Review Xiaomi Redmi Note 11 Pro, Desain Lebih Kekinian Dengan Banyak Fitur Premium

Redmi Note 11 Pro menawarkan pengalaman premium yang menyeluruh dengan pengisian daya lebih cepat, tetapi performanya tidak sekuat pendahulunya

Bulan lalu, saya kedatangan Poco M4 Pro dan disusul Xiaomi Redmi Note 11 Pro. Dua smartphone ini mengusung spesifikasi cukup tinggi di kelas menengah, dilengkapi rangkaian fitur premium yang menarik perhatian, dan harganya tidak terlalu mahal.

Dari aspek performa, keduanya identik karena sama-sama ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G96 (12 nm). Masing-masing dijual dengan harga mulai dari Rp2.999.000 dan Rp3.599.000. Dengan selisih harga Rp600.000, Redmi Note 11 Pro dibekali layar imersif dengan refresh rate lebih tinggi, kamera utama beresolusi lebih besar, dan pengisian dayanya lebih ngebut.

Apakah daya tarik tersebut cukup untuk berpaling dari Poco M4 Pro, di bawah ini review Xiaomi Redmi Note 11 Pro selengkapnya.

Desain Xiaomi Redmi Note 11 Pro

Desain Xiaomi Redmi Note 11 Pro | Foto oleh Lukman Azis / Hybrid.co.id

Bila Poco M4 Pro berupaya tampil beda, Redmi Note 11 Pro justru mengusung desain yang mainstream dengan banyak elemen kekinian. Ia mengadopsi desain dual-glass baru, bagian muka menampilkan layar datar dengan punch hole kecil di tengah atas dan punya bingkai datar dengan sensor sidik jari di samping menyatu pada tombol power.

Unit yang saya review berwarna Polar White, terlihat anggun dengan efek gradasi warna yang sangat lembut dan bingkai berwarna silver. Di belakang akan dijumpai empat kamera yang di bingkai persegi panjang dengan desain two-step. Bagian atas khusus untuk menampilkan kamera utama 108 MP yang dibuat lebih menonjol, sedangkan dek bawah menampung kamera ultrawide, macro, depth, dan LED flash.

Bodi perangkat ini sudah tahan debu dan percikan air dengan sertifikasi IP53, bingkainya yang rata terbuat dari plastik yang terasa kokoh di tangan. Bagian depannya dilindungi oleh Gorilla Glass 5 dengan tambahan lapisan anti gores dan tempered glass di belakang dengan sentuhan akhir matte yang tidak mudah meninggalkan bercak sidik jari. Tersedia case bawaan untuk keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.

Meski hadir dengan layar besar 6,67 inci, bentuk Redmi Note 11 Pro masih tergolong cukup mudah dipegang satu tangan. Dimensinya tercatat 164,2x76,1 mm dengan ketebalan 8,1 mm, dan berat 202 gram.

Untuk perlengkapannya, tombol power dan volume terpasang di sisi kanan dan tidak ada apa pun di sisi kiri. Bagian atas menampung jack audio 3,5 mm, IR blaster, serta speaker dan mikrofon kedua. Sisanya ditempatkan di bagian bawah seperti SIM tray dengan dua slot bersifat hybrid, port USB-C, serta mikrofon dan speaker utama. Tak ketinggalan, fitur NFC juga dimiliki oleh Redmi Note 11 Pro.

Layar Imersif 120 Hz

Layar Xiaomi Redmi Note 11 Pro | Foto oleh Lukman Azis / Hybrid.co.id

Dari segi kualitas layar, Redmi Note 11 Pro setingkat lebih baik daripada Poco M4 Pro. Keduanya sama-sama menggunakan panel Super AMOLED beresolusi FHD+, tetapi ukuran layar Redmi Note 11 Pro lebih besar yakni 6,67 inci sehingga lebih puas untuk menikmati hiburan dan memudahkan multitasking atau membuka dua hingga tiga aplikasi secara bersamaan.

Layar Redmi Note 11 Pro juga didukung refresh rate tinggi 120 Hz dan sangat responsif untuk bermain game kompetitif berkat touch sampling rate 360 Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.200 nits dengan sunlight mode dan ruang warna yang luas DCI-P3, tampilan layar dan suhu warna bisa disesuaikan lebih lanjut di pengaturan layar color scheme.

Tentunya Redmi Note 11 Pro sudah mengantongi sertifikasi Widevine L1 yang memungkinkan streaming film dengan resolusi tinggi di Netflix, Disney+ Hotstar, dan lainnya. Sayang, layarnya masih tidak mendukung pemutaran konten HDR baik lewat aplikasi YouTube ataupun Netflix.

Kamera 108 MP

Kamera belakang Xiaomi Redmi Note 11 Pro | Foto oleh Lukman Azis / Hybrid.co.id

Kemampuan kamera Redmi Note 11 Pro juga satu tingkat lebih canggih daripada Poco M4 Pro, membawa konfigurasi quad-camera dengan kamera utama beresolusi tinggi 108 MP. Sensor gambar yang digunakan adalah Samsung ISOCELL HM2 berukuran 1/1,52 inci dengan piksel 0,7 µm dan dipadukan dengan lensa 24 mm dengan aperture f/1.9.

