Dark
Light

Setelah 1,5 Tahun, Browser Khusus iPad, Opera Coast Akhirnya Resmi Dirilis

1 min read
September 10, 2013

OS Android barangkali menjadi platform mobile yang memiliki paling banyak pilihan aplikasi browser, dan Opera juga salah satu aplikasi peramban terpopuler di Google Play. Di Indonesia sendiri pengguna Opera Mini merupakan yang terbesar kedua di dunia dengan angka pertumbuhan mencapai 46% per Juli 2013 lalu.

Selain tersedia banyak pilihan, platform Android juga mendapatkan update lebih sering ketimbang sistem operasi lain, terlebih untuk pengguna iOS – iPad. Dapat dikatakan sejak munculnya aplikasi Mosaic nyaris tidak ada perubahan terbaru untuk peramban yang dikhususkan bagi penggunaan tablet, sementara perangkat tablet terus berkembang. Seperti yang dikatakan Huib Kleinhout – pemimpin proyek dari Coast pada TechCrunch, kondisi inilah yang kemudian mendorong Opera untuk memulai proyek aplikasi baru khusus (dioptimasi) untuk perangkat iPad.

1,5 tahun adalah waktu yang dibutuhkan oleh tim pengembang Opera untuk benar-benar membawa proyek ini ke dunia nyata, dan semalam waktu Indonesia adalah momen bersejarah saat Opera secara resmi meluncurkan Opera Coast ke App Store untuk perangkat Apple iPad.

Sobat pembaca setia TRL pastinya penasaran seperti apa sih rupa aplikasi Opera Coast ini dan apa perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan Opera Mobile.

Hal pertama yang mengusik benak sobat termasuk saya pastinya tampilan tatap muka Opera Coast, meski tak bisa mencoba secara langsung tetapi dari gambar di atas bisa kita lihat tampilan Coast sangat sederhana dalam artian bukan seadanya tetapi lebih menonjolkan sisi dukungan gerakan tangan, hingga di layar depan yang terlihat hanya tombol Home pada bagian bawah dan sebuah tombol kecil di sudut kanan bawah layar aplikasi yang memuat daftar situs yang baru saja dikunjungi.

Hampir seluruh fungsi di dalam aplikasi dikendalikan oleh gerakan tangan misalnya untuk kembali ke halaman sebelumnya atau ke halaman selanjutnya cukup dengan menggeser tangan ke kiri atau ke kanan.

Di sisi utama layar tatap muka sobat bisa temukan potongan menu yang menyerupai tampilan homescreen-nya iOS yang memberikan informasi situs-situs yang paling sering dikunjungi, jadi bukan berisi ikon bookmark. Di atas ikon tersebut kita bisa temukan sebuah kotak pencarian dengan latar berwarna putih yang memiliki fungsi ganda sebagai kotak input alamat situs .

Sesederhana itukah tampilan Opera Coast? Meragukan?

Pihak Opera mengatakan bahwa tim pengembang mencari tahu bagaimana cara untuk menjaga agar pengguna tetap aman saat menjelajah internet tanpa harus mengevaluasi sendiri dari berbagai ikon di kotak URL, dan memutuskan untuk menambahkan peringatan keamanan saat mendeteksi akses ke situs yang tidak aman. Perlu juga sobat ketahui bahwa Opera Coast tidak memiliki fitur kotak URL yang biasa kita temukan di aplikasi browser pada umumnya.

Masih ada pertanyaan di benak sobat? Barangkali kita punya pemikiran yang sama, kira-kira kapan Opera Coast akan tersedia di Android? Sepertinya tidak untuk waktu dekat ini, yang ingin mencoba Coast silahkan ke App Store.

Sumber berita TechCrunch dan gambar header CoastbyOpera.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Foto Nokia ‘Bandit’ Kembali Muncul

Next Story

Jarvis Store Permudah UKM Buka dan Kelola Toko Online

Latest from Blog

Don't Miss

Apple-iPad-Final-Cut-Pro

Apple Akhirnya Membawa Aplikasi Final Cut Pro dan Logic Pro Ke iPad

Apple akhirnya membawa aplikasi pengeditan video dan audio profesional buatannya
Integrasi AI pembuat gambar pada Microsoft Edge

Microsoft Edge Kini Dilengkapi Sistem AI Pembuat Gambar

Microsoft terus menyematkan kecanggihan AI ke berbagai produknya. Februari lalu,