Dark
Light

Dua Tahun Berselang, OLX Kembali Tampil dengan Wajah Baru

1 min read
October 24, 2019
Director of Growth and Partnership OLX Indonesia Agung Iskandar (kiri) dan President OLX Indonesia Director Johan Nel (kanan) memperkenalkan tampilan baru OLX.

OLX Indonesia kembali meluncurkan desain baru untuk platform mereka, termasuk logo baru perusahaan. Ini merupakan kedua kalinya situs jual beli tersebut tampil dengan wajah baru dalam dua tahun terakhir.

“Bagi kami ini adalah proses berkelanjutan, kami enggak akan berhenti (berinovasi) dan akan terus improve bagaimana caranya memberikan yang terbaik untuk pengguna. Kalau jawabannya ganti platform, kita akan ganti platform,” ujar Presiden Direktur OLX Indonesia Johan Nel.

Selain wajah baru aplikasi dan situs web mereka, OLX menghadirkan sejumlah fitur anyar bagi penggunanya. Di antaranya opsi menyembunyikan nomor telepon untuk penjual, voice chat untuk mempermudah percakapan penjual-pembeli, hingga memperbanyak slot foto produk menjadi 20 buah.

Tampilan dan sejumlah fitur anyar itu sejatinya sudah bergulir ke pengguna secara bertahap sejak Agustus 2019 lalu.

“Kami juga mengharuskan calon pembeli untuk login sebelum memakai fitur chat,” ucap Director of Growth & Partnership OLX Indonesia Agung Iskandar.

GMV capai 49 triliun Rupiah

Beroperasi sejak 2007, OLX yang dulunya bernama Tokobagus ini sekarang punya sekitar 3,9 juta iklan baru tiap bulan, 700 ribu penjual, 3,6 juta pembeli aktif, dan rata-rata pengunjung mencapai 20 juta per bulan. Agung menegaskan bahwa platform mereka masih menjadi rujukan bagi penjual pribadi, untuk menjual barang bekas yang sudah tak terpakai.

Produk elektronik, otomotif, dan properti masih jadi tiga kategori favorit di OLX. Agung pun dengan percaya diri mengatakan Gross Merhandise Value (GMV) mereka telah mencapai 49 triliun Rupiah per bulan. Kategori properti menyumbang 29 triliun Rupiah dari raihan tersebut.

“Dalam sebulan kurang lebih nilai transaksi di OLX sekitar 49 triliun Rupiah, itu hasil gabungan semua kategori,” tutur Agung.

Pertimbangkan opsi pembayaran digital

OLX mengaku tak punya target angka untuk bisnis mereka. Mereka mengklaim memakai kepuasan konsumen sebagai indikator kesuksesan.

Salah satu rencana untuk meningkatkan kepuasan konsumen dengan menghadirkan fitur pembayaran digital. Agung mengakui pihaknya sedang mempertimbangkan hal itu. Namun sejumlah alasan membuat mereka tak ingin terburu-buru memutuskan apakah segera membawa opsi pembayaran digital atau tidak.

“Kita sedang studi lebih dalam ke user kita apakah itu sesuatu yang perlu atau sekadar nice to have saja. Karena kita tahu perbedaan terbesarnya adalah kita (menjual) barang-barang bekas. Kedua, barang-barang kita bernilai besar seperti mobil, properti, dan furnitur,” jelas Agung.

Kendati demikian, Agung menyebut pihaknya masih menjalankan sejumlah studi sehingga ia tak bisa memastikan kapan opsi pembayaran digital dapat diimplementasi di platform mereka.

Sejak berdiri pada 2006, OLX dikenal sebagai platform iklan baris terbesar di Indonesia. Tampilan baru ini menjadi yang kedua kali dilakukan oleh OLX dalam dua tahun terakhir. Tampilan baru kali ini meliputi logo baru, antarmuka baru, dan sejumlah fitur anyar.

Application Information Will Show Up Here
Previous Story

Tempuh Jalur Damai, Rick Fox Akhirnya Putuskan Pergi dari Echo Fox

Next Story

Jadi Pemilik Saham Mayoritas Konsorsium Luxembourg, Tencent Pegang Kendali Atas Supercell

Latest from Blog

Don't Miss

Lamudi.co.id mengumumkan telah melakukan akuisisi terhadap unit bisnis properti OLX bertujuan menjadi pemain proptech terdepan di Indonesia

Lamudi.co.id Akuisisi Bisnis Properti OLX Indonesia

Lamudi.co.id mengumumkan akuisisi bisnis properti OLX Indonesia. Mulai awal tahun
Startup fintech lending KlikACC mengumumkan rebranding menjadi KlikA2C (access to credit) untuk mempertegas komitmen perusahaan dalam memberikan akses kredit produktif UMKM

Startup Fintech Lending KlikACC Lakukan “Rebrand”, Pertegas Komitmen ke Sektor Produktif

Startup fintech lending KlikACC mengumumkan rebranding menjadi KlikA2C (access to