Esports Ecosystem

Tak Bayar Pemain, Galatasaray Esports Dilarang Berlaga di Turnamen League of Legends Turki

30 Dec 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Larangan untuk bermain untuk Galatasaray Esports masih bersifat sementara

Riot Games melarang Galatasaray Esports bertanding di Turkish Championship League (TCL) Winter Split 2020 karena organisasi esports itu tidak membayar gaji para pemain dan staf mereka. Pemain League of Legends Galatasaray Esports mengatakan bahwa mereka telah tidak menerima gaji selama beberapa bulan.

Galatasaray diketahui tidak membayar pemainnya ketika mid laner Lee “GBM” Chang-seok membuat tweet pada awal Desember, mengklaim bahwa dia tidak mendapatkan bayaran selama berbulan-bulan. Kepada Inven Global, dia mengaku bahwa dia bukan satu-satunya pemain Galatasaray yang belum mendapatkan gaji. Ketika ditanya mengapa masalah ini terjadi, GBM menjawab, “Pertama, para pemain esports masih muda, jadi mereka tidak punya referensi. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, dan jika mereka membawa masalah ini ke pengadilan, kemungkinan besar, mereka tidak akan mendapatkan apapun.”

Lee “GBM” Chang-seok. | Sumber; Riot Games
Lee “GBM” Chang-seok. | Sumber: Riot Games

Riot lalu menyelidiki klaim ini, menurut laporan Forbes. Hasilnya, mereka memutuskan untuk melarang Galatasaray berkompetisi di turnamen TCL Winter Split. Dengan begitu, kontrak untuk pemain dan pelatih untuk tahun 2020 bisa diakhiri. Saat ini, masih belum diketahui apakah larangan bermain ini akan bersifat permanen. Jika Galatasaray memenuhi saran Riot dalam menyelesaikan masalah tersebut, mereka mungkin akan diizinkan untuk kembali berlaga di Turkish Championship League. Jika tidak, Galatasaray mungkin akan dilarang untuk bertanding selamanya. Namun, meskipun Riot mengizinkan Galatasaray untuk kembali bertanding di TCL, tidak ada jaminan bahwa para pemain dan staf bersedia untuk bekerja pada organisasi esports tersebut.

Galatasaray adalah salah satu tim terbaik di Turkish Championship League. Pada Winter dan Summer Split tahun ini, mereka selalu berhasil masuk ke babak semi final dan keluar sebagai juara tiga atau juara empat. Sepanjang musim, tim Galatasaray juga dapat membuat performa mereka tetap konsisten. Sayangnya, dengan adanya skandal ini berarti, mereka tidak bisa melanjutkan kesuksesan mereka.

Larangan bermain untuk Galatasaray menyebabkan Liga Turki kehilangan satu tim. Biasanya, ada 10 tim yang berlaga dalam turnamen tersebut. Kali ini, tampaknya hanya akan ada 9 tim yang bertanding. Namun, sampai sekarang, Riot belum memberikan penjelasan terkait penyesuaian apa yang akan mereka lakukan dalam liga di Turki tersebut.