[TrendForce] Lonjakan Harga Memori akan Menekan Industri Smartphone 2026

1 min read
February 12, 2026
[TrendForce] Lonjakan Harga Memori akan Menekan Industri Smartphone 2026

Lonjakan harga chip memori yang tengah berlangsung berpotensi membuat pengiriman smartphone global anjlok pada tahun 2026. Menurut proyeksi terbaru TrendForce, pasar smartphone bisa mencatat penurunan sekitar 10% year-on-year, sekitar 1,135 miliar unit untuk keseluruhan tahun.

Dalam skenario terburuk, kontraksi bahkan bisa mencapai 15% atau sekitar 1,061 miliar unit. Meskipun 2025 bukan tahun yang benar-benar gemilang bagi industri smartphone, pasar tetap mampu menutup periode tersebut dengan pertumbuhan tipis sekitar 2%, dengan total pengiriman berada di kisaran 1,24–1,26 miliar unit secara global.

Namun memasuki 2026, situasinya diperkirakan akan berbeda. Tekanan biaya komponen terutama lonjakan harga memori, hampir pasti mendorong kenaikan rata-rata harga jual (ASP) smartphone.

Smartphone 2026 Terancam Lebih Mahal dan Lebih Sedikit

TrendForce mencatat bahwa komponen memori yang sebelumnya hanya menyumbang sekitar 10–15% dari bill of materials (BOM) pada smartphone. Kini, diperkirakan melonjak menjadi 30–40%.

Contohnya, kontrak untuk konfigurasi mainstream 8GB/256GB di kuartal pertama 2026 dilaporkan naik hampir 200% YoY. Nyaris tiga kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kenaikan biaya komponen sebesar ini membuat banyak produsen terpaksa mempertimbangkan kenaikan harga jual akhir. Atau memangkas produksi untuk menjaga margin.

Meski begitu, efek dari kenaikan harga memori tidak merata untuk tiap produsen. Samsung misalnya, lebih diuntungkan oleh integrasi vertikal dan perannya sebagai pemasok memori besar, sehingga relatif lebih mampu menyerap kenaikan biaya. Walaupun volume keseluruhan tetap diperkirakan turun akibat kondisi pasar yang melemah.

Apple juga berada dalam posisi lebih kuat karena porsi model premium yang tinggi dan basis pelanggan yang relatif toleran terhadap kenaikan harga. Produsen dari Tiongkok seperti Xiaomi dan Transsion yang bergantung pada segmen entry-level lebih rentan, pasar mereka sangat sensitif harga sehingga ruang untuk meneruskan kenaikan biaya ke konsumen terbatas dan berisiko menurunkan produksi signifikan jika harga memori tetap tinggi.

Sementara itu, vivo, OPPO, Xiaomi, Honor yang fokus besar di pasar Tiongkok akan menghadapi tekanan persaingan tambahan dari Huawei, yang mengembangkan ekosistem HarmonyOS dan menerapkan strategi harga yang fleksibel.

Dengan loyalitas merek yang kuat di domestik, Huawei berpotensi menekan pangsa pasar merek lokal lainnya. TrendForce bahkan memperkirakan Huawei bisa mengalami koreksi produksi paling kecil, atau bahkan tumbuh relatif terhadap tren pasar.

TrendForce menekankan bahwa meski pemicu langsung saat ini adalah kenaikan harga memori, ada faktor struktural yang lebih dalam. Fitur smartphone masa kini sudah memenuhi kebutuhan harian banyak konsumen, sehingga siklus penggantian perangkat memanjang dan insentif untuk upgrade melemah. Artinya, bahkan jika harga memori mereda nanti, perubahan struktural dalam permintaan ini kemungkinan besar tidak akan cepat berbalik.

Intinya 2026 berpotensi menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri smartphone, bukan hanya karena biaya komponen yang melonjak, tetapi juga karena perubahan perilaku konsumen yang membuat pasar lebih sensitif terhadap kenaikan harga. Produsen perlu menyesuaikan portofolio produk, strategi harga, dan struktur biaya untuk menghadapi tekanan ini.

Sumber: GSMArena

OPPO Reno15 Series, Jawaban Smartphone Paket Lengkap untuk Anak Muda
Previous Story

OPPO Reno15 Series, Jawaban Smartphone Paket Lengkap untuk Anak Muda

Latest from Blog

Don't Miss

[Omdia]-Pasar-Smartphone-Global-2025-Tumbuh-Tipis,-2026-Tekanan-Mulai-Terasa

[Omdia] Pasar Smartphone Global 2025 Tumbuh Tipis, 2026 Tekanan Mulai Terasa

Tahun 2025 menjadi periode yang menarik bagi industri smartphone. Pasar
Infinix NOTE Edge 1

Infinix NOTE Edge dan XPAD Edge Masuk Indonesia, Ini Keunggulannya!

Infinix membuka tahun 2026 dengan meluncurkan EDGE Series di Indonesia,