Dark
Light

Tujuh Cara Memastikan Ide Aplikasi Mobile Tidak Dicuri Kompetitor

2 mins read
February 1, 2017
Tujuh Cara Memastikan Ide Aplikasi Mobile Tidak Dicuri Kompetitor / Pexels

Jika Anda adalah pengusaha startup yang memiliki aplikasi mobile, tidak hanya dibutuhkan ide cemerlang, tapi butuh melindungi ide agar tidak dicuri. Bahkan, ide secuil pun dapat ditarik oleh siapa saja yang tahu di sekitar Anda untuk dibocorkan ke kompetitor.

Bagaimana Anda dapat membuat proyeksi ide aplikasi sekaligus mencegah dicuri orang lain? Artikel ini akan membantu Anda mendapatkan perspektif lebih baik untuk mengamankan ide untuk pengembangan aplikasi mobile Anda.

1. Selektif berbagi informasi

Ini adalah cara paling sederhana untuk melindungi ide Anda. Meski dalam kasus tertentu Anda butuh berbagi informasi teknis mengenai aplikasi Anda kepada developer atau saat pitching ke klien. Semakin sedikit informasi yang Anda berikan, maka semakin kecil kemungkinan orang akan mencurinya.

2. Hati-hati dalam memilih rekan kerja profesional

Cara ini penting ketika Anda memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan terkemuka atau individu, kecuali Anda memiliki kapasitas untuk membuat aplikasi baru tanpa desain/pengembangan dari pihak ketiga.

Sebelum memilih partner, jaring informasi dengan hati-hati. Baca testimonial tentang mereka, tinjau situs mereka, dan hubungi eks klien perusahaan tersebut. Anda dapat dengan mudah mengumpulkan informasi tersebut di lapangan. Dengan demikian, Anda secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan pencurian ide dan tindakan licik lainnya.

3. Gunakan perjanjian non-disclosure

Lindungi ide aplikasi mobile saat mengungkapkannya kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perjanjian non-disclosure (NDA), demi memastikan semua informasi yang Anda bagikan adalah rahasia antara Anda dengan pihak ketiga.

Pada dasarnya NDA melindungi ide Anda digunakan kembali atau berbagi dengan orang-orang yang terlibat dengan proyek Anda, entah itu konsultan, kontraktor outsourcing, calon investor, atau klien.

NDA tidak menjamin ide Anda akan aman 100%. Perjanjian NDA perlu dilakukan lewat perusahaan dengan kredibilitas yang baik. Mungkin beberapa perusahaan sedikit ragu saat menandatangani NDS, oleh karenanya sebaiknya Anda tawarkan prospek kerja sama yang luas dari aplikasi ini ke depannya akan seperti apa.

4. Membuat perjanjian untuk tidak saling bersaing

Sebuah perjanjian tanpa saling bersaing pada dasarnya bertujuan untuk menjaga orang agar tidak membocorkan rahasia ke pesaing. Perjanjian ini pada dasarnya bertujuan untuk menahan diri developer dan tenaga profesional lain agar tidak bekerja di tempat lain atau kompetitor selama masih menjalani proyek di tempat Anda.

Cara ini mungkin menjadi sebuah tantangan bagi Anda untuk menemukan pengembang terkemuka yang bersedia menandatangani perjanjian tersebut. Tapi dengan kompensasi dan motivasi yang tepat, Anda harus dapat melakukan ini.

5. Buat hak cipta

Hak cipta atau copyright merupakan istilah yang digunakan untuk melindungi kekayaan intelektual dari penciptanya. Dalam konteksi ini, Anda membuat hak cipta untuk melindungi ide, mulai dari segi user interface (UI) hingga unsur kode aplikasi mobile.

Keuntungan dari copyright aplikasi mobile bagi Anda adalah biaya yang tidak semahal melakukan alternatif lainnya, sekaligus memberikan perlindungan dasar dari kompetitor.

6. Memilih cap dagang

Cap dagang atau trademarking membantu Anda dalam membatasi kompetitor menggunakan simbol, lambang, dan kata-kata yang terkait dengan aplikasi atau layanan Anda. Selain itu lewat membuat cap dagang juga bisa diterapkan untuk semua fitur dan layanan yang aplikasi Anda sediakan guna mencegah kompetitor mengambil rute yang sama.

Hal ini dilakukan Truecaller, WhatsApp, Angry Birds, Pokemon Go, dan Candy Crush. Aplikasi tersebut sudah diakui oleh semua orang, hanya dengan warna, jenis huruf, dan logo saja orang dapat mengenalinya.

7. Menerapkan hak paten

Membuat hak paten adalah bentuk kuat dari perlindungan kekayaan intelektual karena meliputi perlindungan fungsi aplikasi Anda terhadap pengembang independen. Memperoleh hak paten butuh proses yang lama nan panjang karena butuh proses pemeriksaan secara menyeluruh. Hal tersebut jadi sinyal yang baik untuk Anda agar memproses hak paten sedari awal sebelum diungkap ke publik.

Previous Story

DStour #23: Menikmati Nuansa Bhinneka Tunggal Ika di Kantor Bhinneka

Next Story

Lego Hadirkan Jejaring Sosial untuk Anak, Jadi Tempat Pamer Kreasi Lego

Latest from Blog

Don't Miss

Belajar Mobile Photography, Kiat Memotret dengan Kamera Smartphone

Belajar Mobile Photography, Kiat Memotret dengan Kamera Smartphone

Mobile photography adalah salah satu skill penting yang perlu dikuasai

Tips Streetphotography dengan Ponsel 

Kami berbincang dengan mentor dari acara workshop foto Hybrid tentang