Esports Ecosystem

Sepetik Cerita Divisi Terbaru Go-Jek untuk eSports “Go-Live”

21 Aug 2018 | Marsya Nabila
Belum meresmikan kehadiran namun pernah mengadakan kompetisi eSports di Jakarta

Bisnis vertikal Go-Jek semakin lintas batas dengan kehadiran Go-Live, divisi terbarunya. Belum banyak detil yang bisa dipaparkan dari divisi ini, namun secara garis besar Go-Live akan jadi vertikal yang khusus menangani industri eSports dan live event experience entah itu berbentuk festival musik, atau lainnya di Indonesia.

Hal inilah yang melatarbelakangi disponsorinya event bersama Metrodata untuk mengadakan Indonesia Game Xperience (IGX) pada Juli 2018 di Jakarta. Event tersebut menjadi ajang menemukan atlet eSport dan memperkenalkan ke dunia gaming skala internasional.

Dalam blog internal Go-Jek, berdasarkan penuturan Head of e-Gaming Go-Live Rudolph Karundeng (Rudi), Go-Live merupakan cara Go-Jek untuk menangkap potensi eSports di Indonesia. Dari berbagai hasil riset yang ia kumpulkan, tercatat pada tahun lalu Indonesia memiliki 43,7 juga gamers. Artinya angka besar ini menjadi potensi bisnis yang begitu gurih untuk diseriusi.

Bertahun-tahun lalu, eSports adalah komunitas gamer video yang dapat berkumpul di konferensi besar, memainkan game Country Strike, Call of Duty, atau League of Legends.

Sat ini Go-Live hadir untuk men-disrupt dunia turnamen dan kompetisi game dengan tujuan menyediakan tempat bagi pengguna Go-Jek dan non Go-Jek untuk berbaur dalam perayaan eSports. Entah itu berbentuk festival, konser musik, e-sport, dan acara olahraga dengan sedikit nuansa Go-Jek di dalamnya.

Dalam konteks eSports, hal ini berarti melampaui kompetisi konvensional dengan memasukkan tambahan unsur kuliner, VR, dan AR. Sebuah festival yang tidak hanya menghibur tetapi mendidik, dan manfaat lainnya yang disadari atau tidak disadari. Intinya bukan sekadar acara eSports kebanyakan.

Rekrut penggemar game

Rudi sebelumnya adalah seorang bankir dan pernah berkecimpung di dunia logistik. Dia pun adalah gamers sejati, sudah memiliki passion di bidang tersebut sejak kecil. Dota, Counter Strike Go, Mobile Legends, Walking Dead Fortnite, PUBGM, Tekken dan South Park adalah beberapa game favorit yang dia mainkan.

Menurutnya, video game itu mewakili puncak teknologi, selaras dengan permainan yang maju dalam grafis, kecepatan pemrosesan, perhitungan kode fisika dalam dunia game, telah mendorong teknologi untuk memenuhi tuntutan tersebut lewat graphic cards, motherboard, monitor, keyboard, mouse, suara, sampai processor.

“Ini menunjukkan inovasi sebagai bentuk seni yang terperinci dari dunia game, hingga alur ceri berseni. Ini yang membuat saya bersemangat,” ujar Rudi.

Karena kecintaannya pada game sejak kecil, membuat Rudi berani banting setir untuk terjun memimpin Go-Live. Terhitung Rudi telah bergabung di Go-Live sejak enam bulan.

Menurutnya Go-Jek memiliki pengaruh yang sangat luas di Indonesia. Semua orang tahu apa itu Go-Jek. Jadi ketika ada unsur eSports dan ditambahkan dengan merek Go-Jek, ada keyakinan penuh pasti eSports bakal tumbuh semakin besar di Indonesia.

“Makanya saya pikir akan sangat keren bila saya benar-benar dapat berpartisipasi dan mencoba mengembangkan industri eSports di Indonesia. Saya melihatnya sebagai peluang besar tidak hanya untuk Go-Jek tetapi juga terhubung dengan pengguna Indonesia karena semua orang memainkan game.”