Esports Ecosystem

ThePrime Esports Jadi Organisasi Berikutnya yang Melepas Divisi Dota 2

30 Apr 2019 | Akbar Priono
Setelah RRQ, kini ThePrime Esports jadi organisasi esports lain yang lepas tim divisi dota 2

Beberapa hari belakangan bisa dibilang sebagai hari yang kelam bagi para penggemar Dota 2 di Indonesia. Hal ini dimulai saat Rex Regum Qeon, organisasi esports yang lahir dari game Dota, pada akhirnya membubarkan divisi paling ikonik dari organisasi tersebut. Ternyata berita dari RRQ baru merupakan permulaan saja.

Sumber: ThePrime official Media
Sumber: ThePrime Esports official Media

Setelah RRQ, kini ThePrime Esports ternyata turut melakukan keputusan berat tersebut. Seperti RRQ, ThePrime Esports juga bermula dari Dota 2. Namun dengan berat hati, mereka kini harus merelakan divisi Dota 2 miliknya yang terakhir kali beranggotakan: Azam “Nafari” Aljabar, Ario “Panda” Susilo Putra, Rizki “Varizh”, dan Baringin “BFL” Ferdinan Liberti.

Terkait pembubaran ini, Hybrid mencoba menghubungi Anton Sarwono selaku General ManagerThePrime Esports. Soal alasan pembubaran, jawaban Anton ternyata senada dengan apa yang terjadi pada RRQ. “Alasannya kurang lebih sama dengan teman-teman dari tim lain. Kami kesulitan mencari pemain untuk menggantikan kekosongan di roster kami. Kami sudah mencoba trial beberapa pemain muda. Ada yang bagus, tapi sayangnya mereka masih sibuk sekolah atau kuliah di daerah masing-masing.” Jawab Anton kepada Hybrid.

Soal regenerasi atlet dalam ekosistem esports, bisa dibilang sebagai salah satu isu yang selama ini jarang diungkit ataupun mencoba dicari solusinya. Senior editor Hybrid, Yabes Elia, sempat membicarakan hal ini bersama Yohannes Siagian, VP EVOS Esports. Dalam bahasan tersebut, Joey (Sapaan akrab Yohannes Siagian) mengatakan bahwa ada beberapa faktor penyebab fenomena ini. Salah satu pendapat yang patut dicatat adalah, kebanyakan investasi terhadap ekosistem esports yang bersifat jangka pendek.

 

Lebih lanjut, saya lalu mempertanyakan soal masa depan organisasi ThePrime Esports setelah meninggalkan divisi Dota 2. Divis apa yang akan jadi divisi andalan ThePrime Esports selanjutnya? Akankah ThePrime comeback ke kancah kompetitif Dota. Bicara soal divisi andalan, Anton mengatakan bahwa kini fokus mereka kepada beberapa game FPS, yang memang ThePrime Esports cukup unggul di sana. “Karena divisi Dota kini saya bilang ‘vakum’, maka kita bakal fokus kepada beberapa divisi unggulan kami, seperti Point Blank, PUBG PC, dan PUBG Mobile.

Anton menggunakan kata vakum untuk bicara soal divisi Dota 2. Hal ini sebenarnya terkait dengan jawaban berikut darinya. “Kalau soal comeback, jawabannya adalah tentu saja. Identitas organisasi kami adalah Dota 2 dan kami sangat cinta dengan game Dota 2.” jawab Anton.

Sumber: ThePrime Official Media
Sumber: ThePrime Esports Official Media

Seperti yang Anton sudah sebutkan, identitas ThePrime Esports selama ini memang divisi Dota 2. Selama ini divisi Dota 2 ThePrime Esports terkenal sebagai pencetak pemain-pemain Dota 2 terbaik pada masanya. Pemain seperti Muhammad “InYourDream” Rizky, atau “Rusman” Hadi adalah beberapa pemain Dota 2 berbakat yang dibibit dari ThePrime itu sendiri.

Lagi-lagi, seperti apa yang saya sebut saat membahas RRQ, apa mau dikata. Mengingat jumlah kompetisi Dota 2 lokal yang sudah semakin jarang, saya berpikir, ini adalah langkah yang masuk akal bagi beberapa organisasi esports di Indonesia. Harapannya adalah, semoga ekosistem Dota 2 bisa membaik di masa depan nantinya. Saya cukup yakin, kalau ekosistem Dota 2 lokal membaik, nama-nama seperti ThePrime Esports atau RRQ pasti akan membangun ulang divisi Dota 2 miliknya.