Esports Ecosystem

Tumbangkan Na’Vi, Tim Tigers Juarai Turnamen Dota 2 DreamLeague Season 10

06 Nov 2018 | Ayyub Mustofa
Pemain asal Indonesia, inYourdreaM, menunjukkan aksi gemilang dengan hero Invoker

Kompetisi Dota 2 Minor DreamLeague Season 10 telah mencapai titik puncaknya. Dalam laga Grand Final yang berlangsung dengan format best-of-five, dua tim dari benua berbeda saling beradu demi meraih gelar sekaligus merebut tiket terakhir untuk maju ke turnamen Kuala Lumpur Major. Tigers sebagai perwakilan Asia Tenggara bertemu dengan Natus Vincere (Na’Vi) dari Persemakmuran Negara-Negara Merdeka. Hasilnya adalah pertarungan-pertarungan sengit yang penuh taktik tak terduga.

Na’Vi, yang sebelumnya baru mengalahkan Royal Never Give Up di Losers’ Bracket, mendapat kejutan dari Tigers ketika tim asal Malaysia ini memilih Meepo sebagai hero mid. Meski terkenal punya kemampuan gank sangat kuat, Meepo adalah hero yang mudah terkena counter dengan hero-hero tertentu. Jadi pilihan ini sangat berisiko.

Tigers | DreamLeague Season 10
Gelar pertama Tigers di Dota Pro Circuit 2018 – 2019 | Sumber: Tigers

Akan tetapi Ahjit (Lai Jay Son) dari Tigers mampu menguasai medan dengan Meepo miliknya. Meski SoNNeikO (Akbar Butaev) dari Na’Vi menggunakan Earth Spirit yang merupakan counter Meepo sekaligus hero andalannya, ia tidak berhasil menahan laju Ahjit. Apalagi Meepo didukung oleh hero-hero ahli crowd control seperti Crystal Maiden, Tiny, dan Pangolier.

Kekalahan di ronde 1 tidak membuat Na’Vi patah semangat. Mereka justru langsung membalikkan keadaan dan menang dua ronde berturut-turut setelahnya. Berbekal hero-hero meta klasik seperti Gyrocopter, Axe, dan Tiny, Na’Vi unggul dengan meyakinkan. Kedudukan 1-2, Na’Vi hanya butuh satu kemenangan lagi untuk membawa pulang gelar juara.

Tigers | inYourdreaM
inYourdreaM (Muhammad Rizky) dinobatkan sebagai MVP | Sumber: DreamHack

Sayangnya ada hambatan besar bagi Na’Vi. Pemain Tigers asal Indonesia, inYourdreaM (Muhammad Rizky) mengamuk di ronde 4 dengan hero Invoker. Tiga hero crowd control yang sempat digunakan Tigers di ronde 1, semua muncul kembali. Mungkin inilah kunci kemenangan Tigers, dukungan yang kuat dari trio crowd control ditambah satu hero core yang memporak-porandakan lawan. Na’Vi sebenarnya bermain tak buruk, bahkan Huskar milik mereka sempat mendapat Ultra Kill. Tapi itu tak cukup untuk menahan kekompakan Tigers.

Ronde terakhir, Pangolier masuk daftar ban oleh tim Na’Vi. Sayangnya mereka tak bisa mencegah Crystal Maiden dan Tiny di-pick kembali oleh Tigers. Pilihan carry Na’Vi yaitu Faceless Void benar-benar kesulitan di ronde ini karena Tigers punya banyak hero ranged yang berbahaya. Enigma yang berperan sebagai support juga sulit mendaratkan jurus Black Hole andalannya, sebab selalu diganggu oleh hero-hero kubu lawan yang punya keahlian crowd control. Ahjit yang menggunakan Mirana di ronde ini bahkan tak mati sama sekali.

Na’Vi pun menyerah kalah, dan Tigers pulang membawa hadiah uang sebesar US$125.000 beserta kesempatan bertanding di babak utama Kuala Lumpur Major. Tigers akan bertanding melawan tim-tim terbaik dunia seperti Team Secret, Vici Gaming, Virtus.pro, dan lain-lain dalam babak utama Kuala Lumpur Major, tanggal 16-18 November nanti. Jangan lewatkan laga seru ini, dan tunjukkan dukungan pada tim favorit Anda!

Sumber: GosuGamers, DreamHack, Tigers