Sony Bersiap Memasuki Bisnis Drone Lewat Proyek Bernama Airpeak

1 min read
November 10, 2020

Sony sedang bersiap untuk memasuki bisnis drone. Demikianlah kesimpulan dari siaran pers yang mereka terbitkan terkait sebuah proyek anyar dengan branding Airpeak. Belum diketahui apakah Airpeak bakal menarget segmen consumer atau enterprise (atau dua-duanya), tapi yang pasti Sony sudah punya proyek drone enterprise bernama Aerosense yang merupakan hasil kolaborasinya bersama perusahaan robotik ZMP.

Misi yang ingin Sony capai melalui Airpeak adalah mengakomodasi kebutuhan para pembuat video semaksimal mungkin. Sony mungkin melihat bagaimana sebagian konsumen kamera mirrorless-nya juga punya drone, dan mereka mungkin tertarik untuk ikut mengambil keuntungan dari pasar tersebut.

Sony sejauh ini belum bicara banyak soal Airpeak. Video teaser yang diunggah bahkan hanya menunjukkan tidak lebih dari sebatas rotor drone yang berputar dalam tampilan close-up. Apakah ini berarti ke depannya kita bakal melihat drone bikinan Sony sendiri? Mungkin saja, dan kalau benar, itu berarti mereka harus siap ‘berperang’ melawan DJI, yang bisa dibilang sudah berhasil memonopoli pasar consumer drone.

Produsen kamera yang tertarik menggarap drone-nya sendiri bukanlah berita baru. Di tahun 2016, GoPro sudah lebih dulu melancarkan inisiatif serupa dengan meluncurkan drone bernama Karma. Namun seperti yang kita tahu, GoPro pada akhirnya memutuskan untuk menyerah dan mundur sepenuhnya dari area kekuasaan DJI tersebut.

Tentu saja kisah GoPro itu tidak bisa langsung dijadikan patokan bahwa produsen kamera bakal selalu gagal di bisnis drone, sebab kondisi pasarnya sendiri sudah sangat berbeda dibanding dua atau tiga tahun lalu.

Sebagai brand yang dipercaya oleh kalangan kreator profesional, Sony semestinya bisa menawarkan nilai lebih, seperti misalnya dukungan perekaman dalam mode S-Log, sehingga proses color grading pasca pengambilan gambarnya sama persis dengan kalau menggunakan kamera mirrorless Sony.

Alternatifnya, drone buatan Sony ini mungkin bisa dilengkapi kamera yang lensanya interchangeable, sehingga konsumen setia Sony dapat memanfaatkan koleksi lensa G Master-nya. Tentunya semua ini baru sebatas spekulasi, dan lebih jelasnya baru akan Sony rincikan pada peluncuran resmi Airpeak di musim semi 2021 nanti.

Sumber: Engadget.

Tidak hanya investasi ke startup teknologi, Absolute Confidence juga fokus ke bisnis yang "profitable" dan "scalable"
Previous Story

Lakukan Restrukturisasi Dana Investasi, Aryo Ariotedjo Perkenalkan “Absolute Confidence”

Next Story

Review Catalyst Black: Sensasi Keseruan Pertandingan 10 vs 10

Latest from Blog

Tips Sehat Pakai AC: Atur Suhu Optimal

Di tengah masyarakat, masih banyak beredar mitos bahwa penggunaan air conditioner (AC) dapat memicu penyakit, memperburuk kondisi jantung, hingga membuat tubuh rentan

Don't Miss

Sony-LinkBuds-Clip-Hadir-di-Indonesia,-Harga-3-Jutaan-Punya-Mode-Senyap

Sony LinkBuds Clip Hadir di Indonesia, Harga 3,2 Juta Punya Mode Senyap

Desain in-ear, semi in-ear, atau open-ear, yang mana desain earbud
Sony dan TCL, Kolaborasi Besar yang Bisa Mengubah Wajah TV Bravia

Sony Lepas Bisnis TV ke Joint Venture dengan Menggandeng TCL

Sony dan TCL mengambil langkah yang mengejutkan industri elektronik. Mereka