Esports Ecosystem

Tak Terduga, Rex Regum Qeon Membubarkan Divisi Dota 2

25 Apr 2019 | Akbar Priono
Setelah beberapa pertimbangan, RRQ terpaksa berpisah jalan dengan Yabyoo, R7, Acil, dan Rusman

Sore ini, (25 April 2019) berita mengejutkan datang dari salah satu pionir organisasi esports di Indonesia. Tim Rex Regum Qeon, baru-baru ini mengumumkan melepas divisi Dota 2 lewat kanal media sosial instagram. Dalam postingan tersebut, sama sekali tak ada sedikitpun penjelasan soal alasan pelepasan divisi tersebut.

Dalam caption hanya tertulis bentuk terima kasih manajemen Rex Regum Qeon, atas semua perjuangan yang telah diberikan divisi Dota 2 selama ini. Terakhir kali, tim Dota 2 Rex Regum Qeon ini beranggotakan “Rusman” Hadi, Yusuf “Yabyoo” Kurniawan, Rivaldi “R7” Fatah, dan Adi Syofian “Acil” Asyauri.

RRQ bubar Dota #1
Sumber: Instagram @teamrrq

Berita pembubaran ini jadi mengejutkan, karena mengingat tim Rex Regum Qeon yang lahir dan berkembang bersama dengan scene Dota 2 di Indonesia. Sebelum BOOM.ID menjadi buah bibir di kalangan penikmat esports Dota 2, Rex Regum Qeon bisa dibilang adalah raja pertama yang menduduki tahta tim terkuat di kancah kompetitif Dota 2 Indonesia.

Mengutip Dota 2 Liquidpedia, awal mula sejarah panjang organisasi Rex Regum Qeon adalah kompetisi Asian Cyber Games 2013. Dalam kompetisi tingkat Asia tersebut, salah satu roster terkuat Dota 2 Indonesia bertanding, yang menjadi cikal bakal dari Rex Regum Qeon. Jajaran pemain mengikuti kompetisi tersebut adalah, Farand “Koala” Kowara, Azam “Nafari” Aljabar, Ritter, Rene “Minerva” Michael Halim, dan Gehenna.

Walau meraih hasil yang kurang maksimal, namun momen tersebut menjadi momen yang patut diingat dari sejarah esports Dota 2 di Indonesia. Hal tersebut mengingat turnamen tersebut yang melahirkan RRQ. Sejak saat itu, kancah Dota 2 jadi melekat dengan organisasi esports yang punya arti nama King of Kings ini. Namun sejak tahun 2017, prestasi RRQ Dota 2 mulai berangsur menurun.

Berkali-kali mereka harus puas berhenti di posisi 10 besar, walau masih sempat menjadi runner-up dan peringkat ketiga di beberapa turnamen. Terakhir kali mereka harus puas berada di peringkat 6 dalam gelaran ESL Indonesia Championship 2019, yang dimenangkan oleh BOOM.ID.

Terkait pelepasan divisi Dota 2 ini, redaksi Hybrid.co.id mencoba menghubungi Wilbert Marco selaku Head of Team Manager Rex Regum Qeon. “Mungkin berita ini agak mengejutkan bagi para penggemar esports di Indonesia ya, tapi keputusan ini sebetulnya sudah dipikirkan masak-masak oleh pihak manajemen dari sebelum-sebelumnya.” jawab Marco menjelaskan.

Sumber: Dokumentasi RRQ - Wilbert Marco
RRQ saat GESC Indonesia Dota 2 Minor 2018. Sumber: Dokumentasi RRQ – Wilbert Marco

“Kalau soal alasan, salah satunya alasannya adalah karena manajemen kami kesulitan mencari pemain yang cocok, untuk melengkapi line-up agar dapat bersaing dengan tim-tim lain. Hal ini juga mengingat pemain Dota 2 di Indonesia yang kini sudah semakin sedikit.” Marco melanjutkan soal alasan pembubaran divisi Dota 2 Rex Regum Qeon.

Kalau permasalahaannya adalah soal talent pool Dota 2 di Indonesia, bagaimana dengan mencoba menarik pemain dari luar negeri? Marco menjawab seraya mencoba mengingatkan, bahwa RRQ sebelumnya pernah mendatangkan Bokerino dan Xrag dari Filipina. Namun percobaan tersebut ternyata tidak berbuah baik. “Sayangnya kehadiran mereka memunculkan beberapa kendala, seperti bahasa, visa, dan lain sebagainya” Jawab Marco lebih lanjut.

Pembubaran ini mungkin bisa dibilang sebagai kekecewaan terbesar bagi fans esports di Indonesia, setidaknya bagi saya sendiri yang masih menganggap RRQ sebagai salah satu pionir dalam sceneesports Dota 2 Indonesia. Tapi apa mau dikata jika itu memang jalannya. Good luck bagi Yabyoo dan kawan-kawan, good luck juga untuk RRQ. Semoga ini menjadi keputusan terbaik bagi kedua belah pihak, #VivaRRQ!