Seperti biasa, secara default kamera utama tersebut menggunakan metode Nona-Bayer atau 9-in-1. Hasil fotonya beresolusi 12 MP dengan piksel besar 2,1 µm yang mampu menyerap cahaya lebih banyak sehingga dapat diandalkan di berbagai kondisi pencahayaan.

Tiga kamera sekundernya mencakup kamera 8 MP f/2.2 dengan lensa ultrawide 16 mm memakai sensor Sony IMX355. Serta, dua kamera sebatas 2 MP masing-masing untuk bidikan macro 4 nm dan depth sensor yang digunakan pada mode portrait yang memungkinkan mengganti aperture sesuai keinginan dan menghasilkan efek bokeh yang presisi. Untuk kebutuhan selfie dan face unlock, kamera depannya punya resolusi 16 MP.

Aplikasi kameranya berfitur lengkap, mode foto didukung fitur AI Camera, HDR otomatis, Beautify, dan sejumlah Filter. Filter film masih menjadi favorit saya, karena mampu menghasilkan efek yang mirip Film Simulation Classic Negative di kamera mirrorless Fujifilm.

Format foto Raw juga tersedia di mode Pro, fitur ini absen di Poco M4 Pro. Mode Pro juga mendukung untuk perekaman video, bisa atur ISO, shutter speed, dan sebagainya secara manual, bermain dengan fokus manual juga lebih mudah berkat bantuan fitur focus peaking. Sayangnya, perekaman videonya hanya sanggup sebatas 1080p 30 fps saja, tanpa ada opsi 60 fps atau resolusi 4K.

Berikut hasil foto dari kamera Xiaomi Redmi Note 11 Pro:

 

Performa Seimbang

Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 11 Pro | Foto oleh Lukman Azis / Hybrid.co.id

Sistem yang dioperasikan pada Redmi Note 11 Pro adalah MIUI 13 terbaru yang kaya fitur, tetapi masih berbasis Android 11. Dapur pacunya digerakkan oleh chipset Mediatek Helio G96 yang dibuat pada proses fabrikasi 12 nm, membawa CPU octa-core yang terdiri dari dua core besar Cortex-A76 2,05 GHz, enam core kecil Cortex-A55 2 GHz, dan GPU Mali-G57 MC2.

Unit review Redmi Note 11 Pro yang saya uji varian RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB yang bisa diperluas dengan menyisipkan kartu microSD tetapi mengorbankan slot SIM kedua. Secara default, RAM virtual juga telah ditambahkan sebesar 3 GB yang diambil dari penyimpanan internal.

Kombinasi hardware tersebut membuat Redmi Note 11 Pro mampu menghadirkan performa yang seimbang dan menawarkan pengalaman penggunaan yang lancar untuk komputasi sehari-hari. Namun Redmi Note 11 Pro bukan yang tercepat di kelasnya dan bukan pilihan yang tepat untuk menangani tugas-tugas berat seperti editing dan render video berdurasi panjang atau bermain game dengan pengaturan grafis rata kanan.

Sebagai gambaran lain terkait performanya, hasil pengujian benchmark di AnTutu mencetak skor 326.705 poin, 3DMark Wild Life 1.100 poin dan Wild Life Extrem 321 poin. Sementara, di PC Mark Work 3.0 Performance meraih skor 9.181 poin, serta Geekbench 5 single-core 523 poin dan multi-core 1.701 poin.

Keunggulan lain terletak pada masa pakai baterainya, kapasitas yang besar 5.000 mAh membuatnya dapat bertahan seharian untuk penggunaan sedang. Sebetulnya pengguna tak perlu takut kehabisan daya, berkat kemampuan fast charging 67W membuat Redmi Note 11 Pro dapat mengisi 51% dalam waktu 15 menit saja.

Verdict Review Xiaomi Redmi Note 11 Pro

Kesimpulan review Xiaomi Redmi Note 11 Pro | Foto oleh Lukman Azis / Hybrid.co.id

Redmi Note 11 Pro memiliki banyak sekali fitur premium unggulan yang menjadi daya tarik, mulai dari desain stylish, layar imersif, kamera utama beresolusi tinggi, hingga baterai besar awet dengan pengisian daya super cepat. Perangkat ini memang menyasar konsumen umum, artinya Xiaomi ingin merangkul konsumen seluas-luasnya.

Kalau dibandingkan dengan pendahulunya yakni Redmi Note 10 Pro yang ditenagai Snapdragon 732G (8 nm), performa Redmi Note 11 Pro justru mengalami penurunan. Masih sangat memadai untuk menangani berbagai tugas harian penggunanya, tetapi bukan lagi salah satu yang tercepat di kelasnya.

Sparks

  • Layarnya memanjakan mata dengan refresh rate tinggi 120 Hz
  • Desain dual-glass dengan bingkai datar yang kekinian
  • Kamera utama 108 MP yang dapat diandalkan di berbagai kondisi
  • Baterai besar dengan pengisian daya lebih cepat

Slack

  • Performa seimbang, turun bila dibandingkan dengan pendahulunya
  • Tidak ada perekaman video 4K atau 1080p 60 fos
  • Layar tidak mendukung HDR
  • Harga tidak murah