara rekan-rekan mereka. Di seluruh wilayah, 9 persen konsumen di Asia menemukan berita melalui media sosial, dibanding 4 persen di Eropa, ini menujukkan bahwa saat ini masyarakat secara naluriah melebur jejaring sosial ke dalam konsumsi konten online mereka, termasuk berita. Hal ini didorong oleh sebuah pandangan di antara banyak konsumen Asia bahwa situs-situs media sosial memiliki informasi yang lebih mutakhir, akurat, dan menunjukkan berita mana yang lebih penting bagi masyarakat.

Previous Story

BBM Untuk Android dan iPhone Dapatkan Update, Sekarang Support iPod Touch dan iPad

Next Story

Internux Rilis Mobile WiFi ‘Bolt’, Gaet First Media Pasarkan Layanan Internet 4G LTE Pertama di Indonesia

Latest from Blog

Don't Miss

Semua Hal yang Diumumkan NVIDIA pada Computex 2024

Dalam presentasi selama 1 jam 47 menit, CEO dan pendiri

Snack Video Punya 43 Juta Pengguna di Indonesia, Siap Ungguli para Pesaingnya

Siapa yang saat ini tidak mengakses aplikasi berbasis video pendek?