Dark
Light

Silicon Valley Nasional Harus Didirikan di Lokasi Strategis

2 mins read
October 21, 2015

Silicon Valley Nasional penting sebagai pusat dan penghubung industri keratif digital / Shutterstock

Berkunjung ke “kiblat” industri teknologi Silicon Valley juga masuk ke dalam agenda Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara beberapa waktu mendatang. Dikatakan oleh Rudiantara bahwa kehadirannya ke Silicon Valley nanti untuk menggali inspirasi pengembangan Silicon Valley Nasional. Hal itu penting, karena kemajuan berbagai sektor dengan dukungan teknologi memerlukan sebuah wadah untuk berkembang. Dalam sebuah kesempatan Rudiantara juga menyinggung bahwa untuk Silicon Valley Nasional rencana akan didirikan di Bandung atau Yogyakarta.

Bandung dan Yogyakarta dinilai menjadi gudang generasi muda kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan berbagai terobosan baru berbasis produk IT. Di Bandung, Wali Kota Ridwan Kamil baru-baru ini juga telah melakukan inisiasi pengembangan Bandung Teknopolis di daerah Gedebage sebagai pusat industri teknologi bertanggar. Sedangkan di Yogyakarta, sebagai sebuah kota pelajar didukung ratusan kampus yang ada di sana, memiliki iklim belajar dan membangun yang juga tinggi.

Selain Bandung dan Yogyakarta ada juga beberapa kota lain yang sebenarnya bisa masuk dalam kandidat untuk dijadikan pusat inkubasi nasional, yaitu Denpasar, Makassar, Bogor dan juga Surabaya. Kota-kota tersebut memiliki berbagai aspek yang dapat dipadu-padankan untuk pengembangan binsis digital dan UKM. Lalu apa saja yang sebenarnya harus dipertimbangkan dalam memilih pusat inkubasi nasional?

Aspek sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu hal penting. Industri teknologi berkembang dari peranan pemuda dan komunitas yang mau berinovasi dengan teknologi terbarukan. Teknologi adalah sebuah hal yang dinamis, perubahannya begitu cepat, dan dibutuhkan penyesuaian yang sigap oleh pelakunya, maka SDM muda yang handal perlu diperhitungkan. Aspek kedua ialah dari sisi bisnis, bagaimana rantai bisnis berjalan di daerah tersebut. Kemudahan masuknya investasi akan mendorong perkembangan bisnis yang ada.

Yang tak kalah penting juga dukungan masyarakat dan regulasi lokal terkait dengan hal ini. Terkait bagaimana mereka menyiratkan keterbukaan terhadap invoasi dan hal-hal baru. Saat ini Wali Kota Bandung dan Bogor yang baru “terlihat” sangat aware terhadap sektor “pemuda” ini. Namun yang paling penting adanya Silicon Valley Nasional bukan berarti inovasi hanya terpusat di daerah tertentu saja, di mana pun tempatnya justru harus bisa menjadi jembatan dan menghubungkan industri dan inovasi dengan inovator di daerah seluruh Indonesia.

Menghubungkan startup lokal dengan dunia internasional

Selain agenda kunjungan, Rudiantara juga mengatakan bahwa pihaknya bakal memboyong dan menjalin hubungan dengan established startup di Silicon Valley untuk startup lokal. Dalam kesempatan kunjungannya, untuk memberikan dampak yang lebih luas, pegiat industri digital nasional seperti CEO Go-Jek Nadiem Makarim, CTO Kaskus Andrew Dawis, CEO Traveloka Ferry Unardi dan CEO Tokopedia William Tanuwidjaya akan diajak bersama Menkominfo.

Berdirinya Silicon Valley Nasional memang menjadi salah satu mimpi besar untuk menghidupkan sektor kreatif di bidang digital, begitu juga yang diyakini Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Diawali mengembangkan pusat inkubasi industri digital, diharapkan akan menjalar ke berbagai sektor lain yang dapat dikembangkan menjadi sebuah binsis mandiri, khususnya untuk kalangan muda.

Hal tersebut akan didukung dengan kebijakan Menristek yang akan mewajibkan setiap universitas untuk memiliki fokus pembelajaran. Natsir mencontohkan misal IPB akan fokus di pertanian, ITB di bidang teknik, UGM di bidang digital life science hingga UNDIP untuk pengembangan smart city.

Adanya pusat kreatif yang terpusat, selain memudahkan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan, juga memberikan kemudahan berbagai pihak, termasuk pihak internasional untuk bersinggah. Investasi untuk industri ini terus mengalir, yang diperlukan saat ini adalah bagaimana cara menunjukkan bahwa punggawa kreatif lokal mampu menciptakan inovasi yang dapat memberikan dampak kepada dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

3 Kamera 360 Derajat Berukuran Compact

Next Story

Apa Itu Android, Sejarah dan Versi-versinya?

Latest from Blog

Don't Miss

Several Findings on the Merah Putih Fund

The government recently announced the “Akselerasi Generasi Digital”, a collaborative
Merah Putih Fund

Hal-Hal yang Perlu Diketahui tentang Merah Putih Fund

Pemerintah mengumumkan inisiatif “Akselerasi Generasi Digital”, sebuah gerakan kolaboratif untuk