Ekosistem aplikasi keuangan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik (APAC) tengah mengalami pergeseran paradigma. Pertumbuhan bisnis kini tidak lagi bergantung pada kuantitas akuisisi pengguna, melainkan pada retensi dan keterlibatan (engagement) yang lebih bermakna.
Menurut April Tayson, Regional Vice President INSEA Adjust, data dari Finance App Insights Report: 2025 Edition menunjukkan bahwa sesi penggunaan aplikasi di kawasan ini meningkat 35% pada paruh pertama 2025, meskipun tingkat instalasi secara keseluruhan mengalami penurunan.
Pergeseran dari Kuantitas ke Kualitas
Pasar yang semakin matang membuat pengguna lebih selektif dalam memilih platform pengelolaan uang. Di Indonesia, tren ini sangat terlihat pada aplikasi trading dan investasi seperti Gotrade. Pengguna kini memprioritaskan transparansi, keamanan, dan kemudahan penggunaan sebelum melakukan deposit pertama.
Fokus pemasaran kini bergeser pada pengguna dengan niat kuat (high-intent), dengan parameter keberhasilan sebagai berikut:
-
Penyelesaian Verifikasi KYC: Keberhasilan pengguna melewati tahap Know-Your-Customer.
-
Aktivitas Pendanaan: Pengguna yang mendanai akun mereka secara aktif.
-
Nilai Jangka Panjang: Memilih kanal yang mendatangkan pengguna aktif berkelanjutan dibandingkan sekadar mengejar trafik murah. Saat ini, rata-rata Cost Per Install (CPI) aplikasi keuangan di APAC berada di angka US$0,51.
Optimalisasi Funnel dan Analitik Data
Untuk mengukur pertumbuhan secara akurat, platform keuangan mulai menerapkan visibilitas funnel yang lebih mendalam melalui pendekatan multi-touch. Hal ini memungkinkan tim pemasaran mengidentifikasi titik mana yang paling berpengaruh terhadap pendapatan, mulai dari registrasi hingga transaksi pertama.
Strategi pengambilan keputusan berbasis data kini melibatkan:
-
Pipeline Data Terpusat: Menggabungkan atribusi berbasis event dengan sistem analitik canggih dan alat visualisasi.
-
Pengukuran ROAS dan Payback Period: Memungkinkan tim merespons perubahan tren secara real-time.
-
Sinkronisasi Data: Selisih antara data Mobile Measurement Partner (MMP) dan backend internal dalam rentang 5–10% dianggap normal, selama kerangka pengukuran tetap stabil dan konsisten.
Keamanan sebagai Fondasi Kepercayaan
Aplikasi keuangan menghadapi risiko penipuan (fraud) yang lebih tinggi dibanding sektor lainnya. Oleh karena itu, langkah perlindungan seperti pemeriksaan instalasi mencurigakan dan aturan penandatanganan yang ketat menjadi krusial untuk menjaga integritas data. Data yang bersih dan andal adalah kunci utama dalam menentukan alokasi anggaran dan optimasi kampanye yang akurat.
Kesimpulan bagi Pemasar
Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kunci kesuksesan jangka panjang aplikasi finansial terletak pada pemahaman mendalam mengenai perilaku pengguna pasca-onboarding. Penggunaan analisis funnel waktu nyata membantu pemimpin pasar mengidentifikasi hambatan dalam perjalanan pengguna secara lebih cepat. Transparansi dan pengukuran yang presisi akan menjadi pembeda strategis dalam menghadapi regulasi baru dan ekspektasi pengguna yang semakin tinggi di tahun 2026.
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.