Esports Ecosystem

VALORANT First Strike, Turnamen Perdana Dari Riot Games

24 Sep 2020 | Akbar Priono
Setelah VALORANT Ignition Series yang melibatkan komunitas, Riot Games akhirnya turun tangan dan selenggarakan VALORANT First Strike secara mandiri.

Setelah rilis tanggal 2 Juni 2020 lalu, VALORANT terbilang mendapat penerimaan yang cukup positif, baik secara internasional ataupun lokal. Merupakan game tactical FPS yang bersifat kompetitif, tidak heran jika esports jadi bagian yang melekat dari VALORANT. Sebelumnya Riot Games pernah mengatakan bahwa mereka tidak akan menangani esports VALORANT secara langsung untuk sementara waktu. Maka dari itu mereka membuat inisiatif bernama Ignition Series, sebuah seri turnamen besutan komunitas yang terselenggara di berbagai regional di dunia, yang di dukung oleh Riot Games.

Tetapi melihat antusiasme atas esports yang begitu tinggi, Riot Games sepertinya tidak ingin menunggu lebih lama untuk mencoba mengurus esports VALORANT secara langsung. Maka dari itu, pada video Dev Diaries yang terbit tanggal 23 September 2020 lalu, Riot Games mengumumkan VALORANT First Strike.

Whallen Rozelle Senior Director of Global Esports Riot Games mengatakan dalam video. “Helatan ini akan menjadi kesempatan perdana bagi pemain di Amerika Utara, Eropa, Asia, Amerika Latin, dan bagian dunia lainnya, untuk merengkuh gelar sebagai jagoan VALORANT di kawasan masing-masing.” Lebih lengkap Whallen Rozelle menulis dalam blog VALORANT, bahwa selain region yang ia sebut, regional final juga akan dilakukan di CIS, Turkey, Oceania, Brazil, dan Middle East.

Kompetisi akan menggunakan sistem terbuka, yang mana semua pemain dan tim, baik profesional maupun amatir punya kesempatan untuk mencoba merebut gelar juara regional. Kualifikasi regional dimmulai pada pertengahan Oktober, dengan babak final diselenggarakan tanggal 3 – 6 Desember di regional yang disebutkan sebelumnya.

Walaupun menggunakan sistem terbuka, VALORANT First Strike menerapkan peraturan batas usia dan minimal rank. Dalam blog dijelaskan, hanya pemain yang berusia minimal 16 tahun dan telah mencapai rank Immortal 1, yang dapat mengikuti kualifikasi regional VALORANT First Strike.

“Sejak peluncuran, kami sibuk mendengarkan berbagai ekspektasi dan harapan kalian untuk masa depan esports VALORANT.” Tulis Rozelle di paragraf akhir blog VALORANT First Strike. “Integritas kompetisi menjadi prioritas utama kami. Selama 6 bulan belakangan kami berkolaborasi dengan tim VALORANT anti-cheat untuk mengidentifikasi, investigasi, dan merespon setiap tindak-tanduk mencurigakan, dan akan terus melanjutkan tindakan tersebut selama babak kualifikasi dan final First Strike nanti.”

Sumber: Sport Business Daily
Whallen Rozelle, Senior Director of Global Esports dari Riot Games. Sumber: Sport Business Daily

“Kami juga terus mencari format, irama pertandingan, serta penjadwalan yang terbaik, demi dapat memberikan pengalaman menonton yang memuaskan bagi fans. Terakhir, kami juga memprioritaskan fitur observer yang Anda minta, dengan beberapa sudah ada di dalam game, dan beberapa yang lain sedang dalam proses pengembangan.” Rozelle menjelaskan di bagian akhir kalimat.

Selain dari apa yang dijelaskan tersebut, belum ada detail lebih lanjut lagi terkait VALORANT First Strike. Jika melihat dari regional yang disebutkan, sepertinya puncak pertandingan untuk tim asal Indonesia dan negara Asia Tenggara lain akan berada di regional Asia. Jika benar, tantangan menjadi yang terbaik di Asia tentunya lebih berat bagi tim-tim kuat dari skena lokal, seperti BOOM Esports, MORPH Team, SOMNIUM, atau mungkin ANONYMOUS yang dipimpin veteran CS:GO Kevin Susanto “Xccurate”.