Gaming News

Vainglory Versi Console dan Strategi Post-Platform Super Evil Megacorp

07 Dec 2018 | Ayyub Mustofa
Di era post-platform, sebuah game akan bisa dimainkan oleh semua orang terlepas dari platformnya

Pada pertengahan tahun 2018 lalu, Super Evil Megacorp telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis Vainglory versi PC dan Mac dalam waktu dekat. MOBA yang asalnya dirancang untuk layar sentuh di sistem operasi iOS dan Android itu kini sedang menjalani fase alpha testing, dan bisa Anda coba secara gratis dengan mengunduhnya di situs resmi Vainglory. Para gamer yang berpartisipasi di fase alpha testing ini juga akan mendapat skin eksklusif Vox On Ice.

Keberadaan Vainglory versi PC bukan sesuatu yang terlalu menghebohkan. Pasar MOBA di PC memang sangat besar, dan sudah banyak game lain melakukan hal serupa. Akan tetapi Super Evil Megacorp punya visi lebih besar daripada sekadar merilis game di banyak platform. Mereka ingin menciptakan ekosistem video game yang lebih modern, yang disebut dengan strategi “post-platform”.

Latar belakang visi ini adalah pandangan Super Evil Megacorp terhadap dunia video game yang semakin lama semakin tumbuh besar, namun juga semakin terpecah belah. Sejak tahun 2001, industri berkembang pesat berkat kemunculan platform-platform baru. Ada gamer yang tertarik pada console paling modern, ada juga yang setia dengan PC. Sebagian menyukai permainan di handheld portabel, sementara banyak juga yang lebih gemar bermain di smartphone. Ekosistem smartphone pun terbagi lagi, dengan adanya Android, iOS, serta sistem-sistem operasi lain.

Vainglory - Android
Vainglory versi Android | Sumber: Google Play

Di masa depan, entah platform apa lagi yang akan muncul. Mungkin kita akan melihat gaming di smartwatch. Mungkin gaming di VR, AR, dan MR akan menjadi mainstream. Apa pun itu, yang jelas platform baru selalu muncul, dan ini merupakan pedang bermata dua.

“Zaman sekarang, gamer PC, mobile, dan console sebagian besar memainkan game yang berbeda dengan input kontrol yang berbeda, juga mengharapkan standar kualitas, model bisnis, serta banderol harga yang berbeda pula,” tutur Kristian Segerstrale dalam blog resmi Super Evil Megacorp.

“Dan – mungkin yang paling penting – kita ada dalam komunitas-komunitas terpisah yang nyaris tidak pernah bermain bersama. Siapa teman main kita ditentukan oleh siapa yang kebetulan memiliki perangkat gaming sama dengan kita. Sebagai pemain, kita pun mencari teman online ketika kita tidak bisa meyakinkan kawan-kawan dunia nyata untuk membeli platform game yang sama. Kita mungkin sudah terbiasa dengan ini, tapi tetap rasanya agak sedih.”

Fortnite
Fortnite tersedia di nyaris semua platform, dari console, desktop, hingga mobile | Sumber: Epic Games

Segerstrale kemudian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan video game besar sudah mulai bergerak ke arah masa depan yang baru, yaitu permainan cross-platform. Dengan maraknya multiplayer gaming, developer dituntut untuk menyediakan pengalaman yang sama bagi penggemar di semua platform. Fortnite adalah contoh paling baik, karena dalam Fortnite, nyaris semua pemain bisa bermain bersama meski mereka berbeda platform. Memang tidak sempurna karena masih ada perbedaan pengalaman yang jauh di tiap platform, namun mereka sudah menunjukkan arahan yang tepat.

Video game akan menjadi seperti media sosial?

Super Evil Megacorp percaya bahwa dalam 10 tahun ke depan, tidak akan ada satu platform spesifik yang menjadi platform utama industri game. Sebaliknya, game akan menjadi seperti media sosial: sebuah pengalaman yang bisa dinikmati bersama oleh semua orang terlepas dari platform apa yang mereka gunakan. Ketika video game sudah tak lagi terikat pada platform tertentu, itulah yang mereka sebut sebagai era post-platform.

Super Evil Megacorp ingin Vainglory jadi game yang terdepat ketika era itu tiba. Karena itulah mereka mengembangkan Vainglory versi PC dan Mac. Tak hanya itu, mereka juga akan merilis Vainglory versi console pada akhir tahun 2019. Super Evil Megacorp setidaknya punya dua alasan kuat untuk percaya pada visi post-platform di atas.

Pertama yaitu semakin maraknya perangkat “hibrida” di era modern ini yang tidak bisa dikelompokkan ke dalam satu kategori saja. Ada perangkat mobile yang bisa ditancapkan ke layar besar, seperti Samsung DEX, ASUS ROG, Microsoft Surface, dan sebagainya. Ada juga laptop ultraportabel yang bisa berperan sebagai perangkat mobile, misalnya Razer Linda. Ini masih ditambah lagi dengan munculnya berbagai layanan game streaming. Super Evil Megacorp ingin memastikan bahwa Vainglory dapat berjalan baik di semua perangkat tersebut.

Kedua, dengan diluncurkannya jaringan 5G pada tahun 2019, semua perangkat akan mendukung kecepatan internet yang cukup mulus untuk multiplayer gaming, bahkan gaming kompetitif tanpa lag. Di masa depan, developer tak lagi bisa memperlakukan satu platform sebagai platform utama sebuah game, sementara versi platform lainnya hanya sebagai “port” sampingan. Developer harus terjun ke dunia post-platform dan menciptakan game dengan paradigma post-platform juga.

Pekerjaan ini jelas tidak mudah. Butuh kru, teknologi, peralatan, kesabaran, serta komunitas yang kuat untuk mewujudkannya. Tapi Super Evil Megacorp bertekad untuk menuju ke arah sana. Dalam perjalanannya, mereka pasti akan menemukan dan mempelajari banyak hal baru. Akhir 2018 ini adalah titik awal Super Evil Megacorp untuk berubah menjadi studio post-platform game, dan mereka mengajak kita semua untuk merangkul era baru ini bersama-sama.

Sumber: Super Evil Megacorp